Kemenhaj Hapus Lunas Tunda Ganti, Antrean Haji Khusus Kini Berdasarkan Nomor Porsi

Penulis -

Kamis, 10 September 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Kemenhaj)

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menghapus mekanisme lunas tunda ganti dalam penyelenggaraan haji khusus.

Kebijakan ini bertujuan menutup celah manipulasi antrean dan memastikan keberangkatan jemaah mengikuti nomor urut porsi.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, keputusan tersebut lahir dari evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola haji khusus.

Evaluasi Kemenhaj menemukan celah dalam mekanisme penggantian jemaah yang batal atau menunda keberangkatan.

Celah tersebut memungkinkan oknum Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) mengganti jemaah dengan peserta lain yang tidak sesuai urutan nomor porsi.

“Ketika kami melakukan pembenahan tata kelola haji khusus, kami menemukan adanya permainan terkait lunas tunda ganti. Ada oknum PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) yang memanfaatkan pembatalan atau penundaan keberangkatan jemaah untuk kemudian menggantinya dengan jemaah lain yang tidak sesuai nomor urut atau nomor porsinya,” ujar Dahnil di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Menurut Dahnil, kondisi tersebut membuka peluang terjadinya ketidakadilan dalam antrean haji khusus. Jemaah yang telah menunggu sesuai nomor porsi berisiko kehilangan kesempatan ketika peserta lain masuk melalui mekanisme penggantian.

Tutup celah jual beli kesempatan berangkat

Dahnil menilai mekanisme tersebut juga dapat membuka ruang praktik jual beli kesempatan berangkat haji.

Jemaah yang belum mencapai giliran dapat memperoleh kesempatan lebih cepat. Syaratnya, mereka masuk melalui mekanisme penggantian yang tidak mengikuti urutan porsi.

“Di sinilah muncul ruang untuk praktik jual beli kesempatan berangkat haji. Jemaah yang seharusnya mendapatkan hak berdasarkan nomor porsinya bisa dilewati, sementara jemaah lain yang belum waktunya berangkat dapat dimasukkan sebagai pengganti,” jelasnya.

Kemenhaj menegaskan praktik semacam itu tidak boleh kembali terjadi. Pemerintah ingin memastikan kemampuan membayar atau kesepakatan tertentu tidak menentukan siapa yang lebih dahulu berangkat.

Baca Juga :  CAT PPIH 2027 Digelar Serentak di 35 Titik, 1.344 Peserta Ikuti Seleksi

“Karena itu, kami memastikan tidak boleh lagi ada lunas tunda ganti. Tidak boleh ada ruang untuk memanipulasi antrean jemaah. Yang berhak berangkat adalah jemaah sesuai nomor urut porsinya,” tegas Dahnil.

Kuota kosong mengikuti urutan jemaah

Dengan kebijakan baru tersebut, PIHK tidak bisa sembarangan mengisi kuota yang kosong akibat pembatalan atau penundaan jemaah.

Jika jemaah haji khusus sudah melunasi biaya kemudian membatalkan atau menunda keberangkatan, penggantinya mengikuti urutan dalam sistem sesuai ketentuan yang berlaku.

Mekanisme itu memberikan peluang kepada jemaah pada urutan berikutnya untuk memperoleh kesempatan berangkat. Proses tersebut juga tidak hanya berputar pada jemaah dari PIHK tertentu.

Langkah ini sekaligus memperkuat kepastian hak jemaah berdasarkan nomor porsi. Pemerintah berharap mekanisme tersebut membuat proses pengisian kuota lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Reformasi tata kelola haji khusus

Dahnil mengatakan pembenahan tata kelola haji khusus menjadi bagian dari upaya pemerintah menutup ruang praktik rente dan jual beli antrean.

Menurutnya, negara harus menjamin seluruh jemaah memperoleh perlakuan yang adil dalam proses keberangkatan.

“Kami ingin memastikan haji tidak menjadi ruang untuk praktik rente dan jual beli antrean. Negara harus hadir memberikan keadilan kepada seluruh jemaah. Reformasi tata kelola ini kita lakukan untuk mengembalikan kepercayaan dan memastikan hak jemaah terlindungi,” pungkasnya.

Kemenhaj juga akan memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan haji khusus. Pengawasan mencakup proses pendaftaran, pelunasan, pengisian kuota, hingga keberangkatan jemaah.

Peniadaan lunas tunda ganti menjadi salah satu langkah Kemenhaj untuk membangun tata kelola haji khusus yang transparan dan berkeadilan.

Kebijakan tersebut sekaligus menegaskan bahwa nomor porsi menjadi dasar utama dalam menentukan kesempatan keberangkatan jemaah haji khusus. (*)

Baca Juga :  Penyediaan Akomodasi, Konsumsi, dan Transportasi Jemaah Haji Masuki Tahap Akhir

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru