Javanusa.com—Jantung pisang bukan hanya bahan makanan tradisional yang sering diolah menjadi gulai atau tumisan.
Bagian bunga pohon pisang ini menyimpan beragam nutrisi dan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan banyak manfaat kesehatan, mulai dari membantu meningkatkan produksi ASI, menjaga kesehatan pencernaan, hingga menangkal radikal bebas.
Kandungan Gizi Jantung Pisang
Di Indonesia dan berbagai negara Asia Tenggara, jantung pisang menjadi bahan pangan yang cukup populer. Teksturnya yang lembut serta cita rasanya yang gurih membuatnya cocok diolah menjadi berbagai hidangan, seperti tumis, gulai, maupun salad.
Di balik rasanya, jantung pisang mengandung beragam zat gizi penting. Dalam setiap 100 gram jantung pisang terdapat sekitar 90,2 gram air, 1,2 gram protein, 0,3 gram lemak, 7,1 gram karbohidrat, dan 3,2 gram serat.
Selain itu, jantung pisang juga mengandung berbagai mineral dan vitamin, seperti kalsium, fosfor, kalium, zat besi, vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, beta-karoten, serta seng. Kandungan flavonoid, tanin, saponin, glikosida, dan steroid turut melengkapi nilai gizinya.
Manfaat Jantung Pisang bagi Kesehatan
1. Berpotensi meningkatkan produksi ASI
Salah satu manfaat jantung pisang yang paling banyak dikenal adalah membantu meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Neonatal Nursing melibatkan 41 ibu dengan bayi prematur. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi minuman ekstrak jantung pisang menghasilkan ASI lebih banyak dibandingkan kelompok yang hanya mengonsumsi air putih.
Temuan tersebut menunjukkan ekstrak jantung pisang berpotensi berfungsi sebagai galactagogue alami, yaitu senyawa yang membantu merangsang produksi ASI.
2. Membantu mengatasi pembesaran prostat jinak
Jantung pisang juga menunjukkan potensi dalam membantu mengatasi benign prostatic hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal in Vivo menemukan bahwa ekstrak jantung pisang dapat membantu mengurangi pembesaran prostat sekaligus memperbaiki struktur kelenjar prostat.
Efek tersebut diduga berasal dari kandungan asam sitrat, taurin, asam pantotenat, dan nikotinat yang memiliki aktivitas antiinflamasi serta antiproliferasi.
3. Melindungi tubuh dari radikal bebas
Paparan polusi udara dan sinar ultraviolet dapat meningkatkan pembentukan radikal bebas di dalam tubuh.
Jantung pisang mengandung antioksidan berupa polifenol dan flavonoid yang membantu melawan stres oksidatif sekaligus melindungi DNA dari kerusakan akibat radikal bebas.
4. Menjaga sistem kekebalan tubuh
Sifat antioksidan pada jantung pisang juga berperan melindungi sel-sel imun dari kerusakan.
Dengan perlindungan tersebut, sistem kekebalan tubuh dapat bekerja lebih optimal dalam menghadapi infeksi virus, bakteri, maupun patogen lainnya.
5. Membantu menurunkan berat badan
Kandungan serat yang cukup tinggi menjadikan jantung pisang sebagai pilihan makanan pendukung program penurunan berat badan.
Serat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, melancarkan pencernaan, sekaligus membantu mengikat lemak dan kolesterol agar dikeluarkan melalui saluran pencernaan.
Jantung pisang dapat ditambahkan ke dalam menu salad maupun sup sebagai variasi makanan sehat.
6. Membantu mengontrol gula darah
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS One menunjukkan ekstrak jantung pisang mampu menurunkan kadar gula darah pada tikus diabetes.
Selain menekan kadar gula darah, penelitian tersebut juga mencatat perbaikan gejala diabetes seperti rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, dan rasa lapar berlebih.
Manfaat ini diduga berkaitan dengan kemampuannya memperbaiki fungsi sel beta pankreas yang memproduksi insulin.
7. Menyehatkan sistem pencernaan
Serat dalam jantung pisang membantu meningkatkan volume feses sehingga lebih mudah dikeluarkan dan dapat mengurangi risiko sembelit.
Tidak hanya itu, serat juga berfungsi sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus sehingga kesehatan saluran cerna tetap terjaga.
8. Membantu menurunkan kolesterol
Selain menjaga pencernaan, kandungan serat pada jantung pisang juga berkontribusi terhadap pengendalian kadar kolesterol.
Mengacu pada Harvard Health, serat membantu memperlambat penyerapan lemak di saluran pencernaan sehingga dapat mendukung kesehatan jantung dan membantu menurunkan risiko penyakit jantung maupun stroke.
9. Menjaga kesehatan tulang
Jantung pisang mengandung kalsium dan fosfor yang berperan penting dalam menjaga kepadatan mineral tulang.
Selain itu, penelitian dalam jurnal Food and Function melaporkan adanya kandungan quercetin yang berpotensi menghambat aktivitas osteoklas, yaitu sel yang berperan dalam proses pengeroposan tulang.
10. Berpotensi mengurangi perdarahan saat menstruasi
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Bioinformation menunjukkan konsumsi jantung pisang maupun yoghurt dapat membantu mengurangi perdarahan menstruasi berlebihan atau menoragia.
Efek tersebut diduga berkaitan dengan peningkatan kadar hormon progesteron yang berperan dalam mengendalikan perdarahan menstruasi.
11. Membantu meredakan gejala kecemasan
Jantung pisang mengandung magnesium yang diketahui berperan dalam mengatur respons tubuh terhadap stres.
Mineral ini membantu menurunkan kadar hormon kortisol sekaligus mengatur aktivitas neurotransmiter, termasuk glutamat, yang berhubungan dengan gangguan kecemasan.
12. Membantu mencegah penuaan dini pada kulit
Kandungan antioksidan seperti flavonoid, quercetin, dan tanin membuat jantung pisang berpotensi melindungi sel kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
Perlindungan tersebut dapat membantu mempertahankan elastisitas kulit sehingga mengurangi munculnya garis halus maupun keriput sebagai tanda penuaan.
Cara Mengonsumsi Jantung Pisang
Untuk memperoleh manfaat jantung pisang, Anda dapat mengolahnya menjadi berbagai hidangan sehari-hari, seperti tumis, gulai, sup, atau salad.
Mengombinasikannya dengan pola makan bergizi seimbang tetap menjadi langkah terbaik untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh. (*/red)






