Rusia Minat Investasi Kilang dan Storage Minyak di Indonesia, Siap Perkuat Ketahanan Energi RI

Penulis -

Senin, 20 April 2026 - 05:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers. (Foto: Kementerian ESDM)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers. (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah Indonesia mempercepat diversifikasi pasokan energi sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur strategis minyak dan gas bumi (migas), seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan energi global.

Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil. Rusia menyatakan minat untuk membangun kilang minyak dan fasilitas penyimpanan (storage) di Indonesia.

Inisiatif ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang sekaligus menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan komitmen Rusia merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Ya, kemarin seperti yang saya sampaikan di istana atas arahan Bapak Presiden, saya diminta untuk menindaklanjuti pertemuan dari dua pemimpin, Presiden Prabowo sama Presiden Putin dan dalam pertemuan saya dengan Menteri Energi dan Pemerintahan Rusia itu telah disepakati bahwa kita akan mendapat support dari Rusia,” ujar Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (17/4).

Konsumsi Tinggi, Produksi Masih Terbatas

Di sisi lain, kebutuhan energi nasional masih tinggi. Konsumsi BBM Indonesia saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari atau setara 39–40 juta kiloliter (KL) per tahun. Namun, produksi minyak domestik baru berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

Kondisi ini membuat Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1 juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, pemerintah mendorong peningkatan kapasitas kilang melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Selain itu, pemerintah juga akan mengimplementasikan mandatori biodiesel 50 persen (B50) mulai Juli 2026.

“Sekarang bensin itu kita impor, totalnya konsumsi kita kan hampir 39–40 juta kiloliter (KL). Dari situ produksi dalam negeri kita sebelum ada RDMP Balikpapan itu kan 14,3 juta KL. Penambahan RDMP Balikpapan itu kan 5,6–5,7 juta KL, jadi hampir 20 juta kiloliter, berarti impor kita tinggal 50 persen,” ungkap Bahlil.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan Pasokan Energi Aman, Harga BBM Subsidi Tidak Berubah
Skema Kerja Sama Masih Dimatangkan

Sementara itu, terkait rencana investasi Rusia, pemerintah masih mematangkan skema kerja sama. Opsi yang dipertimbangkan mencakup mekanisme antarpemerintah (government to government/G2G) maupun antarpelaku usaha (business to business/B2B).

“Itu salah satu poin yang kemarin kita bicarakan, bahwa memang ada beberapa investasi mereka yang sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu ada 1–2 putaran lagi dengan kami, khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan,” ujar Bahlil pada Kamis (16/4) di Istana Negara.

Bahlil menegaskan bahwa rencana investasi ini berbeda dengan proyek Kilang Tuban yang merupakan kerja sama antara PT Pertamina dan perusahaan Rusia, Rosneft Oil Company. Ia menyebutkan, skala proyek yang tengah dijajaki saat ini tidak sebesar Kilang Tuban.

Perkuat Cadangan dan Stabilitas Energi

Pembangunan kilang dan fasilitas storage dinilai krusial dalam meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional. Selain itu, infrastruktur tersebut juga akan memperkuat fleksibilitas pasokan energi serta meredam dampak volatilitas pasar global terhadap pasokan dan harga di dalam negeri.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap ketahanan energi Indonesia semakin kokoh di tengah dinamika pasar energi dunia. (*/red)

Berita Terkait

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:57 WIB

Berbagi Pengalaman di Unand, Fadly Amran Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Berintegritas dan Peduli Sesama

Senin, 14 September 2026 - 20:33 WIB

Dies Natalis ke-70 Unand, Mahyeldi Minta Riset Tak Berhenti di Publikasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Buka PKKMB PNP 2026, Fadly Amran Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi dan Kejar Prestasi

Senin, 2 Maret 2026 - 08:06 WIB

Cegah Sejak Dini, FK Unbrah Edukasi Mahasiswa Baru tentang Bahaya Infeksi Menular Seksual

Jumat, 15 November 2024 - 07:02 WIB

Dosen PA Unbrah dan RSUD dr. Rasidin Padang Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis

Senin, 4 November 2024 - 15:15 WIB

FK Unbrah Edukasi Masyarakat Padang Pariaman tentang Diabetes Melitus

Berita Terbaru