Javanusa.com—Suara mendadak serak atau bahkan hilang bisa mengganggu aktivitas, terutama bagi orang yang banyak berbicara setiap hari. Kondisi ini sering berkaitan dengan laringitis, yaitu peradangan pada laring atau kotak suara.
Kabar baiknya, sebagian besar laringitis akut membaik dengan sendirinya dalam satu hingga dua minggu.
Dikutip dari Klikdokter, berikut ini beberapa langkah sederhana untuk mengatasi suara hilang karena radang tenggorokan.
1. Istirahatkan Suara
Kurangi penggunaan suara selama mengalami serak atau kehilangan suara. Hindari berbicara keras, berteriak, bernyanyi, atau berbicara terlalu lama.
Istirahat suara membantu mengurangi beban pada pita suara. Gunakan komunikasi nonverbal bila memungkinkan, terutama ketika suara terasa semakin lemah.
2. Jangan Berbisik
Berbisik bukan pilihan yang lebih aman ketika suara sedang hilang. Aktivitas tersebut justru dapat meningkatkan ketegangan pada mekanisme produksi suara.
Jika harus berbicara, gunakan suara yang lembut dan seperlunya. Namun, pilihan terbaik tetap mengurangi komunikasi verbal sampai kondisi membaik.
3. Perbanyak Minum Air
Pastikan tubuh memperoleh cukup cairan selama mengalami radang tenggorokan atau laringitis. Cairan membantu mencegah tenggorokan dan mukosa saluran napas menjadi terlalu kering.
Air putih dapat menjadi pilihan utama. Minuman hangat juga dapat memberikan rasa nyaman pada tenggorokan.
Sebaliknya, batasi konsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan karena keduanya dapat berkontribusi terhadap dehidrasi.
4. Berkumur dengan Air Garam Hangat
Berkumur menggunakan air garam hangat dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
Caranya cukup sederhana. Larutkan sekitar setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, kemudian gunakan untuk berkumur dan buang kembali.
Metode ini tidak ditujukan untuk anak kecil yang belum mampu berkumur dengan aman.
5. Jaga Kelembapan Udara
Udara yang terlalu kering dapat membuat tenggorokan terasa semakin tidak nyaman. Karena itu, menjaga kelembapan ruangan dapat membantu selama masa pemulihan.
Gunakan humidifier bila tersedia. Mandi dengan air hangat juga dapat membantu memberikan udara yang lebih lembap sehingga tenggorokan terasa lebih nyaman.
6. Hindari Rokok, Vape, dan Alkohol
Asap rokok dapat mengiritasi laring dan pita suara. Paparan asap rokok dari lingkungan sekitar juga sebaiknya dihindari selama mengalami gangguan suara.
Selain itu, batasi alkohol karena dapat membuat tubuh kehilangan cairan. Menghindari berbagai iritan tersebut membantu mengurangi beban pada laring selama proses pemulihan.
7. Jangan Sering Berdeham
Keinginan untuk berdeham sering muncul ketika tenggorokan terasa mengganjal. Namun, kebiasaan tersebut dapat semakin mengiritasi pita suara jika dilakukan berulang kali.
Sebagai alternatif, cobalah menelan atau meneguk sedikit air ketika muncul dorongan untuk berdeham.
8. Konsumsi Madu untuk Membantu Menenangkan Tenggorokan
Madu dapat menjadi pilihan untuk membantu memberikan rasa nyaman pada tenggorokan. Kamu dapat mencampurkan madu ke dalam air hangat dan meminumnya secara perlahan.
Namun, madu bukan pengobatan khusus untuk laringitis. Gunakan sebagai bagian dari perawatan untuk meredakan ketidaknyamanan, bukan sebagai pengganti pemeriksaan atau terapi medis bila gejala menetap.
9. Jahe Bisa Menjadi Pilihan Minuman Hangat
Jahe dapat dikonsumsi sebagai minuman hangat ketika tenggorokan terasa tidak nyaman. Sensasi hangat dari minuman juga dapat membantu membuat tenggorokan terasa lebih nyaman.
Meski demikian, jahe tidak dapat dianggap sebagai obat utama untuk mengatasi laringitis. Pemulihan tetap membutuhkan istirahat suara dan perawatan yang sesuai penyebabnya.
10. Gunakan Pelega Tenggorokan Bila Diperlukan
Menjaga tenggorokan tetap lembap dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Selain cukup minum, beberapa orang dapat menggunakan tablet pelega tenggorokan sesuai petunjuk penggunaannya.
Bila memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker mengenai produk yang sesuai.
Kapan Suara Hilang Perlu Diperiksakan?
Sebagian besar kasus laringitis akut membaik tanpa pengobatan khusus. Namun, suara serak atau perubahan suara yang menetap perlu mendapat perhatian.
Segera cari pertolongan medis jika suara hilang disertai kesulitan bernapas atau menelan, batuk darah, demam yang tidak kunjung reda, atau nyeri yang semakin berat.
Jika suara serak atau gangguan suara berlangsung sekitar dua hingga empat minggu, pemeriksaan dokter juga diperlukan untuk mencari penyebabnya. Kondisi yang menetap dapat berkaitan dengan masalah lain pada laring dan pita suara.
Jadi, ketika suara hilang karena radang tenggorokan, jangan memaksakan diri untuk terus berbicara. Istirahatkan suara, cukupi kebutuhan cairan, jaga kelembapan udara, dan hindari rokok maupun alkohol selama masa pemulihan. (*)






