Kader Dakwah Muhammadiyah Harus Siap Hadapi Tantangan AI

Penulis -

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Artificial intelligence. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi Artificial intelligence. (Foto: AI Generated)

Bantul, Javanusa—Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fathurrahman Kamal mengingatkan kader dakwah agar memperkuat spiritualitas, kompetensi profesional, dan kemandirian di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau AI.

Fathurrahman menyampaikan pesan tersebut saat membuka Pelatihan Nasional Mubaligh Muda/Mahasiswa Muhammadiyah (PNM3) di Institut Tabligh Muhammadiyah pada 21 Oktober 2026.

Ia menilai kader dakwah perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan teknologi informasi tanpa mengabaikan pembinaan spiritual.

Menurut Fathurrahman, kecerdasan buatan berpotensi menjadi pesaing serius bagi manusia dalam bidang intelektual. Namun, ia menilai spiritualitas tetap menjadi dimensi penting yang membedakan manusia dari teknologi tersebut.

“Satu hal yang tidak pernah dimiliki oleh AI, yaitu spiritualitas. Dimensi irfani, kejernihan hati dan pengalaman spiritual sebagai bekal penting bagi kader dakwah di tengah perubahan zaman,” katanya.

Spiritualitas Menjadi Bekal Kader Dakwah

Fathurrahman menegaskan bahwa kader Muhammadiyah perlu mengembangkan kapasitas diri secara berkelanjutan. Penguasaan ilmu dan keterampilan profesional harus berjalan beriringan dengan kejernihan hati serta pengalaman spiritual.

Ia juga mengingatkan bahwa kesibukan dalam kegiatan organisasi tidak selalu menjamin proses pembinaan kader berjalan dengan baik. Menurutnya, dakwah bukan sekadar tugas atau jabatan, melainkan perintah Tuhan yang harus dijalankan secara berkesinambungan.

“Aktivitas tidak boleh menggantikan pembinaan,” katanya.

Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelaksanaan program organisasi dan pengembangan kualitas pribadi kader. Dengan demikian, aktivitas dakwah tidak hanya berorientasi pada pencapaian kegiatan, tetapi juga pertumbuhan kapasitas para pelakunya.

Fathurrahman Ingatkan Bahaya Konflik Internal

Selain menyoroti penguatan kapasitas kader, Fathurrahman mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam kehidupan organisasi. Ia meminta kader dakwah menghindari konflik ego sektoral, perebutan pengaruh, serta penggunaan lembaga Persyarikatan untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga :  Rumah Sakit Pertama di Ibu Kota Nusantara Dibangun

Ia menilai perbedaan pandangan seharusnya tidak menjadi alasan untuk menjatuhkan rekan seperjuangan. Sebaliknya, kader perlu mengedepankan sikap adil, etika, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan.

Prinsip tersebut menjadi penting agar dinamika organisasi tidak menghambat tujuan utama dakwah. Kader Muhammadiyah perlu menempatkan kepentingan dakwah di atas ambisi pribadi maupun persaingan internal.

Kepemimpinan Dakwah Harus Menguatkan Kaderisasi

Fathurrahman juga menekankan bahwa dakwah mencakup proses kaderisasi yang berkelanjutan. Proses ini tidak cukup dengan merekrut anggota atau menyelenggarakan berbagai kegiatan organisasi.

Menurutnya, kaderisasi harus mampu mendorong perkembangan diri sekaligus membantu orang lain bertumbuh. Karena itu, seorang pemimpin dakwah perlu memperhatikan kualitas manusia yang terlibat, bukan hanya keberhasilan program.

“Kepemimpinan dakwah bukan sekadar menggerakkan program, tapi juga merawat manusia,” katanya.

Ia menempatkan pembinaan manusia sebagai bagian penting dari kepemimpinan dakwah. Pendekatan tersebut diharapkan dapat melahirkan kader yang memiliki kompetensi, integritas, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman.

PNM3 Diikuti 42 Perwakilan PTMA

Pelatihan Nasional Mubaligh Muda/Mahasiswa Muhammadiyah ini terselenggara melalui kolaborasi Majelis Tabligh dan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Kegiatan tersebut diikuti 42 peserta yang mewakili Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA).

Melalui pelatihan ini, penguatan kompetensi, spiritualitas, dan kaderisasi menjadi aspek penting dalam menyiapkan mubaligh muda Muhammadiyah. Bekal tersebut diperlukan agar kader mampu menjalankan dakwah secara profesional, beretika, dan relevan dengan perkembangan zaman. (*)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Pertunjukan Musik, Ini yang Dipersoalkan MUI soal Andrea Bocelli
Bima Ayman Modjo Debut Lewat Single Rindu yang Lirih, Kisahkan Proses Pendewasaan Diri
Amanda Caesa Rilis EP Cute Talks, Angkat Kisah Hubungan yang Tak Kunjung Pasti
Kalender Hijriah Global Tunggal Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027
Kapolri dan Menhub Perkuat Koordinasi Pengamanan Nataru 2026 dan Lebaran 2027
Bareskrim Usut 5 Merek Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label, 1.194 Kemasan Disita
Kemenag Siapkan 5 Program Pesantren 2026, dari SAFESANTRI hingga Dakwah Digital
Siswi MTsN 6 Padang Raih Emas dan Best Campaign KREASI 2026 Berkat Inovasi Madrasah

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Balita Hilang Tiga Hari di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal, 200 Meter dari Lokasi Awal

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Satpol PP Padang Amankan 11 Orang saat Patroli Dini Hari di Khatib Sulaiman dan Batang Arau

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Berpotensi Selamatkan 5,8 Juta Jiwa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Kapolri: Kapal Tanker Pengangkut 1,16 Ton Ketamin Berulang Kali Ganti Nama

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Polri Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Senilai Rp3,48 Triliun di Sumut, 8 Awak Kapal Ditangkap

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Satpol PP Padang Amankan 11 Orang Saat Patroli Dini Hari, Temukan Pemuda Konsumsi Alkohol

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Praktik Mucikari di Padang, Satu Pria Diamankan

Berita Terbaru