Madinah, Javanusa—Semangat menunaikan ibadah haji tetap terpancar dari Mardijiyono meski usianya telah mencapai 103 tahun.
Jemaah asal Indonesia yang akrab disapa Mbah Mardi itu berangkat dari Madinah menuju Makkah menggunakan kursi roda untuk menjalani umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Mbah Mardi berangkat bersama kloter YIA 9 dari Hotel Makarem Haram View Suites Madinah pada Senin sore sekitar pukul 16.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Petugas mendampingi proses keberangkatannya hingga menuju bus rombongan.
Sejak sekitar pukul 15.30 WAS atau menjelang salat Ashar, Mbah Mardi sudah berada di dalam bus bersama sejumlah jemaah lanjut usia lainnya.
Mereka menunggu proses keberangkatan menuju Makkah, sementara sebagian jemaah lain masih melaksanakan salat Ashar di Masjid Nabawi.
Petugas membantu mobilitas Mbah Mardi mulai dari hotel hingga naik ke bus yang membawa rombongan menuju Bir Ali untuk mengambil miqat dan niat ihram.
Kloter Berangkat Lebih Cepat
Ketua Sektor 1 Madinah, Ramlan Sudarto, mengatakan kloter YIA 9 berangkat lebih cepat dari jadwal semula karena seluruh jemaah telah siap diberangkatkan.
“Kalau semua jemaah sudah masuk bus, jumlahnya sudah dicek dan siap berangkat, maka lebih baik diberangkatkan lebih awal agar tidak terlalu lama menunggu di dalam bus,” ujar Ramlan, Rabu (13/5/2026).
Rombongan YIA 9 dijadwalkan singgah di Masjid Dzulhulaifah atau Bir Ali untuk mengambil niat ihram sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah.
Jemaah yang mampu dapat melaksanakan salat sunnah di masjid. Sementara itu, jemaah lansia dan pengguna kursi roda tetap berada di dalam bus selama proses pengambilan miqat.
Kondisi Kesehatan Mbah Mardi Stabil
Sebelumnya, Mbah Mardi sempat menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Namun, kondisi kesehatannya kini dinyatakan stabil.
Selama masa pemulihan, Mbah Mardi tetap kooperatif dan memiliki nafsu makan yang baik.
“Makanannya enak, saya suka,” ujar Mbah Mardi singkat.
Selama berada di Madinah, Mbah Mardi juga menjalani sejumlah rangkaian ibadah. Ia melaksanakan salat di Masjid Nabawi serta berziarah ke Raudhah dan makam Rasulullah SAW.
Semangat Jemaah Lansia Indonesia
Di balik tubuh renta yang kini bergantung pada kursi roda, tersimpan semangat dan keteguhan yang menginspirasi. Mbah Mardi mengaku selalu berusaha hidup dengan ikhlas dan bahagia dalam kondisi apa pun. Ia juga menyebut tidak pernah merokok sepanjang hidupnya.
Perjalanan menuju Makkah yang dijalani Mbah Mardi menjadi gambaran semangat jemaah lansia Indonesia dalam memenuhi panggilan haji.
Dengan pendampingan petugas serta perhatian terhadap kondisi kesehatannya, Mbah Mardi kini bersiap menjalani fase terpenting ibadah haji di Tanah Suci. (*/red)






