Padang, Javanusa—PPIH Embarkasi Padang terus memberangkatkan jemaah haji ke Tanah Suci. Hingga Kloter 10, petugas telah menerbangkan 3.913 jemaah dan petugas dari total 5.402 orang yang tergabung dalam 14 kloter.
Kloter 10 berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Madinah menggunakan pesawat Garuda Indonesia B-777-300ER. Penerbangan GIA 3510 lepas landas pada Senin (4/5/2026) pukul 20.45 WIB.
Sejumlah pejabat melepas keberangkatan kloter tersebut. Mereka antara lain Kakanwil Kemenag, M. Rifki, Kepala Biro Kesra Provinsi, Edi Dharma, serta Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat, Adel Wahidi.
Komposisi Jemaah dan Layanan Ramah Lansia
Rifki menjelaskan, Kloter 10 membawa 393 jemaah. Rinciannya, 194 orang berasal dari Pasaman Barat dan 193 orang dari Pasaman. Selain itu, petugas mendampingi dengan empat petugas kloter dan dua Petugas Haji Daerah.
Sebanyak 90 jemaah dalam kloter ini masuk kategori lanjut usia. Jemaah tertua, Animar Alwi Ahmad, berusia 84 tahun. Sementara itu, jemaah termuda, Muhammad Yazid Jaerza, berusia 17 tahun. Keduanya berasal dari Pasaman Barat.
Rifki menegaskan, penyelenggaraan haji tahun ini mengutamakan layanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Petugas menerapkan skema One Stop Service (OSS) untuk mempercepat pelayanan.
“Sejak tiba di asrama, jemaah langsung mendapat layanan terpadu. Petugas aktif mendatangi jemaah,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk pengawasan dari Ombudsman, yang ikut menjaga kelancaran proses pemberangkatan.
Dua Jemaah Wafat di Madinah
Di tengah proses pemberangkatan, Rifki menyampaikan kabar duka. Dua jemaah haji Embarkasi Padang wafat di Madinah.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam. Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Dua jemaah tersebut adalah Tukiman Sadi Kromo Karso (54) asal Bengkulu yang wafat pada 29 April 2026. Kemudian Yunilis Muin (73) asal Kota Bukittinggi yang wafat pada 2 Mei 2026. Keduanya dimakamkan di pemakaman Baqi, Madinah.
Imbauan Jaga Kesehatan dan Apresiasi Pelayanan
Rifki mengimbau jemaah agar menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Ia meminta jemaah tidak memaksakan aktivitas di luar kemampuan fisik.
“Fokus beribadah, jaga kondisi tubuh, dan kurangi aktivitas yang tidak mendesak,” pesannya.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat Adel Wahidi juga mengapresiasi pelayanan di Embarkasi Padang. Ia menilai layanan tersebut cepat, terukur, dan sesuai kebutuhan jemaah, terutama lansia.
Secara keseluruhan, Embarkasi Padang tahun 2026 melayani 5.402 jemaah. Jumlah itu terdiri dari 3.992 jemaah asal Sumatera Barat, 1.354 jemaah asal Bengkulu, serta 56 petugas kloter. (*/red)






