Padang, Javanusa—Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir bandang di Kota Padang.
Bantuan tersebut mencakup makanan siap saji, perlengkapan anak, selimut, kasur, serta kebutuhan keluarga untuk mendukung pemulihan warga pascabencana.
Kemensos mendistribusikan bantuan melalui gudang Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang dan gudang Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat. Berdasarkan laporan penanganan bencana, sebanyak 743 jiwa terdampak banjir hingga Rabu (14/10/2026).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas pada tahap awal penanganan bencana.
“Di tengah situasi seperti ini, kita perlu lebih peka melihat kebutuhan warga. Anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas mungkin membutuhkan bantuan khusus. Jangan sampai ada yang kesulitan mendapatkan makanan, perlengkapan sehari-hari, atau tempat istirahat yang layak,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).
Rincian Bantuan Kemensos untuk Korban Banjir Padang
Melalui gudang BBPPKS Padang, Kemensos menyalurkan 80 paket makanan siap saji dan 80 paket makanan anak. Bantuan lainnya terdiri atas 120 lembar selimut, 40 lembar kasur, 40 paket family kit, serta 40 paket kidsware.
Sementara itu, gudang Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat menyalurkan 30 paket makanan anak dan 250 bungkus nasi. Petugas juga mendistribusikan 30 paket family kit, 16 paket kidsware, 30 lembar selimut, serta 30 lembar kasur.
Penyaluran tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan mendesak warga selama masa tanggap darurat. Petugas juga memperhatikan kebutuhan khusus kelompok rentan, termasuk anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.
Banjir Bandang Melanda Tiga Kecamatan di Padang
Banjir bandang terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Kota Padang sejak Sabtu (10/10/2026) pukul 12.00 WIB. Sekitar pukul 12.52 WIB, air sungai tiba-tiba meluap di Kecamatan Kuranji.
Banjir kemudian meluas ke Kecamatan Koto Tangah dan Nanggalo pada siang hingga sore hari. Kondisi tersebut memaksa sejumlah warga meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman.
Warga mengungsi ke beberapa lokasi, antara lain Lapau Munggu di Kelurahan Kuranji dan Musala Al Ridwan di Kampung Tangah, Kelurahan Gunung Sarik. Di Kecamatan Koto Tangah, warga memanfaatkan Masjid Al Hijrah dan Masjid Adam sebagai tempat pengungsian.
Berdasarkan laporan penanganan bencana per Rabu (14/10/2026) pukul 07.45 WIB, jumlah warga terdampak mencapai 743 jiwa. Sebagian besar warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah setelah air banjir surut.
Sebanyak 120 Rumah Terendam, Infrastruktur Ikut Rusak
Banjir bandang juga menimbulkan kerusakan pada permukiman dan infrastruktur. Laporan mencatat 120 rumah terendam, satu rumah mengalami kerusakan berat, dan empat rumah rusak sedang.
Selain merendam permukiman, banjir menyebabkan tanggul Sungai Lapau Munggu jebol. Akses jalan sepanjang sekitar 100 meter di kawasan PDAM Guo, Kecamatan Kuranji, juga terputus.
Dampak lainnya terlihat pada infrastruktur PDAM dan tiang listrik di Kampung Guo. Meski menimbulkan kerusakan materiil, laporan hingga pembaruan tersebut tidak mencatat korban meninggal dunia maupun luka-luka.
Petugas Bersihkan Lumpur dan Perbaiki Infrastruktur
Setelah air surut, petugas bersama unsur terkait melanjutkan penanganan di kawasan terdampak. Kegiatan tersebut meliputi asesmen, pendataan kebutuhan, evakuasi, dan distribusi bantuan logistik.
Tim gabungan memprioritaskan kelompok rentan selama proses evakuasi. Langkah ini bertujuan memastikan warga yang membutuhkan bantuan khusus dapat mencapai tempat aman.
Namun, surutnya air belum sepenuhnya memulihkan kondisi lingkungan. Lumpur dan material sisa banjir masih menutupi sejumlah kawasan, sehingga petugas terus membersihkan permukiman.
Di Kampung Guo, tim juga melakukan perbaikan tiang listrik dan pipa air bersih. Petugas mengerahkan pompa air dan ekskavator untuk mempercepat pengeringan serta mendukung rencana normalisasi Sungai Batang Air Dingin dan Sungai Guo.
Kemensos dan Pemerintah Daerah Lanjutkan Penanganan
Penanganan banjir bandang di Padang melibatkan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB), BBPPKS Padang, Dinas Sosial dan BPBD Provinsi Sumatera Barat, serta Dinas Sosial dan BPBD Kota Padang.
TNI-Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Padang, relawan, dan instansi terkait lainnya turut membantu proses penanganan. Kolaborasi tersebut mencakup evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pemulihan lingkungan dan infrastruktur.
Gus Ipul mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang membantu warga sejak bencana terjadi. Ia menegaskan bahwa penanganan harus berlanjut dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Terima kasih kepada Tagana, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh relawan yang sudah membantu warga sejak kejadian. Pekerjaan kita masih berlanjut. Mari terus bekerja bersama, mendengarkan kebutuhan warga, dan membantu mereka melewati masa sulit ini,” ucap Gus Ipul.
Pemerintah dan tim gabungan kini melanjutkan pembersihan serta perbaikan infrastruktur di sejumlah titik terdampak. Pemenuhan kebutuhan dasar warga tetap menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabanjir bandang di Kota Padang. (*)






