Sering Overthinking? Coba Berenang, Ini 6 Manfaatnya untuk Kesehatan Mental

Penulis -

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita berenang. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi wanita berenang. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Rutinitas yang padat sering membuat pikiran dipenuhi rasa cemas dan overthinking. Di tengah kondisi tersebut, berenang menjadi salah satu aktivitas sederhana yang dapat membantu tubuh lebih rileks sekaligus menenangkan pikiran tanpa memerlukan teknik meditasi yang rumit.

Tidak sedikit orang memilih berenang sebagai bentuk self-care karena mampu memberikan efek relaksasi bagi tubuh dan pikiran.

Gerakan yang berulang, pola pernapasan yang teratur, serta sensasi air yang menyentuh tubuh membantu seseorang lebih fokus pada momen saat ini.

Mengutip swimming.org, berenang termasuk olahraga yang memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Saat bergerak di dalam air, tubuh melepaskan hormon endorfin yang berperan meningkatkan suasana hati sekaligus membantu menekan tingkat stres.

Selain memperbaiki mood, aktivitas ini juga membantu mengurangi kebiasaan berpikir berlebihan. Fokus pada teknik bernapas dan koordinasi gerakan membuat perhatian beralih dari berbagai tekanan yang sebelumnya memenuhi pikiran.

Banyak perenang bahkan menggambarkan pengalaman tersebut sebagai meditasi yang dilakukan sambil bergerak.

Suara air, minimnya gangguan, dan ritme kayuhan menciptakan suasana yang lebih tenang sehingga pikiran terasa lebih jernih setelah sesi berenang selesai. Berikut alasan berenang efektif mengurangi stres dan kecemasan.

1. Merangsang pelepasan hormon endorfin

Berenang memicu produksi hormon endorfin yang dikenal sebagai hormon pemicu rasa nyaman dan bahagia. Pada saat yang sama, aktivitas fisik juga membantu menurunkan kadar kortisol atau hormon stres yang biasanya meningkat ketika seseorang mengalami tekanan emosional atau kelelahan mental.

2. Gerakan berulang membuat pikiran lebih fokus

Irama gerakan tangan, kaki, dan pola napas yang konsisten menciptakan efek menenangkan. Ritme tersebut membantu mengalihkan perhatian dari overthinking sehingga pikiran menjadi lebih fokus dan rileks.

Baca Juga :  7 Zodiak yang Paling Butuh 'Me Time' untuk Pulihkan Energi, Kamu Termasuk?

Tidak sedikit perenang menyebut aktivitas ini sebagai bentuk meditasi dalam gerakan karena tubuh dan pikiran bekerja secara selaras sepanjang sesi berenang.

3. Melatih mindfulness melalui teknik pernapasan

Saat berenang, setiap tarikan dan hembusan napas harus diatur dengan baik agar tubuh tetap bergerak secara efisien. Kondisi tersebut mendorong seseorang untuk lebih hadir pada momen yang sedang dijalani atau mindfulness.

Ketika perhatian terpusat pada napas dan gerakan tubuh, ruang bagi pikiran negatif maupun kecemasan menjadi semakin berkurang.

4. Sensasi air memberikan efek relaksasi

Daya apung air membuat tubuh terasa lebih ringan sehingga ketegangan otot ikut berkurang. Ditambah lagi, suara air dan suasana kolam yang relatif tenang membantu menciptakan rasa nyaman bagi banyak orang.

Kombinasi tersebut membuat berenang menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan ketika stres atau kecemasan mulai meningkat.

5. Membantu mengurangi pikiran yang berlebihan

Aktivitas fisik seperti berenang memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari berbagai beban pikiran. Saat tubuh mulai lelah secara sehat, pikiran biasanya ikut melambat sehingga racing thoughts menjadi lebih mudah dikendalikan.

Karena itu, banyak orang merasa lebih segar dan mampu berpikir lebih jernih setelah selesai berenang.

6. Menurunkan risiko depresi

Olahraga secara rutin, termasuk berenang, berkontribusi menjaga kesehatan mental dalam jangka panjang. Peningkatan aktivitas fisik hingga tiga kali dalam seminggu bahkan disebut dapat menurunkan risiko depresi hingga 30 persen.

Manfaat tersebut menjadikan berenang tidak hanya baik untuk kebugaran tubuh, tetapi juga membantu menjaga kestabilan emosi sehari-hari.

Berenang Bisa Menjadi Bentuk Self-Care yang Efektif

Di tengah tuntutan hidup yang semakin cepat, berenang menawarkan cara sederhana untuk memulihkan keseimbangan tubuh dan pikiran. Perpaduan gerakan yang ritmis, teknik pernapasan, serta suasana air yang menenangkan membantu meredakan stres, mengurangi kecemasan, dan membuat pikiran terasa lebih jernih.

Baca Juga :  Sering Terbangun Saat Tidur? Coba Atur Suhu Kamar di 19 Derajat Celsius

Tidak mengherankan jika semakin banyak orang memasukkan berenang ke dalam rutinitas self-care sebagai upaya menjaga kesehatan fisik sekaligus kesehatan mental. (*/red)

Berita Terkait

9 Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit, Efektif dan Aman Dilakukan
Sebelum Lari, Jangan Asal Makan! Ini 8 Makanan dan Minuman yang Bantu Jaga Stamina
Mengapa Pria Sering Buncit Setelah Menikah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jangan Asal Makan, Ini Waktu yang Tepat untuk Sarapan hingga Makan Malam
Orang yang Jarang Aktif di Media Sosial Punya 9 Hobi yang Membuat Hidup Lebih Bahagia
7 Kebiasaan Malam yang Bikin Hidup Lebih Tenang bagi Orang yang Suka Tidur Sebelum Jam 9
5 Karier yang Cocok untuk Leo, dari Pengusaha hingga CEO
Ciri Parfum yang Bikin Baju Kuning dan Cara Mencegah Nodanya

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru