3 Teknik Relaksasi untuk Meredakan Amarah, Bisa Dilakukan di Rumah

Penulis -

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Wanita melakukan relaksasi. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi Wanita melakukan relaksasi. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Amarah dapat memicu berbagai perubahan pada tubuh, mulai dari detak jantung yang meningkat hingga otot yang menegang.

Mengambil jeda dan melakukan teknik relaksasi dapat membantu meredakan ketegangan sebelum emosi semakin sulit dikendalikan.

Relaksasi membantu tubuh dan pikiran kembali ke kondisi yang lebih tenang. Cara ini juga dapat digunakan untuk mengurangi stres dan kecemasan yang sering menyertai munculnya amarah.

Kenali tanda tubuh saat mulai marah

Kemunculan amarah sering disertai tanda fisik maupun perubahan perilaku. Mengenali tanda tersebut penting agar seseorang dapat segera mengambil waktu jeda.

Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:

    • Denyut nadi meningkat.
    • Detak jantung terasa lebih kuat.
    • Rahang menjadi kaku.
    • Tubuh terasa panas.
    • Muncul perasaan gelisah.
    • Kecepatan berbicara meningkat.

Pikiran tentang penyebab kemarahan juga dapat membuat emosi semakin kuat. Karena itu, seseorang sebaiknya mengambil jeda ketika mulai mengenali tanda-tanda tersebut.

Waktu jeda dapat dimanfaatkan untuk melakukan relaksasi. Langkah sederhana ini membantu seseorang menjauh sementara dari situasi yang berpotensi memperburuk emosi.

1. Relaksasi otot

Relaksasi otot bertujuan mengurangi ketegangan pada berbagai bagian tubuh. Teknik ini juga membantu seseorang mengenali perubahan ketegangan pada tubuhnya.

Ada dua cara yang dapat digunakan, yaitu tense up and letting go serta letting go.

Pada teknik tense up and letting go, otot ditegangkan selama sekitar 5 hingga 10 detik. Setelah itu, otot dilemaskan selama kurang lebih 30 detik.

Sementara itu, teknik letting go tidak memerlukan tahap menegangkan otot. Seseorang cukup memusatkan perhatian pada proses melemaskan otot.

Orang dengan gangguan otot atau nyeri punggung bawah sebaiknya tidak melakukan teknik relaksasi otot tanpa arahan yang sesuai.

2. Relaksasi melalui pernapasan

Pernapasan menjadi salah satu teknik relaksasi yang relatif mudah dilakukan. National Safety Council menyebut teknik pernapasan sebagai salah satu metode relaksasi yang sederhana.

Baca Juga :  Wako Fadly Amran Buka Pasar Murah di PPI Padang Sarai, Tekan Lonjakan Harga Jelang Idul Adha

Selain membantu mengurangi stres dan kecemasan, latihan pernapasan dapat membantu seseorang mengatur napas secara lebih terkontrol.

Caranya cukup sederhana. Tenangkan diri terlebih dahulu, kemudian tarik napas melalui hidung selama tiga hitungan.

Tahan napas selama 5 hingga 10 detik. Selanjutnya, keluarkan udara secara perlahan melalui mulut.

Proses tersebut dapat dilakukan dalam suasana yang tenang. Fokus pada tarikan dan hembusan napas juga membantu mengalihkan perhatian dari pemicu kemarahan.

3. Gunakan teknik imajinasi terbimbing

Teknik imajinasi terbimbing mengajak seseorang memusatkan perhatian pada gambaran atau pengalaman yang menyenangkan. Cara ini dapat membantu mengalihkan fokus dari pikiran negatif.

Dalam praktiknya, seseorang membayangkan situasi yang memberikan rasa nyaman dan tenang. Imajinasi positif tersebut kemudian digunakan untuk menggantikan bayangan atau pikiran yang mengganggu.

Teknik ini dapat dilakukan secara mandiri. Seseorang juga dapat memperoleh panduan dari orang lain yang memahami teknik relaksasi.

Selain membantu mengelola stres, sejumlah penelitian menunjukkan manfaat imajinasi terbimbing terhadap gangguan tidur pada beberapa kelompok usia, termasuk lansia.

Relaksasi tidak harus selalu dengan menutup mata

Psikolog Lucia Peppy Novianti menyarankan agar relaksasi dilakukan secara rutin. Waktu yang dapat dipilih antara lain pagi setelah bangun tidur atau malam sebelum tidur.

Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi ketegangan pada tubuh dan pikiran. Kondisi emosi yang mudah meledak terkadang berkaitan dengan ketegangan yang berlangsung terlalu lama.

Relaksasi juga tidak selalu membutuhkan posisi khusus. Seseorang dapat duduk atau berbaring dengan nyaman sambil mengatur pernapasan.

Perhatian kemudian diarahkan pada kondisi tubuh, mulai dari ujung kaki hingga kepala. Musik lembut juga dapat digunakan untuk menciptakan suasana yang lebih rileks.

Laporan Joanna Briggs Institute menyebut musik dapat membantu mengurangi kecemasan, meningkatkan relaksasi, dan mendukung suasana hati yang lebih positif.

Baca Juga :  Jangan Langsung Dibuang, Ini 7 Manfaat Kulit Bawang Merah bagi Kesehatan

Musik tertentu juga dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks. Lagu dengan nada lembut dan lirik yang memotivasi dapat memberikan pengaruh terhadap suasana hati pendengarnya.

Selain musik, seseorang dapat memilih aktivitas relaksasi lain sesuai kenyamanan. Beberapa pilihan antara lain melompat, mengusap punggung, pijat tubuh, atau menghirup aroma yang menyenangkan.

Kapan perlu mencari bantuan profesional?

Teknik relaksasi dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengelola amarah. Namun, masalah psikologis yang terus berulang atau mengganggu kehidupan sehari-hari membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Jika kesulitan mengendalikan emosi terus terjadi, konsultasi dengan tenaga profesional kesehatan mental dapat menjadi pilihan. Konseling juga dapat membantu seseorang memahami pemicu emosi dan menentukan strategi pengelolaan yang sesuai. (*)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru