Javanusa.com—Tidur dengan suara bising tentu membuat istirahat terganggu. Karena itu, sebagian orang memilih memakai earplug atau penyumbat telinga agar tidur lebih tenang.
Namun, penggunaan earplug setiap malam tetap perlu memperhatikan kebersihan, ukuran, dan cara pemasangannya.
Earplug bekerja dengan mengurangi suara dari lingkungan sekitar yang masuk ke telinga. Alat ini bisa membantu orang yang tidur di lingkungan bising, seperti kawasan dekat jalan raya, pabrik, atau bandara.
Tidur yang lebih tenang juga dapat mendukung kualitas istirahat. Sebaliknya, gangguan suara yang terus berlangsung dapat membuat seseorang mudah terbangun dan merasa kurang segar pada siang hari.
Penelitian yang diterbitkan dalam Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research juga pernah mengkaji penggunaan earplug bersama penutup mata selama tidur. Studi tersebut melaporkan peningkatan kadar melatonin serta perubahan pada pola tidur, termasuk tidur REM.
Tidur REM merupakan fase tidur yang berkaitan dengan aktivitas otak yang tinggi dan biasanya disertai mimpi. Fase ini juga berperan dalam sejumlah proses kognitif, termasuk konsolidasi memori.
Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti earplug cocok digunakan tanpa memperhatikan kondisi telinga dan cara pemakaiannya.
Terlalu sering memakai earplug dapat menimbulkan masalah
Penggunaan penyumbat telinga secara rutin dapat meningkatkan risiko masalah pada saluran telinga, terutama jika alat tersebut kotor atau pemasangannya kurang tepat.
Salah satu masalah yang mungkin muncul ialah penumpukan serumen atau kotoran telinga. Benda yang masuk ke saluran telinga dapat mengganggu proses alami keluarnya serumen.
Penumpukan tersebut dapat menyebabkan telinga terasa penuh atau tersumbat. Pada kondisi tertentu, keluhan juga dapat berupa gatal, penurunan pendengaran, pusing, atau telinga berdenging (tinnitus).
Karena itu, jangan abaikan keluhan setelah menggunakan earplug. Jika telinga terasa nyeri, tersumbat, berdenging, atau pendengaran berubah, sebaiknya periksakan kondisi tersebut kepada dokter.
Cara aman menggunakan earplug saat tidur
Anda tidak harus menghindari earplug jika suara bising memang mengganggu tidur. Namun, gunakan alat tersebut secara tepat dan pilih produk yang sesuai dengan telinga.
Pertama, gunakan earplug ketika memang diperlukan. Jika lingkungan tidur cukup tenang, Anda tidak perlu memasangnya setiap malam.
Kedua, selalu bersihkan tangan sebelum menyentuh dan memasang earplug. CDC/NIOSH juga menekankan pentingnya tangan yang bersih untuk mengurangi masuknya kotoran dan kuman ke telinga.
Masukkan penyumbat secara perlahan sesuai petunjuk produk. Jangan memaksanya masuk terlalu dalam karena posisi yang tidak tepat dapat membuat pemakaian tidak nyaman dan menyulitkan proses pelepasan.
Untuk earplug berbahan busa, ikuti petunjuk pemakaian dan penggantian dari produsennya. Produk sekali pakai sebaiknya tidak digunakan berulang kali setelah kotor atau rusak. Sementara itu, earplug yang dapat digunakan kembali perlu dibersihkan dan dikeringkan sebelum pemakaian berikutnya.
Pilih bahan dan ukuran yang nyaman
Setiap orang memiliki bentuk dan ukuran saluran telinga yang berbeda. Karena itu, tidak ada satu jenis earplug yang pasti paling nyaman untuk semua orang.
CDC/NIOSH menyebutkan bahwa earplug tersedia dalam berbagai bentuk dan bahan, termasuk jenis busa, pre-formed, serta custom-molded. Pemilihan ukuran dan bentuk yang sesuai membantu mendapatkan pemasangan yang lebih baik.
Hindari produk yang terasa menekan, menyebabkan nyeri, atau membuat telinga tidak nyaman ketika Anda tidur menyamping. Jika sebuah earplug terus menimbulkan keluhan, pertimbangkan jenis atau ukuran lain.
Selain itu, jangan memasukkan penyumbat telinga terlalu dalam. Tujuannya bukan membuat telinga tertutup sekuat mungkin, melainkan mengurangi suara hingga tingkat yang nyaman.
Kapan sebaiknya berhenti menggunakan earplug?
Jika penggunaan earplug menimbulkan nyeri, iritasi, rasa penuh pada telinga, tinnitus, atau gangguan pendengaran, hentikan pemakaian dan evaluasi kondisi telinga.
Penggunaan alat pelindung pendengaran memang efektif ketika pemilihannya tepat dan pemasangannya benar. CDC juga menekankan bahwa kesesuaian (fit) sangat menentukan efektivitas perlindungan telinga.
Jadi, tidur menggunakan earplug pada dasarnya dapat menjadi pilihan untuk mengurangi gangguan suara. Namun, kebersihan, kenyamanan, ukuran, dan cara pemasangan tetap menjadi faktor penting agar penggunaannya tidak menimbulkan masalah pada telinga. (*)






