Kenalkan Kembali WTBOS sebagai Warisan Dunia, Galanggang Arang #8 Dibuka di Padang Panjang

Penulis -

Selasa, 6 Agustus 2024 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Galanggang Arang #8 resmi dibuka di Stasiun Kereta Api Kota Padang Panjang, Selasa (6/8/2024). (Foto: Diskominfo Padang Panjang)

Galanggang Arang #8 resmi dibuka di Stasiun Kereta Api Kota Padang Panjang, Selasa (6/8/2024). (Foto: Diskominfo Padang Panjang)

Padang Panjang, Javanusa—Puluhan siswa dan masyarakat antusias saksikan kegiatan Galanggang Arang #8 yang berlangsung di Stasiun Kereta Api Kota Padang Panjang, Selasa (6/8/2024).

Galanggang Arang resmi dibuka ditandai dengan pemukulan Gandang Tambua oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK), Direktorat Jenderal Kebudayaan, Irini Dewiwaanti, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Dr. Winarno, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III, Undri.

Kegiatan ini digelar untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda dan masyarakat Padang Panjang tentang Warisan Tambang Batu Bara Ombilin-Sawahlunto (WTBOS) yang 2019 lalu telah ditetapkan  UNESCO sebagai warisan dunia.

Irini Dewiwaanti sangat mengapresiasi kegiatan Galanggang Arang ini karena bisa mengenalkan kepada anak-anak generasi penerus bahwasan WTBOS ini adalah warisan dunia yang harus dirawat dengan baik.

Kota Padang Panjang merupakan salah satu dari tujuh daerah yang ikut terlibat dalam warisan ini. Daerah lain yang terlibat yaitu Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang Panjang yang telah menunjukan komitmennya untuk menjaga WTBOS serta berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan Galanggang Arang ini,” katanya.

Irini berharap kepada masyarakat yang ada di sekitar rel kereta api untuk menjaga dan melindungi warisan budaya dunia ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat dan bisa memajukan kebudayaan yang ada di dunia.

Sementara itu Winarno menyampaikan, Galanggang Arang adalah sebuah inisiatif yang digelar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK), Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Galanggang Arang digelar melalui kolaborasi dengan delapan Pemerintah Daerah di Provinsi Sumatera Barat, yakni Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Sawahlunto, serta Kabupaten Sijunjung. Inisiatif didukung Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), PT KAI, PT BA, dan PT Pelindo.

Baca Juga :  Jambore GTK Hebat 2024 Dorong Inovasi Pendidikan di Sumbar

Pada hari ini, Kota Padang Panjang sebagai penyelenggara Galanggang Arang di tahun kedua dengan tema “Anak Nagari Merawat Warisan Dunia”.

Tujuannya mengundang partisipasi yang lebih besar dari segenap komponen masyarakat Sumatera Barat untuk merawat properti dan atribut Warisan Dunia WTBOS dengan berbagai cara.

“Dengan upaya bersama untuk merawat  WTBOS adalah inisiatif pemanfaatannya sebagai sumber pengetahuan, ruang publik dan juga sumber penciptaan karya-karya budaya baru,” sampainya.

Sementara itu Kurator Galanggang Arang, Dr. Dede Pramayoza menyampaikan, kegiatan ini diadakan dengan tujuan memperkenalkan kembali kepada masyarakat Padang Panjang bahwasannya ini adalah warisan dunia yang sudah diakui UNESCO.

Khusus tahun ini kegiatan Galanggang Arang diadopsi dengan delapan bentuk kegiatan. Di antaranya dialog kebudayaan, workshop, pemutaran film kebudayaan, permainan anak nagari, makan bajamba, jelajah, diskusi serta tampilan panggung pertunjukan.

“Kita berharap kegiatan ini akan terus kita galakkan dan ke depan semakin maju lagi budaya di Padang Panjang,” tuturnya.

Turut hadir Kepala PT KAI Divisi Regional II, Ka Subbag Balai Teknis Perkeretaapian, direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat, ketua Tim Kerja Penguatan Ekosistem, Forkopimda, Kerapatan Adat Nagari, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, Pj Ketua PKK, Pj Ketua Dharma Wanita Persatuan dan undangan lainnya. (*/jn02)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terbaru