Javanusa.com—Memilih tangga dibandingkan lift atau eskalator ternyata bisa menjadi kebiasaan sederhana untuk menjaga kebugaran. Aktivitas ini membantu membakar kalori, memperkuat otot, hingga mendukung kesehatan jantung.
Kesibukan sering membuat orang kesulitan menyediakan waktu khusus untuk berolahraga. Padahal, aktivitas fisik dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana dalam rutinitas sehari-hari.
Salah satunya dengan memilih tangga saat berada di kantor, pusat perbelanjaan, atau fasilitas umum lainnya. Para ahli dari McMaster University menyebut aktivitas naik tangga sebagai pilihan olahraga yang praktis bagi orang dengan waktu terbatas.
Gerakan tersebut membuat tubuh bekerja lebih aktif dibandingkan ketika seseorang hanya menggunakan lift atau eskalator. Lantas, apa saja manfaat naik tangga bagi kesehatan?
1. Membantu membakar kalori
Naik tangga dapat meningkatkan pengeluaran energi dalam waktu relatif singkat. Sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas ini mampu membakar kalori lebih banyak per menit dibandingkan jogging.
Aktivitas tersebut juga membakar sekitar 8 hingga 9 kali lebih banyak kalori dibandingkan duduk. Angkanya sekitar tujuh kali lebih tinggi dibandingkan ketika seseorang menggunakan lift.
Pembakaran kalori tidak berhenti ketika seseorang mulai menuruni tangga. Tubuh tetap menggunakan energi, meskipun jumlahnya lebih rendah dibandingkan saat menaiki tangga.
Secara sederhana, setiap 10 langkah naik dapat membakar sekitar satu kalori. Sementara itu, seseorang membutuhkan sekitar 20 langkah turun untuk membakar jumlah kalori yang sama.
Karena itu, kebiasaan naik-turun tangga dapat membantu meningkatkan aktivitas fisik harian. Bagi orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas, aktivitas ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan pembakaran energi.
2. Berpotensi menurunkan risiko stroke
Manfaat lain dari aktivitas naik tangga berkaitan dengan kesehatan pembuluh darah dan sistem kardiovaskular.
Harvard Alumni Health Study meneliti lebih dari 11.000 pria untuk melihat hubungan aktivitas fisik dengan risiko stroke. Hasil penelitian menunjukkan pria yang rutin naik tangga tiga hingga lima kali setiap minggu memiliki risiko stroke jangka panjang 29 persen lebih rendah.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas fisik sederhana tetap dapat memberikan manfaat bagi kesehatan apabila dilakukan secara rutin.
3. Mendukung kesehatan jantung
Naik tangga membuat jantung dan paru-paru bekerja lebih aktif. Kondisi tersebut membantu meningkatkan kebugaran kardiorespirasi dan mendukung sirkulasi darah dalam tubuh.
Aktivitas fisik secara rutin juga berkaitan dengan kesehatan jantung yang lebih baik. Karena itu, kebiasaan memilih tangga dapat menjadi bagian dari pola hidup aktif.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation pada 2015 juga menemukan hubungan antara kebugaran kardiorespirasi dan risiko kematian. Kebiasaan naik tangga dilaporkan berkaitan dengan penurunan risiko kematian hingga 38 persen.
Jika dikombinasikan dengan aktivitas aerobik secara rutin, peningkatan kebugaran tersebut bahkan berpotensi menambah harapan hidup hingga tiga tahun.
4. Membantu memperkuat otot
Saat menaiki tangga, sejumlah kelompok otot bekerja secara bersamaan. Otot kaki menjadi bagian utama yang menopang tubuh, tetapi otot punggung dan lengan juga ikut terlibat dalam menjaga keseimbangan serta pergerakan.
Aktivitas tersebut membuat sistem otot dan tulang tetap aktif. Dalam jangka panjang, kebiasaan bergerak secara rutin dapat membantu menjaga kekuatan tubuh dan mengurangi risiko pengeroposan tulang.
Naik tangga juga meningkatkan penggunaan energi oleh tubuh. Kondisi ini membantu proses pembakaran kalori dan dapat mendukung pengelolaan berat badan.
Bagi penderita diabetes, aktivitas fisik seperti naik tangga juga dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Kontraksi otot rangka meningkatkan penggunaan glukosa sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap lebih stabil.
5. Mengurangi kebiasaan malas bergerak
Kemudahan teknologi membuat berbagai aktivitas sehari-hari semakin minim gerakan. Lift, eskalator, kendaraan, dan layanan digital memang menawarkan kepraktisan, tetapi juga dapat mengurangi aktivitas fisik.
Kondisi kurang bergerak atau sedentary lifestyle menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan berat badan.
Memilih tangga menjadi salah satu cara sederhana untuk menambah aktivitas fisik tanpa membutuhkan peralatan khusus. Kebiasaan ini juga tidak memerlukan biaya seperti ketika seseorang berolahraga di pusat kebugaran.
Karena itu, mulai membiasakan diri menggunakan tangga dapat menjadi langkah kecil menuju gaya hidup yang lebih aktif. Namun, orang dengan kondisi kesehatan tertentu sebaiknya menyesuaikan intensitas aktivitas dengan kemampuan fisiknya.
Jadikan naik tangga sebagai kebiasaan
Naik tangga bukan sekadar alternatif ketika lift atau eskalator sedang penuh. Aktivitas sederhana ini dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori, menjaga kebugaran jantung, memperkuat otot, serta menambah aktivitas fisik harian.
Kuncinya terletak pada konsistensi. Jika kondisi tubuh memungkinkan, memilih tangga dalam aktivitas sehari-hari dapat menjadi salah satu cara praktis untuk menerapkan gaya hidup lebih aktif. (*)






