Kemenperin dan LPEI Dorong Sentra IKM Rendang Payakumbuh Tembus Pasar Ekspor Global

Penulis -

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenperin terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu menembus pasar global. (Foto: Kemenperin)

Kemenperin terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu menembus pasar global. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu menembus pasar global.

Melalui sinergi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Kemenperin memacu pengembangan sentra IKM berbasis potensi daerah melalui program pembinaan terintegrasi, mulai dari penguatan kapasitas usaha hingga akses pasar ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pembinaan berbasis sentra IKM sejalan dengan konsep One Village One Product (OVOP). Konsep tersebut menitikberatkan pengembangan produk unggulan daerah berbasis kearifan lokal.

Menurut Agus, pendekatan itu tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat dan mendorong kemandirian daerah.

“Pendekatan OVOP diarahkan untuk mengangkat potensi unggulan daerah agar mampu menghasilkan produk yang berdaya saing, diterima pasar nasional maupun global, sekaligus memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi daerah,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/5).

Agus menjelaskan, Kemenperin secara konsisten menjalankan program pembinaan OVOP sejak 2013 melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA). Hingga kini, penghargaan OVOP telah berlangsung lima kali, yakni pada 2013, 2015, 2018, 2022, dan 2024.

Program tersebut menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem IKM nasional berbasis sentra.

Sentra Rendang Payakumbuh Jadi Fokus Pengembangan

Agus mengungkapkan, pada 2026 Kemenperin menggandeng LPEI untuk menghadirkan pembinaan yang lebih komprehensif melalui sinergi Program OVOP Go Global dan Program Desa Devisa.

Kolaborasi itu difokuskan pada pengembangan Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, yang dinilai memiliki potensi besar menembus pasar ekspor.

“Pemilihan Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh didasarkan pada kesiapan sumber daya manusia, kualitas produk, kelembagaan sentra, serta potensi pengembangan pasar ekspor yang sangat menjanjikan,” ujar Menperin.

Baca Juga :  Dekranasda Padang Panjang Perkuat Pembinaan UMKM, Fokus Kualitas Produk dan Pemasaran Digital

Agus menambahkan, sentra tersebut juga memperoleh dukungan Dana Alokasi Khusus untuk revitalisasi sarana dan fasilitas produksi.

Dukungan itu bertujuan memperkuat posisi rendang sebagai produk unggulan daerah yang berpotensi menjangkau pasar nasional, termasuk pasar haji dan umrah, serta pasar ekspor.

Rangkaian program pendampingan diawali dengan sosialisasi pada 12 Mei 2026 di Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh. Kegiatan itu diikuti pelaku IKM anggota sentra, termasuk IKM OVOP bintang tiga Rendang Gadih dan IKM OVOP bintang dua Rendang Riry, serta Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Barat dan Kota Payakumbuh.

Pendampingan Teknologi dan Akses Pasar Ekspor

Menperin berharap program tersebut dapat menjadi model pembinaan berkelanjutan bagi sentra IKM di Indonesia agar semakin siap memasuki pasar global. Program itu mengedepankan penguatan kapasitas usaha, adopsi teknologi, dan sinergi antarpemangku kepentingan.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, selain penguatan kapasitas manajemen usaha dan peningkatan daya saing produk dari Ditjen IKMA, LPEI melalui Program Desa Devisa juga memberikan pendampingan penguatan akses pasar ekspor.

Menurut Reni, Ditjen IKMA turut memfasilitasi implementasi teknologi industri 4.0 guna meningkatkan kapasitas dan kualitas produk agar memenuhi standar ekspor global.

“Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, konsistensi mutu, higienitas produk, kapasitas produksi, serta kesiapan IKM rendang dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun standar pasar ekspor global,” ujar Reni.

Sumbar Miliki 22 IKM OVOP

Sementara itu, Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi mengungkapkan, berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 3174 Tahun 2024, pemerintah telah menetapkan 113 IKM OVOP dari sektor makanan dan minuman, kain tenun, batik, anyaman, hingga gerabah.

Provinsi Sumatera Barat tercatat memiliki 22 IKM OVOP. Jumlah tersebut menjadikan Sumbar sebagai provinsi dengan IKM OVOP terbanyak kedua setelah DI Yogyakarta.

Baca Juga :  Kemenperin Perkuat Daya Saing IKM Fesyen dan Kriya lewat Program CBI

Yedi menambahkan, program pendampingan tersebut dirancang berbasis kebutuhan pasar ekspor. Karena itu, IKM peserta akan menjalani proses kurasi dan pendampingan agar mampu memenuhi standar permintaan pasar global.

Selain itu, LPEI akan membawa sampel produk IKM terpilih untuk dipromosikan kepada calon buyer potensial maupun aggregator internasional.

Pelaku IKM Rasakan Dampak Positif

Pelaku IKM Rendang Riry, Haris Budiman, mengaku Program OVOP memberikan dampak positif terhadap pengembangan usahanya sejak pertama kali mengikuti program tersebut pada 2013.

Saat ini, usahanya memiliki kapasitas produksi mencapai 200 kilogram per hari dengan dukungan 12 tenaga kerja.

Hal senada disampaikan pemilik IKM Rendang Gadih, Dedy Syandera Putera. Menurutnya, program OVOP membantu peningkatan kualitas produk, promosi, pengembangan desain dan kemasan, hingga perluasan jejaring buyer dan mitra usaha.

Bahkan, produk Rendang Gadih kini telah menembus pasar ekspor ke Australia, Taiwan, dan Jerman. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal
Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi
Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak
Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen
Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Kuasai Tiga Besar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Maigus Nasir Lepas 12 Atlet SOIna ke Pesonas II 2026, Berharap Bawa Pulang Medali

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Berita Terbaru