Argentina Melaju ke Semifinal Usai Atasi Ekuador Lewat Adu Penalti 4-2

Penulis -

Jumat, 5 Juli 2024 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kiper Timnas Argentina Emiliano Martinez menjadi pahlawan setelah menepis dua tendangan pemain Ekuador saat adu penalti di Copa America 2024. (Foto: afaseleccion)

Kiper Timnas Argentina Emiliano Martinez menjadi pahlawan setelah menepis dua tendangan pemain Ekuador saat adu penalti di Copa America 2024. (Foto: afaseleccion)

Houston, Javanusa—Timnas Argentina berhasil melaju ke babak semifinal Copa America 2024 setelah mengalahkan Ekuador lewat drama adu penalti dengan skor 4-2.

Pertandingan perempat final yang berlangsung di NRG Stadium, Houston, Jumat (5/7/2024) pagi WIB, ini harus ditentukan melalui adu penalti setelah kedudukan imbang 1-1 di waktu normal.

Kemenangan ini memastikan tim asuhan Lionel Scaloni menjadi tim pertama yang melaju ke babak semifinal.

Sejak awal pertandingan, Argentina mencoba untuk mengatur ritme permainan dan menguasai penguasaan bola melalui pergerakan pemain di lini tengah.

Ekuador bermain lebih menunggu di dalam kotak penalti. Pada menit keenam, Moises Caicedo melesatkan tendangan dari luar kotak penalti yang dapat diantisipasi oleh Emiliano Martinez.

Sembilan menit berselang melalui skema tendangan sudut, Sarmiento yang tanpa pengawalan menyundul bola ke arah gawang Martinez.

Martinez yang sigap menepis bola keluar. Kendry Paez yang memperoleh bola liar melesatkan tandukan voli yang melebar dari gawang.

Pertahanan Argentina terus diancam melalui serangan balik pada lima belas menit awal pertandingan.

Skema jebakan offside yang diterapkan tim asuhan Felix Sanzhez mampu meredam serangan dari Lionel Messi dan kawan-kawan.

Pada menit ke-21, Mac Allister melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti yang di blok pertahanan Ekuador.

Enam menit berselang, pergerakan di sektor kiri Argentina mampu mengekspos Ekuador.

Nahuel Molina mengirimkan umpan ke arah kotak penalti, Enzo yang terbebas melesatkan sundulan yang melebar dari gawang Domingiez.

Argentina mampu mencatatkan keunggulan pada menit ke-35. Melalui skema tendangan sudut yang dilepaskan Messi, Mac Allister menyundul bola ke arah tiang dekat yang langsung disambut sepakan Lisandro Martinez. Tim Tango unggul 1-0.

Baca Juga :  Fulham vs Manchester United 1-1: Gol Menit Akhir Cunha Selamatkan MU dari Kekalahan

Pada menit ke-42, melalui pergerakan umpan satu dua, Enzo Fernandez masih belum mampu melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti yang mengancam Dominguez.

Tidak ada peluang yang diciptakan oleh kedua tim hingga peluit panjang babak pertama berakhir. Skor 1-0 untuk keunggulan Argentina di masa turun minum.

Selama babak pertama, Argentina menguasai 62 persen penguasaan bola berbanding 38 persen di pihak Ekuador.

Total Argentina melepaskan lima tembakan dan dua di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Ekuador melepaskan empat tembakan dengan dua diantaranya mengarah ke gawang.

Memulai babak kedua, Argentina terus mengambil inisiatif menekan melalui pergerakan di sektor dua lini sayap.

Pada menit ke-55, Lautaro Martinez memperoleh posisi bebas dari pengawalan dan menyundul bola hasil umpan silang. Namun sundulan Lautaro Martinez masih melebar.

Melalui skema tendangan sudut pada menit ke-61, Ekuador memperoleh hadiah tendangan penalti usai sundulan Enner Valencia ditahan menggunakan tangan oleh Rodrigo de Paul.

Enner Valencia yang menjadi algojo mengarahkan bola ke sisi kanan gawang, sementara Emi Martinez bergerak ke arah sebaliknya. Namun tembakan Valencia membentur tiang gawang.

Pada menit ke-65, Lionel Messi yang terbebas dari penjagaan lawan melepaskan tembakan spekulasi yang masih bisa diamankan Alexander Dominguez.

Ekuador berusaha untuk keluar dari tekanan Argentina lewat serangan-serangan dari lini tengah melalui skema umpan jarak jauh.

Pada menit ke-82, Angel Mena yang menjadi algojo tendangan bebas melepaskan tendangan keras yang di blok barisan pagar betis pemain Argentina.

Pada menit ke-90, pergerakan individu dari Jordy Caicedo menerobos barisan pertahanan Argentina. Namun tendangan yang dilepaskan Jordy masih menyamping ke sisi kiri gawang Emi Martinez.

Pada masa perpanjangan waktu, Kevin Rodriguez menjadi pahlawan Ekuador setelah mampu menanduk umpan silang dari John Yeboah dan mengarahkan bola ke sisi kanam Emi Martinez dan membawa skor imbang 1-1.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Ajak Pimpinan Muhammadiyah Bersinergi Bangun Daerah

Hingga peluit panjang babak kedua ditiup, skor imbang 1-1 bertahan dan pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.

Messi yang menjadi algojo penalti pertama Argentina melepaskan tendangan yang membentur mistar gawang. Skor 0-0.

Emi Martinez menebak tendangan yang diarahkan oleh Angel Mina ke sisi kanan gawang untuk membuat kedudukan tetap berimbang 0-0.

Julian Alvarez sukses memperdaya Alexander Dominguez untuk membawa Argentina unggul 1-0.

Alan Minda belum mampu mengelabui Emi Martinez yang bergerak membaca bola ke sisi kiri gawang. Argentina unggul 1-0.

Mac Allister kian menlmbawa Argentina memperlebar jarak setelah tandukannya tak dapat dibendung Dominguez. Argentina unggul 2-0.

John Yeboah membawa Ekuador memperkecil jarak dan membuat papan skor berubah 2-1.

Gonzalo Montiel mengecoh Dominguez untuk membawa papan skor menjadi 3-1 untuk keunggulan Argentina.

Jordy Caicedo melesatkan tendangan keras yang tak mampu diblok Emi Martinez dan membuat kedudukan menjadi 3-2.

Nicolas Otamendi mengarahkan tendangan terukur di sudut kanan gawang untuk memastikan Argentina mengamankan tiket semifinal dengan unggul adu penalti 4-2.

Pada babak semifinal nanti, Messi dan kawan-kawan akan menunggu calon lawan antara pemenang dari pertandingan yang mempertemukan Venezuela menghadapi Kanada yang berlangsung pada Sabtu pagi WIB. (*/ant)

Susunan pemain:

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez (PG), Nicolas Tagliafico, Lisandro Martinez, Cristian Romero, Nahuel Molina; Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Rodrigo de Paul, Nico Gonzalez; Lautaro Martinez, Lionel Messi.

Pelatih : Lionel Scaloni

Ekuador (4-1-4-1): Alexander Dominguez (PG); Angelo Preciado, Felix Torres, Willian Pacho, Piero Hincapie; Carlos Gruezo; Kendry Paez, Alan Franco, Moises Caicedo, Jeremy Sarmiento; Enner Valencia.

Pelatih : Felix Sanchez

Berita Terkait

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Kuasai Tiga Besar
Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain
Maigus Nasir Lepas 12 Atlet SOIna ke Pesonas II 2026, Berharap Bawa Pulang Medali
Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026
Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026
Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  
Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026
Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru