Javanusa.com—Sejumlah peralatan dapur yang dipakai setiap hari dapat menjadi tempat berkumpulnya kelembapan, sisa makanan, dan mikroba. Karena itu, kondisi alat perlu diperiksa secara berkala agar kebersihan makanan tetap terjaga.
Setiap peralatan memiliki daya tahan berbeda. Beberapa perlu diganti dalam hitungan minggu, sedangkan lainnya dapat digunakan selama bertahun-tahun selama kondisinya masih layak.
Melansir Eating Well, terdapat sejumlah peralatan dapur yang perlu mendapat perhatian lebih. Penggantian tidak selalu berdasarkan usia, tetapi juga kondisi fisik dan kemampuan alat menjalankan fungsinya.
1. Spons dan Kain Lap Piring
Spons cuci piring termasuk benda yang mudah menampung mikroba. Struktur berporinya dapat memerangkap air, sisa makanan, dan bakteri.
Ilmuwan pangan Zachary Cartwright, Ph.D., menjelaskan bahwa spons juga dapat cepat rusak meski sudah melalui proses sanitasi.
Karena itu, sebaiknya ganti spons setiap beberapa minggu. Terutama jika spons mulai berbau, berubah bentuk, atau sulit dibersihkan.
Kain lap piring memiliki masa pakai yang lebih panjang. Namun, pengguna tetap perlu mencucinya secara rutin setelah digunakan dan mempertimbangkan penggantian sekitar tiga bulan, tergantung kondisinya.
2. Sikat Cuci Piring
Sikat cuci piring membantu membersihkan sisa makanan dari berbagai peralatan makan. Namun, kinerjanya akan menurun ketika bulu sikat mulai rata, bengkok, atau kehilangan bentuk.
Dalam penggunaan sehari-hari, kondisi tersebut dapat muncul setelah sekitar tiga bulan. Pengguna juga perlu memperhatikan aroma apak atau kondisi sikat yang terus lembap.
Sikat yang tidak dapat mengering dengan baik berpotensi mengganggu kebersihan. Karena itu, ganti alat ketika kemampuannya membersihkan sudah menurun.
3. Talenan
Talenan bersentuhan langsung dengan berbagai bahan makanan, termasuk daging dan sayuran mentah. Penggunaan berulang dapat meninggalkan goresan yang membuat sisa makanan lebih mudah masuk ke celah permukaan.
Ahli gizi kuliner Helen Ohw Kim, RD, CDN, MPH, menyarankan penggantian talenan plastik setiap beberapa bulan.
Talenan kayu biasanya memiliki daya tahan lebih panjang. Alat tersebut dapat diganti sekitar satu hingga dua kali dalam setahun atau lebih lama jika kondisinya masih baik.
Untuk mengurangi risiko kontaminasi silang, gunakan talenan berbeda untuk bahan makanan mentah dan makanan siap santap.
4. Sendok dan Peralatan Kayu
Sendok kayu, spatula, serta peralatan memasak berbahan kayu dapat digunakan dalam waktu cukup lama. Namun, paparan air, panas, dan pencucian berulang dapat menyebabkan materialnya retak atau pecah.
Menurut Cartwright, peralatan kayu memiliki masa pakai sekitar dua hingga lima tahun. Meski demikian, angka tersebut bukan batas yang harus diikuti secara kaku.
Segera ganti peralatan jika muncul retakan, serpihan, atau bagian permukaan yang sulit dibersihkan. Kondisi tersebut menjadi tanda bahwa alat sudah tidak ideal untuk digunakan.
5. Panci dan Wajan Antilengket
Panci dan wajan antilengket tidak memiliki batas penggantian yang sama untuk setiap pengguna. Dengan perawatan yang tepat, peralatan tersebut dapat bertahan selama beberapa tahun.
Hal terpenting adalah memeriksa kondisi lapisan permukaannya. Goresan atau lapisan yang mulai mengelupas menjadi tanda bahwa alat perlu diganti.
Helen Ohw Kim menyarankan pengguna tidak mempertahankan peralatan antilengket yang permukaannya sudah rusak. Serpihan lapisan yang terlepas berpotensi berpindah ke makanan saat proses memasak.
Periksa Kondisi Sebelum Terlambat
Masa pakai bukan satu-satunya patokan untuk menentukan kapan peralatan dapur harus diganti. Kondisi fisik, kebersihan, kelembapan, serta kemampuan alat menjalankan fungsinya juga perlu menjadi pertimbangan.
Dengan pemeriksaan rutin, peralatan yang sudah tidak layak dapat segera diganti. Langkah sederhana ini membantu menjaga kebersihan dapur sekaligus mengurangi risiko kontaminasi makanan. (*)






