Javanusa.com— Olahraga umumnya membuat tubuh lebih bugar, tetapi tidak sedikit orang yang justru merasa lemas dan mengantuk setelah selesai berlatih.
Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan pemulihan atau mengalami kekurangan energi.
Berikut beberapa faktor mengapa tubuh terasa lemas dan ingin tidur setelah berolahraga. Berikut penjelasannya.
1. Olahraga Terlalu Berat Menguras Energi
Salah satu penyebab paling umum adalah intensitas latihan yang berlebihan. Saat berolahraga, tubuh menggunakan energi dari adenosine triphosphate (ATP) agar otot dapat terus bekerja dan berkontraksi.
Semakin lama dan semakin berat latihan yang dilakukan, semakin besar pula cadangan energi yang terkuras. Akibatnya, tubuh membutuhkan waktu lebih banyak untuk pemulihan sehingga rasa lelah dan kantuk lebih mudah muncul, terutama pada orang yang belum terbiasa berolahraga secara rutin.
2. Dehidrasi Membuat Tubuh Cepat Lelah
Kehilangan cairan saat berolahraga juga dapat memicu rasa kantuk. Produksi keringat yang meningkat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan, sehingga risiko dehidrasi ikut bertambah.
Menurut University of Utah, dehidrasi dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur suhu. Kondisi ini membuat suhu tubuh dan denyut jantung meningkat, yang pada akhirnya memicu kelelahan setelah berolahraga.
3. Gula Darah Menurun Setelah Aktivitas Fisik
Tubuh memanfaatkan glikogen yang tersimpan di hati dan otot sebagai sumber energi selama berolahraga. Setelah latihan selesai, tubuh berupaya mengisi kembali cadangan energi tersebut dengan menggunakan glukosa dari aliran darah.
Jika aktivitas fisik berlangsung sangat intens, kadar gula darah dapat turun cukup signifikan. Penurunan ini berpotensi menimbulkan hipoglikemia yang ditandai dengan tubuh lemas, kurang bertenaga, dan munculnya rasa kantuk beberapa jam setelah olahraga.
4. Perubahan Suhu Tubuh Memicu Kantuk
Peningkatan suhu tubuh merupakan respons alami saat berolahraga. Namun setelah aktivitas fisik berakhir, suhu tubuh akan kembali menurun.
Menurut Sleep Foundation, proses penurunan suhu tersebut mirip dengan mekanisme alami tubuh menjelang waktu tidur. Otak dapat menangkap sinyal tersebut sebagai tanda untuk beristirahat, sehingga rasa kantuk lebih mudah muncul setelah olahraga selesai.
5. Kurang Tidur Menurunkan Daya Tahan Tubuh
Kualitas tidur yang buruk juga berperan besar terhadap munculnya kantuk setelah berolahraga. Saat tubuh tidak memperoleh waktu istirahat yang cukup, energi yang tersedia sejak awal sudah berkurang.
Ketika kondisi tersebut dipadukan dengan aktivitas fisik, tubuh akan bekerja lebih keras. Akibatnya, rasa lelah menjadi lebih cepat muncul. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Medicine Clinics juga menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menurunkan performa olahraga sekaligus meningkatkan risiko cedera.
6. Pola Makan yang Tidak Tepat
Asupan makanan sebelum dan sesudah olahraga turut memengaruhi kondisi tubuh. Kurangnya asupan makanan sebelum latihan dapat menyebabkan kadar gula darah turun sehingga tubuh mudah lemas.
Sebaliknya, makan dalam porsi terlalu besar setelah berolahraga juga dapat memicu rasa kantuk. Saat proses pencernaan berlangsung, aliran darah lebih banyak diarahkan ke sistem pencernaan. Kondisi ini membuat tubuh cenderung merasa rileks dan mengantuk.
Cara Mengatasi Kantuk Setelah Olahraga
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa kantuk setelah berolahraga.
Pertama, sesuaikan intensitas latihan dengan kemampuan tubuh. Bagi pemula, peningkatan beban latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh memiliki waktu beradaptasi.
Kedua, pastikan kebutuhan cairan tercukupi sebelum, selama, dan setelah olahraga. Hidrasi yang baik membantu menjaga fungsi tubuh tetap optimal.
Ketiga, konsumsi makanan bergizi yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein dalam jumlah seimbang. Hindari berolahraga dalam kondisi perut kosong maupun makan berlebihan setelah latihan.
Selain itu, usahakan tidur selama 7 hingga 8 jam setiap malam. Istirahat yang cukup membantu proses pemulihan sekaligus menjaga performa fisik tetap optimal.
Pada umumnya, rasa kantuk setelah olahraga merupakan kondisi yang normal dan tidak berbahaya. Namun, jika keluhan muncul terus-menerus atau disertai gejala lain yang mengganggu, konsultasi dengan tenaga medis dapat menjadi langkah yang tepat. (*/red)






