Limapuluh Kota, Javanusa—Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, akan menjadi pusat perhatian komunitas panjat tebing internasional pada November 2026.
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumatera Barat (Sumbar) memastikan Harau International Climbing Festival (HICFEST) 2026 berlangsung pada 3-7 November dengan target lebih dari 2.500 peserta dari berbagai negara.
FPTI Sumbar menjadikan HICFEST 2026 bukan sekadar festival panjat tebing alam. Ajang ini juga dirancang sebagai sarana memperkuat promosi pariwisata Sumbar melalui konsep sport tourism yang menggabungkan olahraga, budaya, dan ekonomi kreatif.
Ketua FPTI Sumbar, Zuhrizul, mengatakan festival tersebut diharapkan mempertemukan komunitas pemanjat dari Indonesia maupun mancanegara sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat.
Menurutnya, penyelenggaraan HICFEST juga menjadi momentum memperkenalkan Lembah Harau ke pasar internasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan sekitar.
“Lembah Harau dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki bentang alam berupa tebing granit setinggi 100 hingga 500 meter yang telah lama menjadi tujuan pemanjat dari berbagai negara. Potensi tersebut dinilai layak dikembangkan menjadi destinasi unggulan sport tourism Indonesia,” kata Zuhrizul, Senin (27/7/2026).
West Sumatra Rock Climbing Jamboree Jadi Pemanasan
Menjelang pelaksanaan festival utama, FPTI Sumbar telah menyiapkan sejumlah agenda pendukung. Salah satunya West Sumatra Rock Climbing Jamboree yang akan berlangsung bersamaan dengan pengibaran Bendera Merah Putih di tebing Lembah Harau pada 17 Agustus 2026.
Zuhrizul menjelaskan kegiatan pra-acara tersebut bertujuan membangun antusiasme komunitas panjat tebing sekaligus memperkenalkan HICFEST kepada calon peserta dari dalam maupun luar negeri.
Vertical Warrior Competition Perebutkan Hadiah US$5.000
Salah satu agenda utama HICFEST 2026 adalah Vertical Warrior Competition. Kompetisi ini akan mempertandingkan sejumlah nomor, mulai dari bouldering, flash climbing, ascending on the rock, speed on the rock, hingga fun competition.
Panitia menyediakan total hadiah sebesar US$5.000 untuk para pemenang.
“Seluruh pertandingan akan digelar di tebing-tebing alami Lembah Harau yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi panjat tebing terbaik di Asia Tenggara,” ujar Zuhrizul.
Festival Padukan Olahraga, Budaya, dan Wisata
Selain kompetisi, HICFEST 2026 menghadirkan berbagai kegiatan pendukung. Pengunjung dapat mengikuti fun climbing, coaching clinic, outdoor expo, festival kuliner, pertunjukan seni budaya Minangkabau, hingga tur ke sejumlah destinasi wisata unggulan di Sumbar.
Menurut Zuhrizul, konsep tersebut sengaja disusun agar festival tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga wadah promosi budaya dan pengembangan ekonomi kreatif daerah.
“Konsep tersebut dirancang agar HICFEST 2026 ini menjadi festival olahraga panjat tebing sekaligus ruang promosi budaya dan ekonomi kreatif daerah,” katanya.
Bidik Kehadiran Atlet Panjat Tebing Dunia
FPTI Sumbar juga membidik kehadiran sejumlah pemanjat tebing internasional untuk memeriahkan HICFEST 2026. Beberapa nama yang sedang diupayakan hadir antara lain Steve Long dari Inggris, Yuji Hirayama dari Jepang, dan Sasha DiGiulian dari Amerika Serikat.
Selain atlet nasional dan komunitas pencinta alam, kehadiran para atlet dunia diharapkan semakin memperkuat posisi HICFEST sebagai festival panjat tebing alam bertaraf internasional.
Didukung Berbagai Pihak dan Terapkan Standar Keselamatan
Penyelenggaraan HICFEST 2026 telah memperoleh dukungan dari Pengurus Pusat FPTI, Pemprov Sumbar, Pemkab Lima Puluh Kota, serta sejumlah instansi terkait.
Panitia juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan mengacu pada standar keselamatan yang berlaku dalam penyelenggaraan panjat tebing alam dan kompetisi internasional.
“HICFEST 2026 ini mimpi kita sejak lama. FPTI Sumbar menargetkan Lembah Harau tidak hanya dikenal sebagai kawasan wisata alam, tetapi berkembang menjadi salah satu pusat panjat tebing alam paling bergengsi di Asia serta menjadi agenda sport tourism internasional yang memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Sumbar,” tutup Zuhrizul. (*)






