Padang, Javanusa—Sebanyak 390 jemaah haji asal Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat yang tergabung dalam Kloter 10 Debarkasi Padang akhirnya kembali ke Tanah Air, Minggu (14/6/2026).
Di balik kepulangan tersebut, dua jemaah dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi, sementara satu orang masih menjalani perawatan sehingga belum dapat pulang bersama rombongan.
Pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300ER dengan nomor penerbangan GA 3810 yang membawa para jemaah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada pukul 12.54 WIB. Kedatangan rombongan berlangsung lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.
Penyambutan dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumbar, M. Rifki, bersama Bupati Pasbar Yulianto. Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Haji Pasaman Muksinin, Kepala Kantor Kementerian Haji Pasbar Ronaldi, serta unsur pemerintah daerah dari kedua kabupaten.
Bupati Pasbar Yulianto menyampaikan rasa syukur atas kepulangan para jemaah setelah menjalani rangkaian ibadah haji selama lebih dari satu bulan di Arab Saudi.
Ia berharap pengalaman spiritual yang diperoleh selama di Tanah Suci dapat menjadi bekal untuk memberikan teladan di tengah masyarakat.
“Selamat datang kembali di kampung halaman. Semoga seluruh jemaah menjadi haji dan hajjah yang mabrur, senantiasa diberikan kesehatan, serta dapat menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujar Yulianto.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah mendampingi jemaah sejak keberangkatan hingga proses pemulangan ke Indonesia.
Dua Jemaah Wafat, Satu Tertunda Pulang
Rifki menjelaskan bahwa Kloter 10 semula memberangkatkan 393 orang. Namun saat kembali ke Indonesia, jumlah yang tiba menjadi 390 orang karena dua jemaah meninggal dunia di Arab Saudi dan satu jemaah masih menjalani perawatan.
Menurut Rifki, jemaah yang belum dapat dipulangkan berasal dari Kabupaten Pasaman Barat, yakni Syafruddin Wirdas Tompek (60 tahun). Ia harus menunda kepulangan karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lebih lanjut.
“Alhamdulillah seluruh jemaah dan petugas Kloter 10 tiba di Tanah Air dalam keadaan selamat. Ini tentu menjadi kebahagiaan bagi keluarga yang telah menanti kepulangan mereka setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci,” kata Rifki.
Kloter 10 terdiri atas 194 jemaah dari Pasaman Barat dan 190 jemaah dari Kabupaten Pasaman. Rombongan tersebut juga didampingi enam petugas kloter serta petugas haji daerah.
Proses Debarkasi dan Distribusi Bagasi Berjalan Lancar
Setelah menjalani proses penerimaan dan serah terima di Asrama Haji Padang, para jemaah langsung diberangkatkan menuju daerah asal masing-masing.
Rifki menyebutkan, jemaah asal Pasaman Barat mulai diberangkatkan pada pukul 16.46 WIB, kemudian disusul oleh rombongan dari Kabupaten Pasaman.
Selain itu, seluruh barang bawaan jemaah berhasil ditangani dan didistribusikan tanpa kendala. Koper jemaah terlebih dahulu dibawa ke Asrama Haji sebelum dikirim ke daerah asal.
“Alhamdulillah proses penanganan bagasi berjalan lancar dan seluruh koper jemaah tiba dalam kondisi baik untuk selanjutnya didistribusikan ke daerah masing-masing,” ujarnya.
Delapan Jemaah Debarkasi Padang Meninggal di Arab Saudi
Di tengah suasana bahagia penyambutan jemaah, Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat juga menyampaikan duka atas wafatnya sejumlah jemaah selama musim haji 2026.
Hingga 14 Juni 2026, tercatat delapan jemaah Debarkasi Padang meninggal dunia di Arab Saudi. Dua di antaranya berasal dari Kabupaten Pasaman.
Jemaah pertama, Sofian Arbi (41 tahun), meninggal di RS Al Noor Makkah akibat cardiogenic shock. Sementara itu, Syamsu Kari Sudin (59 tahun) wafat di RS SGH Makkah karena chronic ischaemic heart disease.
“Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, kami turut berduka cita. Semoga seluruh almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Rifki.
Apresiasi untuk Seluruh Instansi Pendukung
Rifki menegaskan bahwa kelancaran proses pemulangan jemaah tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, petugas kesehatan, Dinas Perhubungan, Imigrasi, Bea Cukai, Otoritas Bandara, Angkasa Pura, Gapura, Garuda Indonesia, dan panitia haji menjadi faktor penting dalam memastikan proses debarkasi berjalan tertib.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan berkolaborasi dalam melayani jemaah haji. Sinergi inilah yang membuat proses pemulangan jemaah berjalan aman, tertib, dan lancar,” kata Rifki. (*/red)






