Padang, Javanusa—Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Barat resmi memiliki kepengurusan baru.
Irwandi dikukuhkan sebagai Ketua DPD HNSI Sumbar periode 2025–2030 melalui penyerahan SK dan pataka oleh Sekjen DPP HNSI Anton Leonard di Palanta Rumah Dinas, Kamis (28/8/2025).
Irwandi menegaskan arah program HNSI ke depan adalah peningkatan kesejahteraan nelayan. Program tersebut mencakup pendampingan bagi nelayan dan keluarga nelayan, memperjuangkan hak-hak nelayan melalui sinergi dengan pemerintah daerah maupun pusat, serta peningkatan kapasitas nelayan melalui pelatihan, modernisasi alat tangkap, dan akses teknologi.
“Selain itu, kami ingin memperkuat koperasi agar nelayan lebih mandiri dan berdaya saing. Kami juga berharap ke depan ada SPBU khusus nelayan sehingga akses BBM menjadi lebih mudah,” kata Irwandi.
Ia menambahkan, HNSI berkomitmen menjaga kelestarian laut dan pesisir, serta memperkuat solidaritas antar-nelayan. “HNSI harus menjadi rumah besar bagi seluruh nelayan,” tegasnya.
Wali Kota Padang Fadly Amran yang hadir dalam acara itu menyatakan dukungannya. Menurutnya, HNSI adalah wadah penting untuk memperjuangkan kepentingan nelayan di Kota Padang dan Sumbar.
“Pemerintah terus mendorong pemberdayaan nelayan melalui edukasi dan bantuan langsung. Program Padang Melayani menjadi salah satu bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan,” ujar Fadly.
Sekjen DPP HNSI, Anton Leonard, menilai ekosistem perikanan harus dibangun secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Ia menekankan pentingnya memperhatikan pendidikan anak-anak nelayan agar keberlanjutan sektor perikanan tetap terjaga.
“Potensi ekonomi perikanan di Sumbar sangat besar. Kita harapkan HNSI bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan sektor kelautan,” katanya.
Sementara itu, Kabid Perikanan Tangkap DKP Sumbar, Yulia Madona menegaskan perlunya sinergi HNSI dan pemerintah dalam menjaga sumber daya laut.
“Kita berharap HNSI terus memberikan pemahaman kepada nelayan agar menghindari praktik illegal fishing, penggunaan alat tangkap yang merusak lingkungan, maupun bahan kimia berbahaya. Semua ini demi menjaga sumber daya laut agar nanti anak cucu kita bisa menikmatinya,” ujarnya.
Dalam kepengurusan HNSI Sumbar periode 2025–2030, Nasril sebagai Bendahara dan Herman Chaniago sebagai Sekretaris. (*/red)






