Presiden Prabowo Minta Biaya Haji Tetap Ringan, Tata Kelola Keuangan Akan Diaudit Forensik

Penulis -

Rabu, 30 September 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menhaj Mochamad Irfan Yusuf dan Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Menhaj Mochamad Irfan Yusuf dan Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta, Javanusa—Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah memastikan biaya yang harus ditanggung jemaah haji tetap terjangkau. Tak hanya itu, Pemerintah juga mendorong pembenahan tata kelola keuangan haji secara menyeluruh.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat menerima Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Menteri Haji dan Umrah mengatakan pemerintah kini mencari skema pembiayaan yang dapat menjaga beban jemaah tetap ringan. Hal itu perlu dilakukan meski terdapat perubahan pada sejumlah komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji.

“Pada prinsipnya, Presiden mengatakan jangan sampai memberatkan jemaah. Karena itu, kami mencari formulasi bagaimana, walaupun ada perubahan angka-angka, jemaah tidak mendapatkan beban yang cukup besar,” kata Menhaj.

Komposisi Bipih dan Nilai Manfaat

Salah satu opsi yang dibahas berkaitan dengan komposisi Bipih dan nilai manfaat. Bipih merupakan biaya yang dibayar langsung oleh jemaah dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Presiden menyarankan komposisi sekitar 52 persen Bipih dan 48 persen nilai manfaat. Skema tersebut menjadi salah satu formulasi yang dibahas untuk menekan beban biaya yang harus dibayar jemaah.

Di sisi lain, Prabowo juga meminta pembenahan ekosistem haji dan umrah. Pemerintah mendapat arahan untuk memberantas praktik kartel, pelanggaran, serta kecurangan yang dapat merugikan calon jemaah.

Menhaj menyebut Presiden mengapresiasi langkah Kementerian Haji dan Umrah dalam melakukan pembenahan tersebut.

“Beliau sangat mengapresiasi upaya kita dalam rangka membersihkan ekosistem haji maupun umrah dari kartel-kartel, dari beberapa pelanggaran dan kecurangan yang semuanya bermuara pada kerugian bagi calon jemaah. Istilah beliau, sapu sajalah semua kartel-kartel dan mafia-mafia yang terkait dengan haji dan umrah,” ujar Menhaj.

Baca Juga :  Kloter 7 Tutup Pemberangkatan Haji Gelombang I Embarkasi Padang ke Madinah
Presiden Dorong Audit Forensik Keuangan Haji

Selain persoalan biaya, Presiden memberi perhatian khusus pada tata kelola keuangan haji di bawah Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Presiden ingin memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi pengelolaan keuangan haji. Karena itu, Presiden mendorong pelaksanaan audit forensik.

“Presiden ingin tahu fakta sebenarnya seperti apa kondisi keuangan haji. Presiden tadi mendorong supaya segera dilakukan audit forensik terhadap tata kelola keuangan haji agar lebih baik untuk masa depan jemaah haji,” tegas Wamenhaj.

Hasil audit tersebut nantinya menjadi pijakan untuk melakukan rekonstruksi tata kelola keuangan haji. Pemerintah mengarahkannya pada sistem yang lebih akuntabel dan berkelanjutan.

Untuk pelaksanaannya, Kementerian Haji dan Umrah akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Salah satunya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Validasi Data Mengubah Gambaran Masa Tunggu Haji

Pembenahan pemerintah juga mencakup data jemaah dan sistem antrean haji. Validasi terhadap sekitar 5,7 juta data jemaah menemukan sekitar 400 ribu data yang tidak valid.

Temuan tersebut turut memengaruhi gambaran mengenai masa tunggu jemaah. Berdasarkan kondisi faktual, rata-rata masa tunggu jemaah yang berangkat tahun ini berada di angka sekitar 14 tahun.

“Antrean faktualnya sekarang 14 tahun, sesuai dengan perintah Presiden mencari formula dan membereskan data-data yang invalid,” ungkap Dahnil.

Dengan berbagai pembenahan tersebut, pemerintah ingin memastikan penyelenggaraan haji berjalan lebih transparan. Fokusnya mencakup biaya jemaah, tata kelola keuangan haji, kebersihan ekosistem haji dan umrah, serta akurasi data antrean.

Langkah tersebut juga untuk memastikan kebijakan penyelenggaraan haji ke depan memiliki dasar data yang lebih valid dan tata kelola keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan. (*)

Baca Juga :  Pemerintah Intensifkan Pendampingan Kepulangan Jemaah Umrah di Bandara Jeddah, 14.796 Jemaah Sudah Kembali

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Berita Terbaru

XLSMART membawa program Sisternet ke W20 USA 2026 untuk memperkuat keterampilan digital dan ekonomi perempuan Indonesia. (Foto: XLSMART)

Ekonomi Bisnis

XLSMART Bawa Solusi Pemberdayaan Perempuan Indonesia ke W20 USA 2026

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:21 WIB

Pemko Padang menargetkan 523 unit hunian tetap rampung pada 2027. Pembangunan tersebar di Balai Gadang, Sungkai, dan Kampung Lalang. (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:12 WIB