Solo, Javanusa—Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heriyawan, menegaskan layanan Mecca Route memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan sejak di Tanah Air.
Pernyataan itu disampaikan saat pengecekan kesiapan layanan Mecca Route di Bandar Udara Adi Soemarmo pada Sabtu (11/04/2026), bersama manajemen bandara.
“Melalui Mecca Route, proses imigrasi Arab Saudi sudah diselesaikan di Indonesia. Artinya, setibanya di Arab Saudi, jemaah tidak perlu lagi antre lama untuk pemeriksaan imigrasi,” ujar Ian.
Ia menjelaskan, layanan ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi waktu dan kenyamanan jemaah saat tiba di Tanah Suci. Dengan demikian, jemaah dapat langsung melanjutkan perjalanan tanpa antrean panjang.
“Jemaah bisa lebih fokus mempersiapkan ibadahnya,” katanya.
Selain itu, kesiapan seluruh alur layanan turut diperiksa, mulai dari pemeriksaan dokumen hingga proses keberangkatan, agar berjalan lancar dan sesuai prosedur.
“Kita pastikan semua proses berjalan mulus sehingga manfaat layanan ini benar-benar dirasakan jemaah,” ujar Ian.
Pada Minggu (12/04/2026), Ian melanjutkan pengecekan di Asrama Haji Embarkasi Solo bersama Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah.
Dalam peninjauan tersebut, ia menekankan pentingnya kesiapan asrama sebagai bagian dari rangkaian pelayanan awal bagi jemaah haji.
“Asrama haji menjadi titik awal pengalaman jemaah. Jika di sini sudah tertib dan terlayani dengan baik, perjalanan ibadah dapat dimulai dengan lebih tenang,” ujarnya.
Kesiapan layanan di embarkasi juga disebut berperan dalam mendukung kelancaran proses keberangkatan secara menyeluruh, termasuk memastikan kondisi fisik dan mental jemaah sebelum berangkat.
“Kita ingin memastikan jemaah berangkat tanpa kendala teknis yang berarti,” katanya.
Ian menambahkan, koordinasi antar pihak menjadi faktor penting dalam pelaksanaan layanan haji.
“Pelayanan yang cepat, efisien, dan nyaman hanya dapat tercapai melalui sinergi semua pihak,” ujarnya.
Melalui optimalisasi layanan Mecca Route dan kesiapan embarkasi, Kementerian Haji menargetkan proses keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 berjalan lebih lancar dan efisien sejak dari Tanah Air hingga tiba di Arab Saudi. (*/red)






