Javanusa.com—Menurunkan berat badan tidak selalu bergantung pada seberapa sering Anda berolahraga.
Sejumlah penelitian menunjukkan mengatur pola makan atau diet lebih efektif untuk menurunkan berat badan, sedangkan olahraga berperan besar dalam menjaga hasil yang sudah dicapai.
Banyak orang masih bertanya-tanya apakah diet atau olahraga menjadi cara terbaik untuk menurunkan berat badan. Jawabannya bergantung pada tujuan yang ingin dicapai.
Jika target utamanya adalah menurunkan angka di timbangan, mengatur pola makan dinilai lebih efektif. Alasannya, defisit kalori lebih mudah dicapai dengan mengurangi asupan makanan dibandingkan membakar kalori melalui aktivitas fisik.
Sebagai contoh, mengurangi sekitar 500 kilokalori dari menu harian dapat membantu menurunkan berat badan sekitar 0,5 kilogram setiap pekan. Cara ini umumnya lebih mudah dilakukan dibandingkan berolahraga selama satu jam setiap hari.
Sebaliknya, setelah berat badan ideal tercapai, olahraga menjadi faktor penting untuk mempertahankan hasil tersebut. Aktivitas fisik membantu membakar kalori, menjaga massa otot, sekaligus mengurangi risiko penumpukan lemak kembali.
Penelitian Membuktikan Kombinasi Diet dan Olahraga Paling Optimal
Temuan tersebut juga didukung penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Women’s Health. Studi ini melibatkan 145 perempuan berusia 40 hingga 60 tahun dengan kondisi kelebihan berat badan.
Para peserta dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu menjalani diet dan olahraga, hanya diet, hanya olahraga, serta kelompok kontrol tanpa intervensi.
Setelah delapan minggu, kelompok yang menerapkan diet maupun kombinasi diet dan olahraga menunjukkan peningkatan kondisi kesehatan dibandingkan kelompok kontrol. Perbaikan terlihat pada indeks massa tubuh (BMI), persentase lemak tubuh, hingga tekanan darah.
Meski demikian, hasil paling signifikan ditemukan pada peserta yang mengombinasikan diet dengan olahraga secara rutin. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan defisit kalori yang optimal sekaligus mempertahankan massa otot.
Mengapa Diet Lebih Mudah Mengurangi Berat Badan?
Prinsip utama penurunan berat badan adalah menciptakan defisit kalori, yaitu ketika kalori yang masuk lebih sedikit dibandingkan kalori yang dibakar tubuh.
Karena mengontrol makanan lebih mudah daripada membakar kalori melalui olahraga, diet sering menjadi strategi yang lebih efisien. Misalnya, satu potong piza mengandung sekitar 300 hingga 400 kilokalori.
Untuk membakar jumlah kalori tersebut, seseorang umumnya perlu berjoging sekitar 30 hingga 40 menit. Dengan kata lain, mengurangi konsumsi satu potong piza sering kali lebih praktis dibandingkan berusaha membakar kalorinya setelah makan.
Olahraga Tetap Penting untuk Kesehatan dan Menjaga Berat Badan
Walaupun diet menjadi faktor utama dalam penurunan berat badan, olahraga tetap memberikan manfaat yang tidak bisa diabaikan.
Aktivitas fisik membantu meningkatkan pembakaran kalori, mempertahankan massa otot, dan mendukung metabolisme tubuh tetap optimal.
Selain itu, olahraga juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, memperbaiki suasana hati, mengurangi stres, serta meningkatkan kualitas tidur.
Jenis olahraga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Latihan kardio seperti berlari, bersepeda, dan berenang efektif membantu membakar kalori.
Sementara itu, latihan beban berfungsi mempertahankan massa otot sehingga tubuh tetap proporsional selama proses penurunan berat badan.
Bisakah Turun Berat Badan Tanpa Diet?
Menurunkan berat badan tanpa mengubah pola makan memang memungkinkan. Namun, cara ini menuntut olahraga dengan intensitas tinggi yang dilakukan secara konsisten sehingga kebutuhan pembakaran kalori menjadi jauh lebih besar.
Karena itu, para ahli menyarankan menggabungkan pola makan sehat dengan olahraga rutin sebagai strategi paling efektif untuk menurunkan sekaligus mempertahankan berat badan ideal.
Jika masih bingung menentukan metode yang sesuai dengan kondisi tubuh, konsultasikan rencana penurunan berat badan kepada dokter atau ahli gizi agar memperoleh program yang aman dan tepat. (*)






