Kemenhaj Kaji Maskapai Alternatif untuk Tekan Biaya Haji 2027

Penulis -

Selasa, 22 September 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj RI Ian Heriawan. (Foto: Kemenhaj)

Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj RI Ian Heriawan. (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI tengah mengkaji penggunaan maskapai alternatif untuk penerbangan jemaah haji 1448 H/2027 M.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan biaya penerbangan yang menyumbang sekitar 40 persen dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj RI Ian Heriawan mengatakan pemerintah masih bernegosiasi dengan sejumlah maskapai. Pemerintah menargetkan biaya penerbangan yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas layanan bagi jemaah.

“Kita sudah negosiasi berulang-ulang. Kita melakukan rapat offline, online juga. Terus kita upayakan dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ada finalisasi,” ujar Ian di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Biaya Penerbangan Jadi Fokus Pembahasan BPIH

Ian menjelaskan, besarnya porsi penerbangan membuat komponen tersebut menjadi salah satu penentu utama nilai BPIH 2027.

“Sekarang yang menjadi konsen itu masalah penerbangan. Penerbangan ini cukup tinggi, 40 persen dari BPIH. Sehingga kalau penerbangan bisa turun, otomatis BPIH bisa turun,” katanya.

Karena itu, Kemenhaj membuka kemungkinan melibatkan maskapai lain yang menawarkan tarif lebih kompetitif. Namun, pemerintah masih akan menghitung skema tersebut secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

“Untuk mempertimbangkan maskapai lain yang memiliki harga yang lebih kompetitif, itu akan menjadi salah satu bahasan. Tapi akan kita hitung secara cermat,” kata Ian.

Kemenhaj Pertimbangkan Pelayanan dan Keamanan Jemaah

Menurut Ian, tarif penerbangan bukan satu-satunya faktor dalam menentukan maskapai. Pemerintah juga harus memastikan skema yang dipilih mampu mendukung pelayanan, kenyamanan, dan keamanan jemaah selama perjalanan haji.

“Kalau salah menghitung, salah mengkalkulasi, dampaknya akan kepada pelayanan jemaah. Karena itu kita hitung secara cermat,” ujarnya.

Untuk mendapatkan skema yang tepat, Kemenhaj telah melakukan sejumlah simulasi. Perhitungan tersebut mencakup alokasi penerbangan di sejumlah embarkasi serta pembagian porsi penerbangan antar-maskapai.

Baca Juga :  Kemenhaj Larang City Tour Jemaah Haji Sebelum Armuzna, Fokus Jaga Kesehatan dan Stamina

Selain tarif yang ditawarkan maskapai, pemerintah turut memperhitungkan harga avtur dan nilai tukar. Kedua faktor tersebut dapat memengaruhi besaran biaya penerbangan dalam penyelenggaraan haji.

Komponen BPIH Lain Hampir Rampung

Di sisi lain, pembahasan biaya pelayanan dalam negeri dan layanan luar negeri telah memasuki tahap akhir. Kondisi tersebut membuat biaya penerbangan menjadi salah satu komponen yang masih menentukan angka final BPIH.

Kemenhaj tetap berupaya menekan BPIH dari usulan awal yang telah dibahas bersama DPR RI. Namun, pemerintah belum dapat menetapkan angka final karena negosiasi dengan maskapai masih berlangsung.

“Kalau angka yang tepat, sebetulnya kita masih belum bisa putuskan. Karena tergantung nanti di maskapai. Kalau itu bisa turun, BPIH bisa turun,” ujar Ian.

Pembahasan BPIH Ditargetkan Rampung September

Pembahasan BPIH bersama Panja Komisi VIII DPR RI masih berjalan. Pemerintah berharap pembahasan tersebut menghasilkan kesepakatan pada akhir September 2026.

Setelah mencapai kesepakatan, pemerintah akan melanjutkan proses menuju penetapan BPIH untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.

“Kita upayakan di bulan ini. Mudah-mudahan akhir bulan sudah terbit,” pungkas Ian. (*)

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB