Javanusa.com—Ubi goreng menjadi salah satu camilan tradisional yang mudah ditemukan dan digemari karena perpaduan rasa manis serta teksturnya yang renyah.
Di balik cita rasanya, ubi jalar juga menyimpan karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Meski demikian, cara pengolahan turut menentukan nilai gizinya. Proses menggoreng dapat menambah lemak dan kalori, sehingga konsumsi ubi goreng tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Kandungan Nutrisi Ubi Goreng
Ubi goreng biasanya menggunakan ubi jalar yang dipotong, kemudian dilapisi adonan tepung sebelum dimasak dalam minyak panas. Teknik tersebut menghasilkan tekstur garing di bagian luar dengan rasa manis khas ubi.
Ubi jalar tetap menyumbang sejumlah nutrisi meski telah melalui proses penggorengan. Namun, tambahan tepung dan minyak membuat kandungan kalori camilan ini lebih tinggi dibandingkan ubi yang dikukus atau direbus.
Karena itu, ubi goreng lebih tepat dikonsumsi sebagai camilan dalam porsi wajar. Konsumsinya juga perlu disertai pola makan yang beragam dan seimbang.
Manfaat Ubi Goreng bagi Tubuh
Ubi jalar sebagai bahan utama ubi goreng memiliki sejumlah kandungan yang mendukung kesehatan. Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh.
1. Menyediakan energi
Karbohidrat dalam ubi dapat digunakan tubuh sebagai sumber energi untuk menjalankan berbagai aktivitas. Kandungan tersebut membuat ubi cukup mengenyangkan ketika dikonsumsi sebagai camilan.
Namun, proses penggorengan dan penggunaan bahan tambahan dapat meningkatkan total kalori. Oleh sebab itu, porsi tetap perlu diperhatikan.
2. Mendukung kesehatan pencernaan
Ubi jalar mengandung serat yang membantu menjaga fungsi saluran cerna. Serat juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama setelah makan.
Manfaat tersebut akan semakin baik jika tubuh mendapat cukup cairan. Konsumsi sayuran, buah, dan biji-bijian utuh juga penting untuk memenuhi kebutuhan serat harian.
3. Membantu melindungi sel tubuh
Jenis ubi berdasarkan warnanya memiliki senyawa antioksidan yang berbeda. Ubi berwarna oranye kaya akan beta karoten, sedangkan ubi ungu mengandung antosianin.
Kedua senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari dampak kerusakan akibat radikal bebas.
4. Menunjang kesehatan mata
Beta karoten dalam ubi dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata dan mendukung fungsi penglihatan normal.
Kandungan beta karoten menjadi salah satu alasan ubi berwarna oranye memiliki nilai gizi yang menarik.
5. Mendukung sistem kekebalan tubuh
Ubi mengandung vitamin A dan vitamin C yang berperan dalam mendukung fungsi sistem imun. Namun, proses memasak dapat menurunkan sebagian kandungan vitamin tertentu.
Vitamin C termasuk nutrisi yang relatif sensitif terhadap proses pengolahan. Karena itu, hindari menggoreng ubi terlalu lama atau sampai terlalu garing.
6. Membantu menjaga kesehatan kulit
Kandungan vitamin A dalam ubi turut mendukung kesehatan dan regenerasi sel kulit. Nutrisi tersebut membantu menjaga fungsi normal jaringan kulit.
Perawatan kulit tentu tidak cukup hanya melalui makanan. Asupan air yang memadai, konsumsi buah dan sayur, kebersihan kulit, serta penggunaan tabir surya juga berperan penting.
Tips Membuat Ubi Goreng Lebih Sehat
Anda tetap dapat menikmati ubi goreng dengan memperhatikan bahan dan teknik pengolahannya. Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi tambahan minyak dan menjaga kualitas nutrisi.
Pilih ubi jalar yang masih segar dan hindari bahan yang bertunas, berlendir, atau menunjukkan tanda pembusukan. Potong ubi dengan ukuran seragam supaya tingkat kematangannya lebih merata.
Gunakan lapisan adonan tepung secukupnya. Adonan yang tipis dapat menghasilkan tekstur renyah tanpa membuat ubi menyerap terlalu banyak minyak.
Alternatif lain adalah menggunakan air fryer. Metode ini dapat membantu mengurangi penggunaan minyak dibandingkan teknik penggorengan konvensional.
Jika tetap menggunakan minyak, pilih minyak yang masih baru dan pastikan suhunya sudah cukup panas sebelum memasukkan ubi. Kondisi tersebut membantu proses pemasakan berlangsung lebih baik dan mengurangi penyerapan minyak berlebihan.
Untuk menambah cita rasa, gunakan rempah seperti kayu manis. Cara tersebut dapat memberikan aroma dan rasa tambahan tanpa harus menambahkan banyak gula.
Jangan Berlebihan Mengonsumsi Ubi Goreng
Ubi goreng pada dasarnya dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, kandungan lemak dan kalori meningkat setelah proses penggorengan.
Karena itu, konsumsi dalam jumlah berlebihan sebaiknya dihindari. Perhatian lebih perlu diberikan kepada orang yang sedang membatasi kalori atau perlu mengatur asupan makanan karena kondisi kesehatan tertentu.
Ubi tetap memberikan karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral meski telah digoreng. Pilihan pengolahan yang lebih tepat serta porsi yang terkontrol dapat membantu menikmati camilan ini secara lebih bijak.
Bagi penderita diabetes, orang yang menjalani program penurunan berat badan, atau individu dengan kondisi medis yang membutuhkan pengaturan pola makan, jumlah konsumsi sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dokter atau ahli gizi. (*)






