Buka Seleksi Petugas Haji Daerah, Menhaj: Tak Ada Ruang bagi Kompromi dan Intervensi

Penulis -

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf saat membuka seleksi di Asrama Haji Embarkasi Sukolilo, Surabaya, Kamis (22/1/2026). (Foto: Kemenhaj)

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf saat membuka seleksi di Asrama Haji Embarkasi Sukolilo, Surabaya, Kamis (22/1/2026). (Foto: Kemenhaj)

Surabaya, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah secara resmi membuka kegiatan Seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) untuk musim haji 1447 H/2026 M.

Kegiatan ini menjadi langkah awal krusial dalam memastikan kesiapan pelayanan bagi jemaah haji mendatang.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa haji 2026 merupakan amanah besar negara yang harus dikelola secara profesional. Ia meminta seluruh pihak bekerja disiplin karena waktu persiapan yang semakin terbatas.

Menhaj menekankan proses seleksi Petugas Haji Daerah dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan akuntabel sesuai Undang-Undang. Ia menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik titipan maupun intervensi.

“Seleksi Petugas Haji Daerah adalah proses yang sangat serius. Tidak ada ruang bagi titipan, intervensi, atau kompromi terhadap integritas,” ujar Menhaj saat membuka seleksi di Asrama Haji Embarkasi Sukolilo, Surabaya, Kamis (22/1/2026).

Ia menambahkan, integritas petugas merupakan kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji.

Beban Moral Petugas Haji Daerah

Menhaj mengingatkan kuota Petugas Haji Daerah diambil dari porsi jemaah reguler. Karena itu, setiap petugas memikul tanggung jawab moral yang besar terhadap para calon jemaah.

“Anda mengambil kursi yang seharusnya milik jemaah. Maka pelayanan tanpa pamrih adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar,” kata Menhaj.

Ia menegaskan pengabdian total dan loyalitas penuh harus menjadi standar kerja seluruh petugas haji daerah.

Penyelenggaraan haji 2026 dipastikan berada di bawah pengawasan ketat dan berlapis. Sejumlah lembaga negara terlibat dalam pengawasan tersebut.

Instansi yang terlibat antara lain Inspektorat Jenderal, BPK, KPK, DPR, DPD, serta media dan masyarakat. Menhaj menegaskan setiap penyimpangan akan tercatat dan dipertanggungjawabkan secara hukum maupun publik.

Menutup sambutannya, Menhaj meminta peserta mengikuti seleksi secara jujur dan mengandalkan kemampuan sendiri. Ia mengingatkan bahwa pelayanan kepada jemaah adalah bentuk pengabdian mulia.

Baca Juga :  16 Jemaah Umrah Terkendala Tiket, Kemenhaj Siapkan Solusi Keberangkatan

“Bertandinglah secara jujur. Pengabdian kepada Dhuyufurrahman hanya layak bagi mereka yang bersih dan siap,” tutup Menhaj. (*/red)

Berita Terkait

BPIH 2027 Disepakati Rp98,46 Juta, Jemaah Haji Cukup Lunasi Rp23,04 Juta
Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan
Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tetap Aman
Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK
368 ASN Lulus Seleksi Mutasi Karier Batch II, Mulai Bergabung 1 November 2026
189 Pengaduan Travel Haji dan Umrah Masuk hingga September 2026, Kemenhaj Perketat Pengawasan
Kemenhaj Sumbar Ingatkan Travel Umrah Gunakan Identitas Sesuai Izin, ID Card Wajib Diberikan H-1
Perkuat Perlindungan Jemaah, Kemenhaj Sumbar Bentuk Satgas Awasi Travel Umrah di Bandara

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:57 WIB

Berbagi Pengalaman di Unand, Fadly Amran Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Berintegritas dan Peduli Sesama

Senin, 14 September 2026 - 20:33 WIB

Dies Natalis ke-70 Unand, Mahyeldi Minta Riset Tak Berhenti di Publikasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Buka PKKMB PNP 2026, Fadly Amran Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi dan Kejar Prestasi

Senin, 2 Maret 2026 - 08:06 WIB

Cegah Sejak Dini, FK Unbrah Edukasi Mahasiswa Baru tentang Bahaya Infeksi Menular Seksual

Jumat, 15 November 2024 - 07:02 WIB

Dosen PA Unbrah dan RSUD dr. Rasidin Padang Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis

Senin, 4 November 2024 - 15:15 WIB

FK Unbrah Edukasi Masyarakat Padang Pariaman tentang Diabetes Melitus

Berita Terbaru