Benarkah Sering Berhubungan Intim Bisa Menunda Menopause? Ini Fakta Penelitiannya

Penulis -

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pasangan menikmati momen kebersamaan di tempat tidur. (Foto: Pexels)

Ilustrasi pasangan menikmati momen kebersamaan di tempat tidur. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Banyak perempuan berharap menopause datang lebih lambat agar tetap menikmati kualitas hidup yang baik.

Sebuah penelitian mengungkap adanya hubungan antara frekuensi hubungan intim dengan risiko menopause dini. Namun, para peneliti menegaskan temuan tersebut belum membuktikan hubungan sebab-akibat.

Menopause merupakan fase alami yang akan dialami setiap perempuan. Meski tidak dapat dihindari, sejumlah penelitian mencoba mengungkap faktor yang mungkin berkaitan dengan waktu terjadinya menopause, termasuk aktivitas seksual.

Salah satunya berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Royal Society Open Science pada 2020. Studi tersebut menemukan bahwa perempuan yang lebih sering melakukan aktivitas seksual memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami menopause dini dibandingkan mereka yang jarang berhubungan intim.

Penelitian melibatkan 2.936 perempuan dengan rata-rata usia 45 tahun. Para peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mengenai aktivitas seksual peserta selama enam bulan terakhir.

Aktivitas yang dinilai tidak terbatas pada hubungan seksual dengan penetrasi. Penelitian juga memasukkan seks oral dan masturbasi perempuan sebagai bagian dari aktivitas seksual.

Selain itu, tim peneliti mempertimbangkan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi hormon reproduksi, seperti indeks massa tubuh (BMI), kadar estrogen, hingga usia saat pertama kali mengalami menstruasi.

Risiko Menopause Dini Lebih Rendah

Hasil analisis menunjukkan perempuan yang melakukan aktivitas seksual setiap minggu memiliki risiko sekitar 28 persen lebih rendah mengalami menopause dini dibandingkan perempuan yang berhubungan intim kurang dari satu kali dalam sebulan.

Meski demikian, peneliti menegaskan hasil tersebut hanya menunjukkan adanya hubungan, bukan bukti bahwa frekuensi hubungan seksual secara langsung dapat menunda menopause.

Hingga kini, mekanisme biologis yang menjelaskan keterkaitan tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan.

Tubuh Merespons Peluang Kehamilan

Peneliti menduga tubuh perempuan pada masa pra-menopause dan perimenopause dapat menyesuaikan fungsi reproduksinya terhadap aktivitas seksual.

Baca Juga :  Semen Padang FC Tanpa 4 Pemain, Mampukah Kabau Sirah Curi Poin di Kandang Persiraja?

Ketika aktivitas seksual berlangsung lebih sering, tubuh diperkirakan masih menangkap sinyal adanya peluang kehamilan. Sehingga proses ovulasi tetap berlangsung lebih lama. Kondisi itu diduga berkaitan dengan waktu menopause yang datang lebih lambat.

Sebaliknya, jika aktivitas seksual semakin jarang, tubuh kemungkinan menganggap peluang reproduksi menurun. Energi kemudian dialihkan untuk menjalankan fungsi fisiologis lain.

Hipotesis tersebut dikenal sebagai grandmother hypothesis atau hipotesis nenek, yaitu teori yang menyebut perempuan pascamenopause memiliki peran penting dalam membantu merawat cucu sehingga meningkatkan peluang kelangsungan hidup keturunannya.

Gaya Hidup Sehat Tetap Menjadi Kunci

Walaupun penelitian menemukan kaitan antara aktivitas seksual dan risiko menopause dini, para ahli mengingatkan bahwa menopause tetap merupakan proses biologis yang normal dan pasti terjadi pada setiap perempuan.

Karena itu, menjaga kondisi tubuh sebelum memasuki masa menopause jauh lebih penting dibandingkan berfokus pada kapan menopause akan datang.

Berikut beberapa langkah yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan menjelang menopause.

1. Perbanyak Konsumsi Makanan Bergizi

Perubahan hormon menjelang menopause dapat memengaruhi metabolisme serta menurunkan kepadatan tulang. Karena itu, asupan kalsium dan vitamin D perlu dipenuhi untuk membantu menjaga kesehatan tulang dan menekan risiko osteoporosis.

Sumber nutrisi tersebut dapat diperoleh dari susu, ikan, serta berbagai sayuran hijau.

Mengacu pada University of Maryland Medical System, makanan kaya zat besi seperti telur, daging, dan bayam juga bermanfaat membantu mengurangi beberapa keluhan menopause, termasuk hot flashes dan gangguan tidur.

2. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik juga berperan penting dalam menjaga kesehatan selama masa perimenopause maupun menopause.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Menopause menunjukkan latihan berbasis mind-body seperti yoga, pilates, tai chi, dan qigong dapat membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang, memperbaiki kualitas tidur, sekaligus mengurangi stres, kecemasan, dan depresi.

Baca Juga :  Sering Dianggap Cepat Move On, Benarkah Pria Lebih Mudah Melupakan Mantan?
3. Kelola Stres

Stres berkepanjangan juga berkaitan dengan kesehatan reproduksi.

Studi dalam Korean Journal of Family Medicine menyebut perempuan dengan tingkat stres tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami menopause lebih awal. Selain itu, stres dapat memperberat berbagai gejala menopause.

Mengisi waktu dengan hobi, relaksasi, menonton film, berjalan santai, melukis, atau berbicara dengan orang terdekat dapat membantu mengendalikan stres.

4. Hindari Rokok dan Batasi Alkohol

Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon serta memperburuk gejala menopause seperti hot flashes, gangguan tidur, dan perubahan suasana hati.

Bahkan, penelitian dalam American Journal of Epidemiology menunjukkan perempuan yang merokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami menopause dini dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Karena itu, menghentikan kebiasaan merokok secara bertahap dan membatasi konsumsi alkohol maksimal satu gelas per hari menjadi langkah yang disarankan.

Pada akhirnya, menopause merupakan bagian alami dari perjalanan hidup setiap perempuan. Menjalani pola hidup sehat tetap menjadi cara terbaik untuk menjaga kualitas hidup sebelum maupun setelah memasuki masa menopause. (*/red)

Berita Terkait

Suami yang Baik Bukan Harus Sempurna, Ini Cara Membangun Rumah Tangga Penuh Cinta
Cara Mengembalikan Semangat Hidup Saat Merasa Hampa, Ini Langkah Sederhananya
Benarkah Wanita Selalu Benar? Ini Kata Psikolog
Wanita Mengajak Menikah Duluan, Lumrah Kah? Ini Penjelasan Psikolog
Benarkah Pernikahan Paling Rawan di Tahun Ketujuh? Ini 5 Fase yang Perlu Diketahui
Perselingkuhan di Tempat Kerja Bisa Berawal dari Kedekatan, Ini Cara Mencegahnya
10 Ciri Pasangan Mulai Bosan dalam Hubungan, Kenali Tandanya
Mengenal Cowok Semangka, Terlihat Green Flag tetapi Bisa Jadi Red Flag

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Gavendri Rilis Album Kedua Sympathy/Empathy, Rekam Pergulatan Hidup sebagai Orang Dewasa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB