Ekspor Industri Kerajinan Tembus Rp2,97 Triliun, Kemenperin Perkuat Kerajinan Berbasis Limbah Sawit  

Penulis -

Minggu, 28 Juni 2026 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Industri kerajinan Indonesia terus memperlihatkan tren positif di pasar global. Sepanjang kuartal I 2026, nilai ekspor sektor ini mencapai USD165,27 juta atau sekitar Rp2,97 triliun, meningkat 4,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut menjadi sinyal meningkatnya permintaan internasional terhadap produk kriya nasional.

Peningkatan ekspor tersebut memperkuat posisi industri kerajinan sebagai salah satu sektor manufaktur yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain menghasilkan devisa, sektor ini juga menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan mendorong penguatan ekonomi di berbagai daerah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah terus memperkuat ekosistem industri kerajinan agar mampu bersaing di pasar global.

“Industri kerajinan merupakan sektor yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan karena mampu menciptakan nilai tambah tinggi, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat ekonomi daerah. Pemerintah terus melakukan penguatan ekosistem industri kerajinan melalui peningkatan kapasitas SDM, pengembangan inovasi produk, dan perluasan akses pasar,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/6).

Menurut Agus, pengembangan industri kerajinan juga diarahkan pada pemanfaatan bahan baku lokal secara optimal.

Di saat yang sama, pemerintah mendorong penerapan ekonomi sirkular agar rantai pasok industri semakin kuat sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan.

Kemenperin Dorong Produk Ramah Lingkungan

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menilai peningkatan daya saing industri kerajinan membutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Pengembangan keterampilan, pemanfaatan bahan baku alternatif, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular menjadi faktor penting dalam menciptakan produk kerajinan yang bernilai tambah tinggi dan berkelanjutan. Melalui berbagai program pendampingan dan peningkatan kapasitas, Kemenperin terus berupaya agar menghasilkan produk-produk kreatif yang mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Emmy.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi Industri, Kepala SMK SMAK Padang Audiensi dengan Gubernur Sumbar
Workshop Anyaman Berbasis Kelapa Sawit di Kalimantan Utara

Sebagai bagian dari penguatan industri kerajinan nasional, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar Workshop Kerajinan Anyaman dan Kertas Seni Berbasis Kelapa Sawit di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Kegiatan yang berlangsung pada 22–26 Juni 2026 itu memperoleh dukungan pendanaan penuh dari BPDP melalui program ekonomi hijau berbasis sawit.

Program tersebut bertujuan meningkatkan nilai ekonomi produk kerajinan melalui pemanfaatan limbah dan produk samping kelapa sawit bagi industri kecil dan menengah di Kalimantan Utara.

Sebanyak 30 pelaku usaha dari Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, dan Tana Tidung mengikuti pelatihan tersebut.

Mereka memperoleh materi teori sekaligus praktik membuat kerajinan anyaman dan kertas seni dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit sebagai bahan baku utama.

Limbah Sawit Diolah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Kepala BSPJI Samarinda, Ransi Pasae, menyebut pengembangan kerajinan berbasis limbah sawit menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi sirkular di kawasan perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemanfaatan limbah dan produk samping kelapa sawit menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi merupakan langkah nyata dalam mendukung industri yang berkelanjutan. Selain mengurangi limbah, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan produk-produk kreatif unggulan yang dapat memperkuat perekonomian daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah BPDP yang diwakili Anwar Sadat menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program ekonomi hijau berbasis sawit melalui pemberdayaan UMKM di sektor perkebunan sawit.

Melalui kolaborasi BSPJI Samarinda dan BPDP, industri kerajinan berbasis kelapa sawit di Kalimantan Utara diharapkan berkembang menjadi salah satu sektor unggulan daerah. Letak strategis provinsi tersebut yang berbatasan dengan negara tetangga juga membuka peluang lebih besar bagi pemasaran produk kerajinan berbasis sawit ke pasar nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Investasi Manufaktur Tetap Tumbuh, 1.236 Perusahaan Siap Produksi dan Serap 218 Ribu Tenaga Kerja

Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem industri kreatif berbasis sumber daya lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal
Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi
Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak
Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen
Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru