Hilal Syawal 1447 H Belum Memenuhi Kriteria MABIMS, Kemenag: Idulfitri 2026 Berpotensi 21 Maret

Penulis -

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya dalam seminar posisi hilal penentuan awal Syawal 1447 H. (Foto: Kemenag)

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya dalam seminar posisi hilal penentuan awal Syawal 1447 H. (Foto: Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan posisi hilal awal Syawal 1447 Hijriah secara hisab belum memenuhi kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat) yang ditetapkan MABIMS.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, menjelaskan hasil perhitungan astronomi menunjukkan parameter tinggi dan elongasi hilal belum terpenuhi secara bersamaan di seluruh wilayah Indonesia.

“Berdasarkan hisab pada 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026, tinggi hilal berada pada rentang 0 derajat 54 menit hingga 3 derajat 7 menit. Sementara elongasi berkisar antara 4 derajat 32 menit hingga 6 derajat 6 menit,” kata Cecep dalam seminar posisi hilal di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia mengacu pada kriteria MABIMS, yakni tinggi hilal minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat, dengan titik acuan di wilayah mana pun di Indonesia yang memenuhi kedua parameter tersebut.

Menurut Cecep, sebagian wilayah di Aceh telah memenuhi syarat tinggi hilal, namun belum mencapai batas elongasi minimum.

Sebanyak 11 daerah di Aceh, seperti Banda Aceh, Sabang, hingga Lhokseumawe, tercatat memiliki tinggi hilal di atas 3 derajat. Namun elongasi di wilayah tersebut masih di bawah 6,4 derajat.

Rukyat Jadi Penentu Akhir

Cecep menegaskan, penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia menggunakan metode hisab dan rukyat secara bersamaan. Hisab berfungsi sebagai informasi awal, sedangkan rukyat menjadi konfirmasi di lapangan.

Ia menyebut, secara teoritis hilal sulit dirukyat jika parameter visibilitas belum terpenuhi.

Pemantauan hilal dilakukan di 117 titik di seluruh Indonesia pada 19 Maret 2026. Ijtimak (konjungsi) terjadi pada pukul 08.23 WIB di hari yang sama.

Sebagai contoh, di Jakarta Pusat saat matahari terbenam pukul 18.03 WIB, tinggi hilal tercatat sekitar 1,95 derajat dengan elongasi 5,71 derajat. Sementara di Sabang, tinggi hilal mencapai 3,13 derajat dengan elongasi 6,10 derajat.

Baca Juga :  Akpol 91 Melesat bak Meteor! 6 Lulusan Raih Bintang 3, Teranyar M Iqbal
Potensi Ramadan 30 Hari

Dengan kondisi tersebut, secara hisab bulan Ramadan berpotensi digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

“Jika posisi hilal belum memenuhi kriteria imkanur rukyat, maka secara hisab Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari,” ujar Cecep.

Secara perhitungan astronomi, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, kepastian penetapan Idulfitri tetap menunggu hasil rukyatul hilal yang akan dibahas dalam Sidang Isbat Kemenag. (*/red)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:42 WIB

BMKG Minangkabau: Waspada Hujan Lebat di Pesisir Selatan dan Sejumlah Wilayah Sumbar Hari Ini

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 7 Oktober: Hujan Lebat Berpotensi Meluas hingga Malam

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 6 Oktober 2026: Pasaman Barat, Agam dan Pasaman Berpotensi Hujan Lebat

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar Hari Ini, Warga Diminta Waspada

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 4 Oktober 2026: Pesisir Selatan Waspada Hujan Sangat Lebat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 3 Oktober 2026, Agam Siaga Hujan Lebat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:16 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Gelombang hingga 2,5 Meter di Perairan Sumbar 3-6 Oktober 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar Hari Ini

Berita Terbaru