Jangan Sepelekan Ngorok! Kenali 8 Faktor Penyebab Mendengkur Saat Tidur, Bisa Jadi Tanda Gangguan Kesehatan

Penulis -

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita sedang tidur. (Foto: Pexels)

Ilustrasi wanita sedang tidur. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Mendengkur atau ngorok saat tidur sering dianggap sebagai kondisi yang wajar. Namun, kebiasaan tersebut tidak selalu dapat dianggap sepele. Dalam sejumlah kasus, dengkuran menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan medis.

Dikutip dari laman Hello Sehat, mendengkur terjadi ketika aliran udara di saluran pernapasan mengalami hambatan saat seseorang tidur. Hambatan itu membuat jaringan di tenggorokan bergetar saat udara keluar dan masuk sehingga menimbulkan suara dengkuran.

Semakin sempit saluran napas, semakin kuat getaran yang terjadi dan suara ngorok pun terdengar lebih keras.

Meski penyempitan saluran napas saat tidur merupakan proses yang alami, tidak semua orang mengalami kebiasaan mendengkur.

Berikut adalah beberapa alasan kenapa orang tidur ngorok.

1. Struktur Anatomi Mulut dan Tenggorokan

Bentuk anatomi tubuh menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya dengkuran. Ukuran amandel, adenoid, atau lidah yang lebih besar dari normal dapat menghambat aliran udara di saluran pernapasan.

Selain itu, langit-langit mulut yang rendah atau tebal juga berpotensi mempersempit jalur udara. Kondisi tersebut membuat jaringan di sekitar tenggorokan lebih mudah bergetar saat udara melewatinya.

2. Kelebihan Berat Badan

Orang dengan berat badan berlebih atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami dengkuran. Penumpukan jaringan lemak di sekitar leher dan tenggorokan dapat mempersempit saluran napas.

Selain itu, lemak yang menumpuk di area perut dan dada dapat menekan sistem pernapasan. Akibatnya, proses bernapas saat tidur menjadi lebih berat dan memicu munculnya dengkuran.

3. Faktor Usia

Risiko mendengkur cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Kondisi ini terjadi karena otot-otot di saluran pernapasan mengalami penurunan kekuatan dan menjadi lebih kendur.

Ketika udara melewati saluran napas yang lebih rileks, getaran lebih mudah muncul. Karena itu, suara dengkuran lebih sering terdengar pada orang dewasa dan lanjut usia. Meski demikian, anak-anak juga dapat mengalami kondisi serupa dalam kasus tertentu.

Baca Juga :  Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
4. Gangguan pada Saluran Pernapasan

Pilek, alergi, maupun sinusitis dapat menyebabkan hidung tersumbat dan peradangan pada saluran napas. Kondisi tersebut membuat aliran udara menjadi tidak lancar saat tidur.

Saat udara sulit melewati rongga hidung, seseorang cenderung bernapas lebih berat. Akibatnya, kemungkinan munculnya suara ngorok saat tidur menjadi lebih besar.

5. Pengaruh Obat-obatan Tertentu

Beberapa jenis obat penenang dapat memicu dengkuran karena membuat otot-otot tenggorokan menjadi lebih rileks. Relaksasi berlebihan pada otot tersebut dapat mempersempit jalur udara dan meningkatkan risiko mendengkur.

Karena itu, penggunaan obat-obatan tertentu perlu mendapat perhatian, terutama jika kebiasaan ngorok muncul setelah mengonsumsinya.

6. Kebiasaan Merokok dan Mengonsumsi Alkohol

Rokok dan alkohol sama-sama dapat memengaruhi fungsi saluran pernapasan. Alkohol membuat otot tenggorokan lebih rileks, sedangkan asap rokok mengiritasi saluran napas dan meningkatkan produksi lendir.

Kombinasi kedua kondisi tersebut menyebabkan saluran udara menyempit. Akibatnya, dengkuran lebih mudah terjadi saat seseorang tidur.

7. Obstructive Sleep Apnea

Mendengkur juga dapat menjadi gejala gangguan tidur yang dikenal sebagai Obstructive Sleep Apnea atau OSA. Kondisi ini terjadi ketika saluran napas tersumbat sementara saat tidur sehingga menyebabkan henti napas selama beberapa detik.

Gangguan tersebut dapat berulang berkali-kali dalam satu malam. Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas tidur dan meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.

8. Posisi Tidur

Posisi tidur turut memengaruhi munculnya dengkuran. Tidur telentang membuat lidah dan jaringan lunak di tenggorokan lebih mudah jatuh ke belakang akibat gravitasi.

Akibatnya, saluran napas menjadi lebih sempit dan suara dengkuran lebih mudah muncul. Mengubah posisi tidur menjadi miring serta meninggikan posisi kepala dapat membantu mengurangi kebiasaan ngorok pada sebagian orang.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Paparkan Arsitektur APBN 2026: Perkuat Pangan, Energi, Ekonomi dan Pertahanan
Kapan Mendengkur Perlu Diwaspadai?

Dengkuran yang terjadi sesekali umumnya tidak berbahaya. Namun, kondisi ini perlu mendapat perhatian jika disertai gejala lain seperti henti napas saat tidur, sering terbangun pada malam hari, mengantuk berlebihan pada siang hari, atau sakit kepala saat bangun tidur.

Dalam kondisi tersebut, seseorang sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebab pasti mendengkur sehingga penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi yang mendasarinya. (*/red)

Berita Terkait

Perkuat Pariwisata Kesehatan Sumbar, Fadly Amran Dorong Digitalisasi Herbal
Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru