Tekan Risiko Kecelakaan, KAI Divre II Sumbar Tutup Tiga Perlintasan Liar di Pariaman

Penulis -

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas KAI Divre II Sumbar menutup perlintasan liar di kawasan Pariaman dan Padang Pariaman. (Foto: KAI Divre II Sumbar)

Petugas KAI Divre II Sumbar menutup perlintasan liar di kawasan Pariaman dan Padang Pariaman. (Foto: KAI Divre II Sumbar)

Pariaman, Javanusa—PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bersama sejumlah pemangku kepentingan menutup tiga perlintasan liar di wilayah Pariaman.

Penutupan berlangsung pada Senin (25/5/2026), sebagai langkah memperkuat keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di sekitar rel.

Langkah ini menegaskan komitmen bersama untuk menekan risiko kecelakaan di jalur aktif perkeretaapian.

Petugas menutup tiga titik perlintasan liar di Kecamatan Pariaman Tengah. Lokasi tersebut berada di jalur Lubuk Alung–Pariaman dengan rincian sebagai berikut:

    • Desa Cimparuah KM 57+0/1 pada petak jalan Lubuk Alung–Pariaman
    • Desa Cimparuah KM 57+3/4 pada petak jalan Lubuk Alung–Pariaman
    • Kelurahan Jalan Kereta Api KM 57+9/0 pada petak jalan Lubuk Alung–Pariaman

Ketiga titik tersebut memiliki lebar sekitar dua meter dan berada langsung di area operasional kereta api.

Manager Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Ernst Rikumahu, memimpin kegiatan penutupan di lokasi. Kapolsek Kota Pariaman, Helmi, juga hadir bersama jajaran kepolisian.

Sejumlah instansi turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Di antaranya Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Dinas Perhubungan Kota Pariaman, PT Jasa Raharja, unsur TNI/Polri, komunitas pecinta kereta api Sumatrain, perangkat wilayah, serta tokoh masyarakat.

Penutupan perlintasan liar mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 94 Tahun 2018. Aturan tersebut mengatur peningkatan keselamatan perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan.

Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut hasil inspeksi bersama atau joint inspection. Inspeksi tersebut sebelumnya dilakukan oleh KAI Divre II Sumbar bersama instansi terkait di Sumatera Barat.

Risiko Perlintasan Liar

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan perlintasan liar memiliki risiko tinggi. Ia menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena tidak adanya fasilitas keselamatan dan pengawasan resmi.

Baca Juga :  Kloter PDG 07 Berangkat ke Madinah, Dua Jemaah Haji Tunda Keberangkatan karena Sakit

“Perlintasan liar berpotensi membahayakan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah dan instansi terkait,” ujarnya.

Reza juga menyampaikan tiga titik yang ditutup tidak memiliki perlengkapan keselamatan standar. Lokasi tersebut berada langsung di area operasional kereta api. Ia menambahkan langkah ini menjadi bagian dari mitigasi risiko untuk mencegah kecelakaan.

KAI Divre II Sumbar menegaskan penertiban serupa akan terus dilakukan secara bertahap. Lokasi prioritas adalah titik yang dinilai rawan terhadap potensi kecelakaan.

Edukasi dan Sosialisasi Keselamatan ke Masyarakat

Selain penertiban, KAI juga rutin melakukan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan di perlintasan sebidang, sekolah, rumah ibadah, hingga titik strategis lainnya. Petugas juga memasang rambu dan imbauan keselamatan di berbagai lokasi.

Reza menegaskan masyarakat perlu memahami prioritas perjalanan kereta api. Ia menjelaskan kereta api memiliki jalur khusus dan jarak pengereman yang panjang.

“Kereta api memiliki jalur dan prioritas tersendiri serta membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Karena itu, masyarakat diharapkan selalu berhati-hati dan mendahulukan perjalanan kereta api saat melintas,” jelasnya.

Dukungan Pemerintah Kelurahan

Lurah Jalan Kereta Api, Irfan, menyampaikan dukungan atas penutupan perlintasan liar tersebut. Ia menilai kebijakan ini penting untuk keselamatan warga sekitar jalur rel.

“Kami sangat mendukung langkah ini karena menyangkut keselamatan masyarakat. Penutupan perlintasan liar ini merupakan upaya bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan serta menciptakan lingkungan yang lebih aman,” ujarnya.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mengimbau masyarakat tidak membuka kembali akses perlintasan tidak resmi. KAI menegaskan keselamatan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak di sekitar jalur kereta api. (*/red)

Baca Juga :  Paskibraka Dharmasraya 2025 Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih di HUT RI ke-80

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB