Jangan Diabaikan, Ini 6 Dampak Kurang Tidur bagi Kesehatan Tubuh

Penulis -

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita mengalami kurang tidur. (Foto: Pexels)

Ilustrasi wanita mengalami kurang tidur. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Kurang tidur bukan sekadar membuat tubuh mengantuk pada siang hari. Jika berlangsung terus-menerus, masalah tidur dapat memengaruhi daya tahan tubuh, fungsi otak, kesehatan kulit, hingga meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Kebutuhan tidur setiap orang memang berbeda. Namun, orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur berkualitas sekitar 7–9 jam setiap malam. Anak-anak dan remaja membutuhkan durasi yang lebih panjang, sekitar 8–10 jam.

Tidur memberi kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan kondisi fisik dan mental. Pada anak dan remaja, tidur juga berperan dalam proses pertumbuhan karena tubuh menghasilkan hormon pertumbuhan selama fase tidur.

Kurang tidur dapat mengganggu fungsi tubuh

Ketika kebutuhan tidur tidak terpenuhi, tubuh dapat menunjukkan sejumlah tanda. Seseorang mungkin merasa lelah, mengantuk, sering menguap, serta mengalami kesulitan berkonsentrasi.

Jika kondisi tersebut terus terjadi, dampaknya dapat meluas. Dilansir dari Alodokter, berikut sejumlah masalah kesehatan yang perlu diperhatikan akibat kurang tidur.

1. Memicu gangguan tidur dan insomnia

Kurang tidur yang berlangsung berulang dapat berkaitan dengan munculnya insomnia. Kondisi ini membuat seseorang sulit memulai tidur atau tidak mendapatkan tidur yang berkualitas.

Insomnia juga dapat menyebabkan kantuk berlebihan pada siang hari. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bisa mengganggu aktivitas dan menurunkan kemampuan otak dalam berpikir.

Selain itu, kurang tidur dapat memperburuk rasa cemas. Siklus ini kemudian dapat membuat seseorang semakin sulit mendapatkan tidur yang cukup.

2. Daya tahan tubuh ikut menurun

Tidur memiliki hubungan erat dengan sistem kekebalan tubuh. Saat tidur, tubuh menghasilkan dan mengatur berbagai protein, termasuk sitokin yang berperan dalam respons terhadap infeksi dan peradangan.

Kurang tidur dapat mengganggu proses tersebut. Akibatnya, kemampuan tubuh dalam menghadapi infeksi dapat menurun.

Baca Juga :  Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya

Daya tahan tubuh yang melemah juga dapat memengaruhi proses pemulihan. Tubuh membutuhkan sistem imun yang optimal untuk membantu menghadapi penyakit maupun memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan.

3. Hasrat dan fungsi seksual dapat terganggu

Kualitas tidur yang buruk juga dapat memengaruhi kehidupan seksual. Kurang tidur sering disertai kelelahan, rasa kantuk, dan stres yang dapat menurunkan gairah seksual.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat berkaitan dengan penurunan hasrat dan kepuasan seksual pada pria maupun wanita.

Pada pria dengan sleep apnea, gangguan tidur juga dapat berkaitan dengan perubahan kadar testosteron. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap gangguan fungsi seksual, termasuk disfungsi ereksi.

4. Memori dan konsentrasi menurun

Otak tetap aktif selama seseorang tidur. Salah satu proses penting yang berlangsung pada fase ini berkaitan dengan pengolahan dan penguatan memori.

Kurang tidur dapat mengganggu proses tersebut. Akibatnya, seseorang dapat lebih mudah lupa dan mengalami kesulitan memusatkan perhatian.

Rasa kantuk juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengolah informasi. Dalam kondisi tertentu, kurang tidur bahkan dapat mengganggu kemampuan mengambil keputusan.

5. Kulit menunjukkan tanda penuaan lebih cepat

Dampak kurang tidur tidak hanya terlihat pada kondisi tubuh dan otak. Kulit juga dapat menunjukkan perubahan ketika seseorang tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Kulit dapat terlihat lebih pucat, kering, atau kusam. Area sekitar mata juga dapat tampak lebih bengkak.

Jika berlangsung dalam jangka panjang, kurang tidur dapat berkaitan dengan munculnya garis halus dan kerutan. Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara kurang tidur dan meningkatnya risiko jerawat.

Salah satu mekanismenya berkaitan dengan perubahan hormon stres, termasuk kortisol, yang dapat memengaruhi kondisi kulit.

Baca Juga :  Karang Taruna Gumala Serahkan Bantuan Rp17,5 Juta untuk Palestina
6. Risiko penyakit kardiovaskular meningkat

Kesehatan jantung dan pembuluh darah juga dapat terdampak oleh pola tidur yang buruk. Tidur membantu tubuh menjalankan berbagai proses pemulihan, termasuk menjaga fungsi sistem kardiovaskular.

Karena itu, kebiasaan tidur yang tidak memadai dalam jangka panjang dapat berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Gangguan tidur seperti insomnia juga dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan lain. Beberapa di antaranya meliputi diabetes, obesitas, stroke, kanker, serta gangguan suasana hati dan kecemasan.

Kurang tidur juga meningkatkan risiko kecelakaan

Dampak kurang tidur tidak berhenti pada masalah kesehatan. Rasa kantuk dan penurunan konsentrasi juga dapat membahayakan keselamatan saat berkendara atau bekerja.

Seseorang yang mengantuk cenderung memiliki kewaspadaan dan kemampuan merespons yang lebih rendah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan kerja.

Karena itu, tidur yang cukup perlu menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat. Jangan abaikan gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus.

Jika Anda sering sulit tidur, terbangun berulang kali, atau tetap merasa lelah meski sudah tidur, konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. Pemeriksaan dapat membantu menemukan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai. (*)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru