Javanusa.com—Memilih alarm bangun tidur tidak cukup hanya berdasarkan bentuk atau tampilannya. Jenis suara, intensitas cahaya, hingga fitur getaran perlu disesuaikan dengan kebiasaan dan kebutuhan tidur setiap orang.
Bagi sebagian orang, bangun pagi menjadi tantangan tersendiri. Alarm dapat membantu memastikan seseorang terjaga sesuai jadwal, terutama ketika harus berangkat lebih awal.
Ponsel memang praktis untuk digunakan sebagai alarm. Namun, penggunaannya di dekat waktu tidur dapat membuat seseorang kembali membuka pesan, media sosial, atau informasi lain. Cahaya dari layar juga dapat mengganggu suasana yang mendukung tidur.
Karena itu, jam beker dapat menjadi pilihan untuk memisahkan aktivitas tidur dari penggunaan ponsel. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilihnya.
Jangan hanya melihat desain jam
Desain menarik memang dapat menjadi pertimbangan saat membeli jam beker. Namun, fungsi dan kualitas sebaiknya menjadi prioritas utama.
Perhatikan cara kerja alarm, tingkat kenyamanan suara, tampilan layar, serta fitur tambahan yang tersedia. Pilih perangkat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan Anda.
Sesuaikan jenis alarm dengan kebutuhan
Setiap jenis jam memiliki karakteristik berbeda. Mengenali fitur tersebut akan membantu Anda menentukan alarm yang paling sesuai.
Jam digital
Jam digital menampilkan waktu dalam bentuk angka sehingga mudah dibaca. Beberapa model juga memungkinkan pengguna mengatur volume alarm sesuai kebutuhan.
Namun, sebagian jam digital menggunakan layar bercahaya. Paparan cahaya biru pada malam hari dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur tidur.
Jika menggunakan jam digital, Anda dapat mengarahkannya menjauh dari posisi tidur agar cahaya layar tidak langsung mengenai mata.
Jam beker klasik
Jam beker merupakan pilihan yang sudah digunakan jauh sebelum alarm digital populer. Bentuknya menyerupai jam dengan dua lonceng di bagian atas dan biasanya memiliki kaki untuk diletakkan di meja.
Alarm mekanis menghasilkan bunyi khas yang cukup kuat untuk membangunkan pengguna. Kekurangannya, volume suara pada model tertentu tidak dapat disesuaikan.
Sunrise alarm clock
Sunrise alarm clock bekerja dengan meniru cahaya matahari saat terbit. Cahaya tersebut meningkat secara bertahap sehingga memberikan rangsangan yang lebih alami menjelang waktu bangun.
Jenis alarm ini tidak sepopuler alarm dengan suara keras. Meski demikian, sunrise alarm clock dapat menjadi pilihan bagi orang yang membutuhkan pendekatan berbasis cahaya.
Pengguna dengan depresi atau seasonal affective disorder (SAD) juga dapat menggunakan jenis alarm ini sebagai bagian dari rutinitas bangun. SAD merupakan kondisi depresi yang berkaitan dengan perubahan musim.
Bed-shaking alarm clock
Bed-shaking alarm clock menggunakan perangkat tambahan yang ditempatkan pada kasur. Perangkat tersebut menghasilkan getaran untuk membantu membangunkan seseorang.
Alarm jenis ini dapat menjadi alternatif bagi orang yang sulit terbangun dengan suara. Sistem getaran juga lebih sesuai bagi orang dengan gangguan pendengaran.
White noise alarm clock
White noise menghasilkan suara konstan, seperti suara ombak atau gesekan pasir. Suara tersebut dapat membantu sebagian orang dengan insomnia lebih mudah tertidur.
White noise juga dapat membantu menyamarkan suara lingkungan, termasuk suara dengkuran pasangan. Namun, suara konstan tersebut bukan pilihan ideal untuk membangunkan semua orang.
Jika ingin menggunakan white noise sebagai bagian dari alarm, hentikan suara sekitar 30–40 menit sebelum waktu bangun. Setelah itu, gunakan alarm lain yang lebih efektif membangunkan Anda.
Perhatikan warna cahaya pada layar
Warna cahaya layar juga perlu menjadi pertimbangan. Beberapa jam menampilkan cahaya merah, oranye, atau biru.
Cahaya merah dan oranye lebih disarankan daripada cahaya biru untuk penggunaan pada malam hari. Cahaya biru menyerupai paparan dari layar ponsel dan komputer.
Paparan cahaya biru pada malam hari dapat mengganggu produksi melatonin. Kondisi tersebut berpotensi membuat tubuh lebih sulit memasuki kondisi yang mendukung tidur.
Karena itu, pilih jam beker dengan layar yang cahayanya lembut. Jika memungkinkan, redupkan layar atau letakkan jam pada posisi yang tidak langsung menghadap mata.
Pada akhirnya, jam beker terbaik bukan selalu yang paling mahal atau memiliki desain paling menarik. Pilih alarm berdasarkan kebutuhan tidur, sensitivitas terhadap suara atau cahaya, serta kemampuan alarm tersebut membangunkan Anda tepat waktu. (*)






