Pasbar, Javanusa—Pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang di Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), terus berlanjut. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyebut pembangunan pelabuhan telah menyelesaikan salah satu tahapan penting. Pemerintah telah merampungkan pembangunan fasilitas sisi darat dengan anggaran Rp83,75 miliar.
Mahyeldi menyampaikan hal tersebut saat meninjau kawasan Pelabuhan Teluk Tapang, Kamis (5/11/2026).
“Alhamdulillah, tahap demi tahap pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang terus diselesaikan. Hari ini kita meninjau pembangunan sisi darat yang telah selesai dilaksanakan dengan nilai Rp83,75 miliar,” kata Mahyeldi.
Selanjutnya, pemerintah akan melanjutkan pembangunan pada 2027. Agenda tersebut mencakup pembangunan gedung perkantoran dan berbagai fasilitas penunjang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan jalan akses sepanjang tujuh kilometer. Infrastruktur tersebut akan memperlancar mobilitas menuju kawasan pelabuhan.
Teluk Tapang Disiapkan untuk Industri Hilirisasi
Mahyeldi menilai Pelabuhan Teluk Tapang memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian Sumatera Barat. Lokasinya yang strategis di pantai barat Sumatera dapat mendukung aktivitas perdagangan dan distribusi antardaerah.
Pemprov Sumbar juga mengarahkan pengembangan kawasan ini untuk mendukung industri hilirisasi. Salah satu sektor yang menjadi perhatian ialah industri biodiesel berbahan baku minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
“Sumatera Barat memiliki posisi strategis di pantai barat Sumatera. Pengembangan Teluk Tapang akan menjadi pintu masuk investasi sekaligus pusat logistik dan industri yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam daerah,” ujarnya.
Potensi tersebut semakin kuat karena Pasaman Barat merupakan salah satu sentra perkebunan kelapa sawit terbesar di Sumatera Barat. Kehadiran pelabuhan diharapkan mempercepat pengiriman hasil perkebunan dan menekan biaya distribusi.
Selama ini, distribusi sejumlah komoditas masih bergantung pada pelabuhan di luar Sumatera Barat, termasuk Pelabuhan Belawan di Medan. Beroperasinya Teluk Tapang nantinya dapat memberikan alternatif jalur pengiriman yang lebih dekat.
Perkuat Distribusi hingga Sumatera Utara
Manfaat Pelabuhan Teluk Tapang tidak hanya menyasar wilayah Pasaman Barat. Kawasan ini juga berpeluang menjadi simpul logistik bagi daerah lain di sepanjang pantai barat Sumatera.
Salah satu wilayah yang berpotensi memanfaatkan konektivitas tersebut ialah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Dengan dukungan kawasan industri hijau, Teluk Tapang diharapkan mampu menarik investor dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Pengembangan ini juga berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Pada akhirnya, aktivitas ekonomi tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Mahyeldi berharap pembangunan infrastruktur pendukung dapat berjalan sesuai jadwal. Dengan demikian, seluruh fasilitas utama dapat mendukung operasional pelabuhan pada 2028.
“Mudah-mudahan tahun depan pembangunan jalan sepanjang tujuh kilometer, perkantoran, dan fasilitas lainnya juga bisa dilaksanakan, sehingga pada 2028 pelabuhan ini sudah bisa beroperasi,” harap Mahyeldi.
KSOP Teluk Bayur Dukung Target Operasional 2028
Dukungan terhadap percepatan pembangunan juga datang dari Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur, Gamal Sembiring.
Ia menyatakan pembangunan gedung perkantoran pelabuhan masuk dalam rencana pengerjaan pada 2027. Pemerintah akan menggunakan anggaran APBN untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
“Sesuai harapan Bapak Gubernur, mudah-mudahan pada 2028 pelabuhan ini sudah bisa beroperasi. Jika memungkinkan, ke depan fasilitas transportasi seperti kapal penumpang juga dapat disediakan,” ungkap Gamal.
Selain mendukung aktivitas logistik dan industri, Gamal juga membuka peluang pengembangan layanan transportasi penumpang. Kehadiran kapal penumpang nantinya dapat memperluas fungsi Pelabuhan Teluk Tapang dalam menghubungkan wilayah pesisir Sumatera. (*)






