Brebes, Javanusa—Pemerintah mempercepat upaya swasembada susu nasional dengan membangun peternakan sapi perah terpadu terbesar di Indonesia di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan impor susu akan terus ditekan selama produksi peternak dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional.
Pemerintah mulai merealisasikan strategi peningkatan produksi susu nasional melalui pembangunan peternakan sapi perah terpadu milik PT Global Dairi Bersama (GDB) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kawasan seluas 710 hektare tersebut dirancang menampung hingga 30 ribu ekor sapi perah.
Jika beroperasi penuh, peternakan modern itu ditargetkan menghasilkan sekitar 180 ribu ton susu segar setiap tahun.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 18 persen dari total produksi susu segar nasional dan diharapkan mampu memperkuat pasokan susu dalam negeri.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan proyek tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat tercapainya swasembada susu nasional.
Menurut Amran, pemerintah akan mengutamakan penyerapan hasil produksi peternak lokal sebelum membuka keran impor susu.
“Dulu (pemerintahan) Presiden Soeharto, impor susu hanya 40 persen. Setelah era pasar bebas, impor terus meningkat hingga sekarang mencapai sekitar 82 persen. Karena itu Bapak Presiden Prabowo mengeluarkan kebijakan bahwa selama peternak mampu menghasilkan susu, kita tidak akan impor,” kata Mentan Amran saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama (GDB) di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Senin (20/7/2026).
Kebutuhan Susu Terus Meningkat
Amran menjelaskan konsumsi susu nasional diperkirakan terus bertambah, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah memperkirakan kebutuhan susu Indonesia mencapai sekitar 8,5 juta ton pada 2029.
Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi defisit produksi susu yang cukup besar. Pada 2025, kekurangan pasokan diperkirakan mencapai sekitar 6,72 juta ton atau 81,28 persen dari total kebutuhan nasional.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah mempercepat investasi sektor peternakan, memperluas pengembangan sapi perah modern, serta memperkuat kapasitas peternak rakyat.
“Saya mau buat formulasi kebijakan untuk bisa swasembada susu. Yang paling berat itu swasembada beras, tetapi kita bisa mewujudkannya. Swasembada susu juga bisa kita capai kalau semua bergerak bersama,” tegas Amran.
Bangun Ekosistem Industri Persusuan
Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga menyiapkan pengembangan ekosistem industri persusuan dari hulu hingga hilir. Program tersebut mencakup penyediaan bibit unggul, pakan berkualitas, layanan kesehatan hewan, penerapan teknologi peternakan, pengolahan hasil, hingga jaminan pasar bagi peternak.
Amran menilai keberhasilan swasembada susu membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, petani, peternak, perguruan tinggi, hingga lembaga keuangan.
Libatkan Ribuan Petani dan Peternak
CEO Savoria Group yang menaungi PT Global Dairi Bersama (GDB), Ihsan Mulia Putri, mengatakan pembangunan kawasan peternakan di Brebes tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi susu, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Menurutnya, proyek tersebut akan menggandeng sekitar 5.000 petani lokal sebagai pemasok hijauan pakan ternak dan jagung pipil.
Selain itu, sekitar 8.000 peternak rakyat akan mendapat peluang bermitra dalam pengembangan sapi perah maupun usaha penggemukan ternak.
“Pembangunan peternakan terpadu PT Global Dairi Bersama di Brebes merupakan perwujudan komitmen kami untuk mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada susu nasional. Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem industri susu yang mandiri, kompetitif, sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif di wilayah pedesaan,” ujar Ihsan.
Ia menambahkan, kapasitas peternakan yang mencapai 30 ribu ekor sapi perah dengan target produksi 180 ribu ton susu segar per tahun diproyeksikan mampu meningkatkan lebih dari dua kali lipat produksi susu segar di Jawa Tengah sekaligus memperkuat pasokan nasional.
Melalui investasi berskala besar dan kemitraan dengan ribuan petani serta peternak, pemerintah berharap kebutuhan susu masyarakat Indonesia semakin banyak dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Langkah ini juga diharapkan menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat sektor peternakan di kawasan pedesaan. (*)






