7 Manfaat Klorofil untuk Kesehatan, Benarkah Efektif Menurunkan Berat Badan?

Penulis -

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minuman klorofil. (Foto: AI Generate)

Minuman klorofil. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Suplemen klorofil sempat menjadi tren karena diklaim mampu membantu menurunkan berat badan hingga menjaga kesehatan kulit.

Namun, apakah manfaat tersebut benar-benar didukung penelitian? Sejumlah studi menunjukkan klorofil memang memiliki potensi bagi kesehatan, meski sebagian besar bukti ilmiahnya masih memerlukan penelitian lanjutan.

Apa Itu Klorofil?

Klorofil merupakan pigmen alami yang memberikan warna hijau pada tumbuhan. Senyawa fitonutrien ini berada di dalam kloroplas, yaitu bagian sel tanaman yang menjadi tempat berlangsungnya proses fotosintesis.

Dalam proses tersebut, klorofil menyerap energi cahaya matahari. Energi itu kemudian digunakan tanaman untuk mengubah air dan karbon dioksida menjadi glukosa sebagai sumber energi, sekaligus menghasilkan oksigen yang dilepaskan ke atmosfer.

Seiring meningkatnya popularitas suplemen herbal, klorofil kini banyak dipasarkan sebagai produk kesehatan. Meski demikian, manfaatnya bagi manusia masih terus diteliti.

Berbagai Manfaat Klorofil Menurut Penelitian

1. Berpotensi Membantu Menurunkan Berat Badan

Salah satu klaim paling populer mengenai klorofil berkaitan dengan penurunan berat badan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Functional Foods menemukan bahwa ekstrak bayam yang kaya klorofil mampu menghambat kenaikan berat badan pada tikus. Selain itu, ekstrak tersebut membantu mengontrol kadar gula darah dan mengubah komposisi bakteri usus.

Hasil tersebut menunjukkan klorofil berpotensi mendukung pengelolaan berat badan. Namun, penelitian pada manusia masih diperlukan untuk memastikan efektivitasnya.

2. Membantu Mengurangi Bau Badan

Sejumlah penelitian terdahulu juga mengaitkan klorofil dengan kemampuan mengurangi bau badan, terutama pada penderita trimethylaminuria atau sindrom bau ikan.

Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak mampu memecah trimetilamin sehingga menimbulkan aroma tubuh yang khas. Walaupun hasil awal cukup menjanjikan, bukti ilmiah yang tersedia masih terbatas.

Baca Juga :  Kurang Tidur Bisa Picu Gangguan Mental, Ini Dampaknya pada Emosi dan Fungsi Otak
3. Berpotensi Mempercepat Penyembuhan Luka

Peneliti juga menilai klorofil memiliki sifat antiradang dan antibakteri yang dapat mendukung proses penyembuhan luka.

Sebuah penelitian dalam jurnal Pharmaceutics mengembangkan gel yang mengandung Spirulina sebagai sumber klorofil, minyak Copaifera reticulata, dan campuran polimer.

Hasil uji menunjukkan formulasi tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, sekaligus mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi ukurannya pada hewan percobaan.

4. Berpotensi Mencegah Kekurangan Sel Darah Merah

Penelitian dalam Pharmacognosy Journal menemukan bahwa klorofil dari daun katuk meningkatkan kadar hemoglobin dan ferritin pada tikus.

Hemoglobin berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, sedangkan ferritin berperan sebagai cadangan zat besi. Temuan ini menunjukkan klorofil berpotensi membantu pembentukan sel darah merah, meski manfaatnya pada manusia belum dapat dipastikan.

5. Memiliki Potensi Melawan Kanker

Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan klorofil dapat memberikan perlindungan terhadap perkembangan kanker.

Riset yang diterbitkan dalam Oxidative Medicine and Cellular Longevity melaporkan bahwa ekstrak klorofil berpotensi meningkatkan perlindungan terhadap kanker pankreas. Senyawa ini juga diduga membantu melawan radikal bebas yang dapat memicu mutasi genetik.

Meski demikian, penelitian lanjutan masih dibutuhkan sebelum manfaat tersebut dapat diterapkan dalam praktik klinis.

6. Membantu Mengurangi Jerawat

Klorofil juga mulai dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit.

Studi kecil yang dimuat dalam Journal of Drugs in Dermatology melibatkan 10 peserta dengan jerawat ringan hingga sedang. Setelah menggunakan gel klorofil selama tiga minggu, peserta mengalami penurunan jumlah jerawat sekaligus perbaikan tampilan pori-pori.

Penelitian lain menunjukkan kombinasi gel klorofil dengan fototerapi memberikan hasil lebih baik dibandingkan fototerapi saja dalam mengurangi minyak berlebih dan tingkat keparahan jerawat.

7. Berpotensi Mengurangi Tanda Penuaan Dini

Selain membantu mengatasi jerawat, klorofil juga dinilai berpotensi menjaga kesehatan kulit dari efek paparan sinar matahari.

Baca Juga :  Bukan Debu Biasa, Ini Bahaya Abu Vulkanik bagi Pernapasan, Mata dan Kulit

Penelitian dalam Clinical, Cosmetic, and Investigational Dermatology menunjukkan penggunaan gel klorofil selama 12 hari mampu memperbaiki tanda-tanda penuaan dini pada sampel kulit empat perempuan sehat.

Hasilnya bahkan menunjukkan perbaikan yang menyerupai efek tretinoin, krim yang umum digunakan untuk mengatasi penuaan kulit.

Makanan yang Mengandung Klorofil

Selain tersedia dalam bentuk suplemen, klorofil dapat diperoleh secara alami dari berbagai sayuran hijau.

Beberapa sumber klorofil yang baik antara lain bayam, sawi hijau, spirulina, alfalfa, peterseli, brokoli, kubis hijau, asparagus, kacang hijau, kacang polong, serta matcha.

Bahan pangan tersebut juga kaya vitamin, mineral, dan antioksidan yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Efek Samping Suplemen Klorofil

Meski tergolong aman, konsumsi suplemen klorofil tetap dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang.

Keluhan yang paling sering dilaporkan meliputi diare, sembelit, serta perubahan warna feses menjadi hijau, kuning, atau hitam. Sebagian pengguna juga mengalami kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari sehingga lebih mudah terbakar.

Selain itu, reaksi alergi juga dapat terjadi meski jarang. Gejalanya meliputi ruam, gatal, pembengkakan pada wajah atau leher, nyeri tenggorokan, sesak napas, hingga rasa gatal di dalam mulut.

Jika muncul tanda-tanda tersebut, segera hentikan penggunaan suplemen dan konsultasikan dengan dokter. Konsultasi juga disarankan sebelum mengonsumsi suplemen herbal, terutama bagi orang yang memiliki penyakit tertentu atau sedang menjalani pengobatan. (*/red)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru