Javanusa.com—Penurunan gairah seksual atau libido dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk stres, kurang tidur, perubahan hormon, dan kondisi kesehatan tertentu.
Selain memperbaiki pola hidup, pemenuhan nutrisi melalui makanan bergizi dapat membantu menjaga kesehatan seksual. Dikutip dari Halodoc, berikut tujuh jenis makanan yang dapat membantu memicu gairah seksual.
1. Tiram
Tiram mengandung zinc atau seng, mineral yang berperan dalam produksi hormon testosteron dan pembentukan sperma. Kekurangan zinc dapat mengganggu fungsi reproduksi, sehingga pemenuhan kebutuhan mineral ini penting bagi kesehatan seksual.
Namun, konsumsi tiram tidak otomatis meningkatkan libido apabila kebutuhan zinc tubuh sudah terpenuhi.
2. Cokelat Hitam
Cokelat hitam mengandung senyawa bioaktif, termasuk flavanol, yang dapat mendukung fungsi pembuluh darah. Kandungan tersebut berpotensi membantu menjaga kesehatan sirkulasi darah.
Cokelat juga dapat memberikan kenikmatan saat dikonsumsi. Meski begitu, bukti ilmiah mengenai manfaatnya untuk meningkatkan gairah seksual secara langsung masih terbatas.
3. Buah Delima
Buah delima kaya akan polifenol dan antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Sejumlah penelitian juga mengevaluasi potensi delima dalam mendukung kesehatan pembuluh darah.
Sirkulasi darah yang baik berperan dalam respons seksual, terutama pada pria. Namun, manfaat delima untuk meningkatkan libido masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
4. Pisang
Pisang menyediakan karbohidrat, kalium, dan vitamin B6 yang mendukung metabolisme energi serta fungsi saraf. Kandungan tersebut membantu tubuh menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pisang bukan peningkat libido secara langsung. Namun, buah ini dapat menjadi pilihan makanan bergizi untuk membantu menjaga kebugaran tubuh.
5. Alpukat
Alpukat mengandung lemak tak jenuh, folat, dan vitamin B6. Nutrisi tersebut berperan dalam metabolisme, fungsi saraf, serta pemeliharaan kesehatan secara umum.
Mengonsumsi alpukat sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Akan tetapi, bukti bahwa alpukat secara langsung meningkatkan hormon seksual atau gairah masih terbatas.
6. Kacang-kacangan dan Biji-bijian
Kacang kenari, almon, dan biji labu mengandung protein, lemak sehat, magnesium, serta zinc dalam jumlah yang bervariasi. Beberapa jenis kacang juga menyediakan L-arginina, asam amino yang terlibat dalam pembentukan oksida nitrat.
Oksida nitrat membantu melebarkan pembuluh darah dan mendukung aliran darah. Meski demikian, konsumsi kacang-kacangan belum terbukti secara pasti meningkatkan libido secara langsung.
7. Bawang Putih
Bawang putih mengandung allicin dan senyawa sulfur lain yang telah diteliti terkait kesehatan kardiovaskular. Fungsi pembuluh darah yang baik penting untuk mendukung respons seksual.
Namun, bukti klinis mengenai manfaat bawang putih sebagai peningkat libido masih belum memadai. Konsumsilah sebagai bagian dari menu seimbang, bukan sebagai pengganti penanganan medis.
Gaya Hidup yang Membantu Menjaga Libido
Selain memperhatikan asupan makanan, beberapa kebiasaan sehari-hari dapat mendukung kesehatan seksual.
1. Mengelola stres
Stres berkepanjangan dapat memengaruhi suasana hati, tidur, dan keinginan seksual. Relaksasi, meditasi, serta aktivitas yang menyenangkan dapat membantu mengurangi tekanan psikologis.
2. Mencukupi waktu tidur
Tidur berkualitas membantu menjaga keseimbangan hormon dan pemulihan tubuh. Sebaliknya, kurang tidur dapat memicu kelelahan dan memengaruhi fungsi seksual.
3. Berolahraga secara teratur
Aktivitas fisik, termasuk latihan aerobik dan latihan kekuatan, membantu menjaga kesehatan jantung, sirkulasi darah, serta kebugaran. Pilih jenis olahraga sesuai kemampuan dan lakukan secara konsisten.
4. Menjaga komunikasi dengan pasangan
Komunikasi terbuka mengenai kebutuhan, kenyamanan, dan kekhawatiran dapat membantu mengurangi tekanan emosional dalam hubungan intim.
Kapan Penurunan Libido Perlu Diperiksa?
Penurunan libido sesekali tidak selalu menandakan masalah kesehatan. Namun, kondisi yang berlangsung lama atau mengganggu kualitas hidup perlu mendapat perhatian.
Faktor pemicunya dapat meliputi gangguan hormon, depresi, kecemasan, penyakit kronis, efek samping obat, maupun masalah dalam hubungan. Karena itu, pemeriksaan medis dapat membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya.
Segera konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter apabila penurunan gairah seksual menetap, disertai disfungsi ereksi, nyeri saat berhubungan, atau gejala lain yang mengkhawatirkan.
Dokter dapat mengevaluasi kondisi kesehatan, obat-obatan yang digunakan, serta faktor psikologis sebelum menentukan penanganan yang sesuai. Hindari mengonsumsi suplemen peningkat libido tanpa mempertimbangkan keamanan, kebutuhan, dan kemungkinan interaksi dengan obat lain. (*)






