Kemiskinan Terendah di Sumbar, Padang Panjang Fokus Cegah Rentan Miskin Baru Pascabencana

Penulis -

Kamis, 25 Desember 2025 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TKPKD Padang Panjang, Allex Saputra saat Rapat Koordinasi TKPKD di Aula BKPSDM Padang Panjang, Rabu (24/12/2025). (Foto: Kominfo Padang Panjang)

Ketua TKPKD Padang Panjang, Allex Saputra saat Rapat Koordinasi TKPKD di Aula BKPSDM Padang Panjang, Rabu (24/12/2025). (Foto: Kominfo Padang Panjang)

Padang Panjang, Javanusa—Kota Padang Panjang mencatat kemiskinan terendah di Sumatera Barat (Sumbar), namun pemerintah daerah kini bersiaga menghadapi potensi rentan miskin baru pascabencana. Ancaman ini muncul setelah bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Pemko Padang Panjang menargetkan tren penurunan kemiskinan Padang Panjang tetap berlanjut melalui penguatan kebijakan, integrasi program, dan perlindungan kelompok rentan terdampak bencana.

Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Padang Panjang, Allex Saputra, menyebut tingkat kemiskinan daerah ini turun menjadi 4,97 persen atau sekitar 2.996 jiwa. Angka tersebut menurun dibandingkan 2024 yang tercatat 5,31 persen.

“Sementara itu, kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga 0,17 persen atau sekitar 108 jiwa,” ujar Allex saat Rapat Koordinasi TKPKD di Aula BKPSDM Padang Panjang, Rabu (24/12/2025).

Dampak Bencana Picu Risiko Rentan Miskin Baru

Wakil Wali Kota Padang Panjang itu mengingatkan capaian positif tersebut tidak boleh membuat pemerintah lengah. Bencana tanah longsor dan cuaca ekstrem menyebabkan kerugian fisik dan ekonomi mencapai Rp79,46 miliar.

Sebanyak 1.368 jiwa terdampak, dengan 47 rumah rusak berat, 196 rumah rusak sedang, serta kerusakan lahan pertanian seluas 16,17 hektare.

250–300 Keluarga Berpotensi Rentan Miskin

“Akibat bencana ini, terdapat sekitar 250 hingga 300 keluarga yang berpotensi masuk kategori rentan miskin baru. Ini harus segera kita antisipasi,” kata Allex.

Menurutnya, dampak ekonomi pascabencana dapat mendorong kelompok rentan kembali jatuh ke jurang kemiskinan jika tidak ditangani cepat dan tepat.

Untuk menjaga stabilitas kemiskinan Padang Panjang, Pemko menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 4,11 persen pada 2026. Target tersebut ditempuh melalui optimalisasi program penanggulangan kemiskinan yang telah berjalan.

Langkah lain meliputi penguatan basis data sebagai dasar kebijakan, serta memastikan refocusing anggaran benar-benar menyasar masyarakat miskin dan rentan.

Baca Juga :  Percepat Pemulihan Pertanian Pascabencana, Pemko Payakumbuh Salurkan Benih Jagung

Allex menekankan pentingnya integrasi program lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Selain itu, peran camat, lurah, dan Kerapatan Adat Nagari dinilai krusial untuk mempercepat intervensi di tingkat bawah.

“Mulai 2026, tidak boleh lagi ada program penanggulangan kemiskinan yang berjalan sendiri-sendiri. TKPKD harus menjadi pusat kendali koordinasi,” tegasnya.

Kepala Bappeda Padang Panjang, Putra Dewangga, memaparkan kondisi kemiskinan 2025 serta strategi penanggulangan pada 2026. Ia menekankan pentingnya kerja sama antarpemangku kepentingan dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Rapat juga membahas penguatan basis data terpadu, termasuk kejelasan klasifikasi kemiskinan dan desil masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar intervensi TKPKD lebih terarah dan tepat sasaran.

Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, Pemko Padang Panjang berharap upaya penanggulangan kemiskinan dapat berjalan berkelanjutan. Pemerintah menargetkan perlindungan sosial yang adaptif agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga pascabencana. (*/red)

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Gavendri Rilis Album Kedua Sympathy/Empathy, Rekam Pergulatan Hidup sebagai Orang Dewasa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB