Lari vs Jalan Kaki: 5 Perbedaan yang Perlu Diketahui Sebelum Berolahraga

Penulis -

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi olahraga lari. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi olahraga lari. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Memilih antara lari dan jalan kaki bukan sekadar soal menentukan olahraga yang paling cepat. Keduanya memiliki perbedaan dalam intensitas, pembakaran kalori, tekanan pada sendi, hingga manfaat bagi jantung.

Lari dan jalan kaki sama-sama termasuk olahraga kardio yang praktis. Keduanya dapat dilakukan tanpa peralatan khusus dan mudah dimasukkan ke dalam rutinitas harian.

Namun, respons tubuh terhadap kedua aktivitas tersebut tidak sama. Berikut lima perbedaan lari dan jalan kaki yang penting untuk diketahui.

1. Lari memiliki kecepatan lebih tinggi

Kecepatan menjadi pembeda paling mudah terlihat antara lari dan jalan kaki.

Pada umumnya, orang berjalan dengan kecepatan sekitar 4–6 kilometer per jam. Sementara itu, kecepatan lari berkisar 8–12 kilometer per jam atau lebih.

Kemampuan setiap orang tentu berbeda. Kecepatan juga bergantung pada tingkat kebugaran dan pengalaman berolahraga.

Selain kecepatan, pola gerakan keduanya juga berbeda. Saat berjalan, setidaknya satu kaki tetap berada di permukaan tanah.

Ketika berlari, tubuh mengalami fase melayang. Pada fase tersebut, kedua kaki tidak menyentuh tanah secara bersamaan.

2. Intensitas latihan tidak sama

Perbedaan berikutnya terlihat dari beban kerja tubuh. Jalan kaki umumnya memberikan intensitas latihan yang lebih rendah daripada lari.

Saat berjalan, detak jantung dan frekuensi napas biasanya meningkat secara bertahap. Kondisi ini membuat seseorang dapat mempertahankan aktivitas lebih lama.

Lari membutuhkan kerja tubuh yang lebih besar. Aktivitas tersebut meningkatkan detak jantung dan membuat otot bekerja lebih intens.

Tubuh juga membutuhkan lebih banyak energi untuk mempertahankan kecepatan selama berlari.

Karena itu, lari dapat menjadi pilihan bagi orang yang membutuhkan latihan dengan intensitas lebih tinggi.

3. Pembakaran kalori lebih besar saat berlari

Jumlah kalori yang terbakar juga menjadi salah satu perbedaan utama.

Baca Juga :  Berapa Kalori yang Harus Dibakar Setiap Hari agar Berat Badan Turun? Ini Penjelasannya

Mengutip Harvard Health Publishing, lari selama 30 menit dapat membakar sekitar 255–670 kilokalori. Jumlah tersebut bergantung pada berat badan dan kecepatan lari.

Jalan kaki membakar kalori dalam jumlah lebih rendah. Selama 30 menit, berjalan dengan kecepatan sedang dapat membakar sekitar 107–189 kilokalori.

Meski pembakarannya lebih rendah, jalan kaki tetap dapat mendukung pengelolaan berat badan. Aktivitas ini juga membantu menjaga kebugaran jika dilakukan secara rutin.

Dengan demikian, pilihan olahraga tidak harus berdasarkan jumlah kalori semata. Kemampuan tubuh dan konsistensi latihan juga perlu menjadi pertimbangan.

4. Tekanan pada sendi berbeda

Lari memberikan beban yang lebih besar pada beberapa sendi. Lutut, pergelangan kaki, dan pinggul termasuk area yang menerima tekanan saat berlari.

Fase melayang membuat kedua kaki kembali menerima beban ketika menyentuh permukaan. Kondisi tersebut menghasilkan benturan yang lebih besar dibandingkan saat berjalan.

Sebaliknya, jalan kaki termasuk aktivitas dengan dampak relatif rendah. Salah satu kaki tetap menopang tubuh selama gerakan berlangsung.

Karena itu, jalan kaki dapat menjadi pilihan bagi orang yang membutuhkan aktivitas dengan tekanan lebih rendah pada sendi.

Orang yang mengalami masalah sendi atau sedang menjalani pemulihan cedera tetap perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi masing-masing.

5. Keduanya bermanfaat untuk kesehatan jantung

Lari dapat memberikan stimulus kardiovaskular lebih besar dalam waktu yang lebih singkat. Intensitasnya membantu meningkatkan denyut jantung dan melatih kapasitas paru-paru.

Aktivitas tersebut juga membuat jantung bekerja lebih keras. Dengan latihan yang sesuai, kondisi ini dapat mendukung peningkatan kebugaran kardiorespirasi.

Jalan kaki juga memberikan manfaat bagi sistem kardiovaskular. Efeknya cenderung berlangsung lebih bertahap karena intensitas aktivitas lebih rendah.

Meski demikian, jalan kaki tetap dapat membantu melatih jantung agar bekerja secara lebih efisien.

Baca Juga :  8 Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan, Bantu Turunkan Berat Badan hingga Jaga Jantung
Pilih olahraga sesuai kondisi tubuh

Lari dan jalan kaki sama-sama dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dan metabolisme. Perbedaannya terutama terletak pada intensitas, penggunaan energi, serta tekanan pada tubuh.

Lari dapat menjadi pilihan bagi orang yang menginginkan latihan lebih intens dalam waktu relatif singkat. Sementara itu, jalan kaki lebih sesuai bagi pemula atau mereka yang membutuhkan aktivitas dengan dampak lebih rendah.

Tidak ada satu jenis olahraga yang paling tepat untuk semua orang. Kondisi fisik, tujuan latihan, kemampuan tubuh, dan konsistensi perlu menjadi dasar dalam memilih.

Yang terpenting, pilih aktivitas yang dapat dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan pilihan olahraga dengan tenaga kesehatan. (*)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB