Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendapat penghargaan dari Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) atas capaian indeks kepuasan layanan haji tertinggi sepanjang sejarah.
Penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi terhadap peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia.
JARI menyerahkan piagam penghargaan tersebut di Kantor Kemenhaj RI, Kamis (13/8/2026). Ketua JARI Safaruddin menyerahkan piagam kepada Inspektur Jenderal Kemenhaj Dendi Suryadi.
Dendi menerima penghargaan itu dengan didampingi Inspektur Wilayah III Kemenhaj Mulyadi Nurdin. Keduanya mewakili Menteri Haji dan Umrah RI Moch. Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak.
Safaruddin mengatakan penghargaan tersebut merujuk pada capaian indeks kepuasan layanan haji Indonesia berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan adanya kemajuan dalam kualitas pelayanan dan profesionalisme penyelenggaraan haji. JARI juga menilai pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam memberikan layanan terbaik kepada jemaah.
“Capaian tersebut merupakan sebuah prestasi yang patut mendapatkan apresiasi dan penghargaan. Ini sekaligus mencerminkan adanya upaya peningkatan kualitas pelayanan, profesionalisme, serta komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia,” ujar Safaruddin.
Penghargaan Jadi Motivasi Kemenhaj
JARI berharap penghargaan tersebut dapat menjadi dukungan moral bagi seluruh jajaran Kemenhaj. Organisasi itu juga mendorong kementerian untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan pada penyelenggaraan haji berikutnya.
Dendi Suryadi menyambut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan untuk terus melakukan pembenahan. Ia menilai capaian kepuasan jemaah tidak boleh membuat Kemenhaj berhenti melakukan evaluasi.
“Ini tentu menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah. Penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa masih banyak hal yang harus kita perbaiki dan tingkatkan,” ujar Irjen.
Dendi menegaskan bahwa capaian tersebut lahir dari kerja bersama berbagai pihak. Jajaran Kemenhaj, petugas haji, kementerian dan lembaga terkait, serta pihak lain ikut berperan dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.
“Ini adalah hasil kerja bersama. Ada seluruh jajaran Kemenhaj, petugas haji, kementerian dan lembaga terkait, serta seluruh pihak yang terlibat dalam memberikan pelayanan kepada jemaah,” katanya.
Kepuasan Jemaah Jadi Dasar Evaluasi
Dendi menyebut keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak cukup diukur melalui angka indeks kepuasan. Pemerintah juga perlu memastikan jemaah memperoleh layanan yang mudah, aman, nyaman, profesional, dan sesuai kebutuhan.
Karena itu, Kemenhaj akan menggunakan masukan serta tingkat kepuasan jemaah sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan haji. Langkah tersebut menjadi dasar untuk memperbaiki kualitas layanan dan tata kelola pada tahun-tahun berikutnya.
Penghargaan JARI pun diharapkan tidak berhenti sebagai apresiasi atas capaian Kemenhaj. Pengakuan tersebut juga menjadi dorongan bagi seluruh insan perhajian untuk menjaga kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia. (*)






