Jakarta, Javanusa—Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menjadi satu-satunya kepala daerah dari Sumatera Barat yang terpilih mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025 di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Hal ini menjadi kesempatan langka karena hanya 25 kepala daerah dari lebih 500 pimpinan daerah yang berhasil lolos seleksi ketat tersebut.
Program ini diselenggarakan oleh Lemhannas RI bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, berlangsung pada 5–18 November 2025 di Gedung Lemhannas, Jakarta.
Selain memberikan prestise, program ini juga membuka peluang bagi para peserta untuk memperluas jaringan dengan sesama pimpinan daerah dari seluruh Indonesia.
Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah dirancang untuk memperkuat wawasan kebangsaan, mengasah kepemimpinan strategis, sekaligus meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Selama program, para peserta akan menerima pembekalan langsung dari narasumber nasional, praktisi pemerintahan, dan akademisi terkemuka, sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung untuk membangun daerah masing-masing.
Bupati John Kenedy Azis Ungkap Rasa Syukur
Bupati John Kenedy Azis menyampaikan kebanggaan dan rasa syukurnya karena bisa mewakili Sumatera Barat. Ia juga menegaskan pentingnya doa dan dukungan masyarakat.
“Saya sudah dua hari tinggal di mess Lemhannas, mengikuti program KPPD sampai tanggal 20 November 2025. Hanya 25 pimpinan daerah terpilih dari lebih 500 kepala daerah. Mohon doanya,” ujarnya dari Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Pengakuan atas Kapasitas Kepemimpinan
Partisipasi Bupati John Kenedy di KPPD dianggap sebagai pengakuan atas komitmen dan kapasitas kepemimpinan yang telah ditunjukkannya selama memimpin Kabupaten Padang Pariaman.
Pemerintah daerah berharap pengalaman ini akan memperluas perspektifnya, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang lebih strategis dan tepat sasaran untuk mempercepat pembangunan daerah.
Kehadiran Bupati Padang Pariaman dalam forum nasional ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat. Selain itu, hal ini juga memperkuat posisi daerah dalam jaringan pemerintahan nasional yang fokus pada penguatan tata kelola dan daya saing daerah.
Dengan pengalaman ini, masyarakat diharapkan mendapatkan inspirasi dan motivasi untuk mendukung berbagai program pembangunan lokal yang lebih efektif dan inovatif. (*/red)






