Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Penulis -

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri mengungkap penyitaan hampir 1,2 ton narkotika dari laboratorium sabu di Aceh. (Foto: Humas Polri)

Kapolri mengungkap penyitaan hampir 1,2 ton narkotika dari laboratorium sabu di Aceh. (Foto: Humas Polri)

Pidie, Javanusa—Tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai menyita hampir 1,2 ton bruto narkotika dalam pengungkapan laboratorium gelap sabu di Aceh.

Aparat mengungkap kasus ini pada 21 Oktober 2026 di lima lokasi yang tersebar di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe.

Pengungkapan tersebut menargetkan jaringan narkotika yang diduga memiliki keterkaitan internasional. Menurut keterangan kepolisian, kasus ini menjadi pengungkapan laboratorium gelap dengan barang bukti terbesar di Indonesia.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengapresiasi sinergi antarlembaga dan dukungan masyarakat dalam operasi tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari peredaran narkotika.

“Saya ucapkan selamat atas pengungkapan dalam rangka menyelamatkan anak bangsa ini. Polisi dan masyarakat kita berhasil mengungkap jaringan narkoba skala besar,” kata Suyudi di Pidie, Jumat (23/10/2026).

Polisi Temukan Laboratorium Sabu di Pidie

Tim gabungan menemukan laboratorium gelap di sebuah rumah toko (ruko) di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Lokasi tersebut diduga menjadi tempat pengolahan meth oil atau sabu cair menjadi sabu kristal.

Dari lokasi itu, petugas menyita 20 drum berisi meth oil, sekitar 500 kilogram sabu kristal, serta sejumlah peralatan produksi. Temuan tersebut menjadi bagian dari keseluruhan barang bukti yang mencapai hampir 1,2 ton bruto.

Petugas menggelar operasi setelah mengembangkan informasi intelijen dan memantau pergerakan orang serta logistik yang diduga berkaitan dengan produksi narkotika. Pemantauan itu mengarahkan tim pada sejumlah lokasi yang diduga terhubung dengan aktivitas jaringan tersebut.

Sebelas Orang Diamankan, Termasuk Dua WNA

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan 11 orang. Mereka terdiri atas dua warga negara asing (WNA) dan sembilan warga negara Indonesia (WNI).

Baca Juga :  Tabligh Akbar Malam Tahun Baru, Bupati Pasbar: Mari Sambut 2024 dengan Ibadah

Penyidik masih memeriksa peran setiap orang yang diamankan. Polisi juga mendalami kemungkinan hubungan mereka dengan jaringan narkotika internasional.

Berdasarkan penyelidikan sementara, bahan narkotika cair tersebut diduga berasal dari kawasan Asia Tenggara sebelum masuk ke Aceh. Tim kemudian menelusuri pergerakan sejumlah orang yang dicurigai terlibat hingga menemukan lokasi produksi.

Namun, penyidik masih perlu mengungkap secara menyeluruh jalur pasokan, pihak yang mengendalikan operasi, dan keterkaitan antarlokasi.

Kapolri Imbau Pemilik Ruko dan Kontrakan Lebih Selektif

Selain mengapresiasi pengungkapan kasus, Kapolri meminta masyarakat ikut mengawasi lingkungan sekitar. Ia secara khusus mengingatkan pemilik ruko, kontrakan, dan rumah sewa agar memeriksa identitas serta aktivitas calon penyewa.

“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik ruko, kontrakan, atau rumah sewa, agar senantiasa selektif dan memastikan identitas serta aktivitas penyewa dapat dipertanggungjawabkan. Jangan apatis dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Menurut Suyudi, kepedulian masyarakat dapat membantu mencegah penyalahgunaan tempat tinggal atau bangunan usaha untuk kegiatan ilegal. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.

Penyidik Telusuri DPO dan Aliran Dana

Penyidikan kasus ini masih berlanjut. Aparat memburu sejumlah pihak yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) serta menelusuri dugaan aliran dana hasil kejahatan narkotika.

Polri juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan otoritas luar negeri untuk mengungkap jaringan yang terlibat. Langkah tersebut bertujuan menelusuri hubungan antarpelaku sekaligus memetakan jalur distribusi narkotika.

Kapolri turut mengapresiasi personel Polri, BNN, Bea Cukai, dan National Narcotics Control Commission (NNCC) Tiongkok yang terlibat dalam pengungkapan tersebut.

Kerja sama lintas negara dinilai penting untuk memutus rantai pasokan narkotika. Upaya ini juga bertujuan mencegah Indonesia menjadi lokasi produksi maupun jalur distribusi bagi jaringan narkotika internasional. (*)

Baca Juga :  Menperin Tantang Asahi Pindahkan Kantor Pusat ke Indonesia, Tegaskan Kekuatan Industri Kimia Nasional

Berita Terkait

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia
Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari
Kementan Siapkan Pengembangan Sapi Gama di 3 Provinsi, 1.000 Dosis Semen Beku Disalurkan
Bukan Sekadar Pertunjukan Musik, Ini yang Dipersoalkan MUI soal Andrea Bocelli
Bima Ayman Modjo Debut Lewat Single Rindu yang Lirih, Kisahkan Proses Pendewasaan Diri

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Kementan Siapkan Pengembangan Sapi Gama di 3 Provinsi, 1.000 Dosis Semen Beku Disalurkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:51 WIB

Bukan Sekadar Pertunjukan Musik, Ini yang Dipersoalkan MUI soal Andrea Bocelli

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Bima Ayman Modjo Debut Lewat Single Rindu yang Lirih, Kisahkan Proses Pendewasaan Diri

Berita Terbaru