Solsel, Javanusa—Pemkab Solok Selatan (Solsel) terus memperkuat komitmen untuk mendorong pelaku UMKM dan IKM agar berkembang.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar Pelatihan Teknis Pembuatan Kue Tampah sebagai langkah percepatan UMKM naik kelas. Kegiatan yang digelar Dinas Perindagkop dan UKM ini berlangsung di Aula Hotel Pesona Alam Sangir, Rabu (6/5/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan (Sekda Solsel), Drs. H. Syamsurizaldi menegaskan peran strategis UMKM dan IKM. Sektor ini terbukti mampu bertahan dalam berbagai krisis ekonomi, termasuk krisis 1998 dan pandemi Covid-19.
Pemerintah menilai ketahanan tersebut perlu dukungan kebijakan yang berpihak. Selain itu, pembinaan berkelanjutan dan akses permodalan juga harus diperkuat melalui sinergi dengan perbankan, BUMN, dan swasta.
Program Prioritas dan Arah Pembangunan Daerah
Sekda menyampaikan pemberdayaan UMKM dan IKM menjadi program unggulan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan periode 2025–2030. Program ini ditujukan untuk mewujudkan daerah yang lebih maju dan sejahtera.
Komitmen tersebut juga tercantum dalam RPJMD Kabupaten Solok Selatan 2025–2029. Fokusnya berada pada peningkatan ekonomi kerakyatan dan daya saing daerah. Karena itu, UMKM menjadi prioritas utama pembangunan.
Data dan Sentra IKM di Solsel
Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat 1.567 unit Industri Kecil Menengah (IKM) di Solok Selatan. Rinciannya terdiri dari 791 IKM agro atau pangan dan 776 IKM non agro.
Sejumlah sentra IKM juga telah berkembang di berbagai wilayah. Di antaranya sentra olahan durian di Nagari Lubuk Gadang Utara Kecamatan Sangir. Ada juga sentra makanan ringan di Kecamatan Pauh Duo. Selain itu, terdapat sentra pengolahan kopi di Kecamatan Sangir. (*/red)






