Ekspor Kosmetik Indonesia Tembus USD 473,8 Ribu, Industri Wellness Jadi Motor Ekonomi Baru

Penulis -

Senin, 4 Mei 2026 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita dalam Grand Opening Prioritas Wellness Indonesia di Tangerang. (Foto: Kemenperin)

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita dalam Grand Opening Prioritas Wellness Indonesia di Tangerang. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri, permintaan produk kosmetik, parfum, dan wellness terus naik signifikan.

Masyarakat kini tidak hanya mengejar estetika, tetapi juga memperhatikan kesehatan, keamanan, dan kualitas produk.

Tren ini mendorong industri kosmetik berkembang menjadi bagian penting dari gaya hidup modern.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pemerintah terus memperkuat daya saing industri kosmetik, parfum, dan wellness.

Ia menyebut sektor ini berperan penting dalam strategi peningkatan nilai tambah industri nasional.

Indonesia memiliki peluang besar karena didukung jumlah penduduk besar dan dominasi usia produktif. Kondisi itu menjadikan Indonesia salah satu pasar kosmetik terbesar di kawasan.

“Industri kosmetik, parfum, dan wellness memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi salah satu pilar pertumbuhan industri nasional. Pemerintah akan terus hadir melalui kebijakan yang mendukung, fasilitasi dan pembinaan, serta penguatan ekosistem industri agar mampu bersaing di tingkat global,” ujar Menperin di Jakarta, Senin (4/5).

IKM Dominasi Pelaku Industri Kosmetik

Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan tahun 2025, lebih dari 1.500 pelaku industri kosmetik beroperasi di Indonesia. Sebanyak 90 persen di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM).

Kondisi ini menunjukkan sektor kosmetik tidak hanya dikuasai perusahaan besar, tetapi juga membuka ruang luas bagi wirausaha lokal. IKM menjadi motor penting dalam penguatan industri manufaktur nasional.

Inovasi dan Standar Keamanan Jadi Kunci IKM

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menekankan pentingnya inovasi bagi pelaku IKM. Ia meminta pelaku usaha memahami kebutuhan pasar sekaligus standar keamanan produk.

“IKM kosmetik juga harus peka dan paham tentang berbagai standar keamanan dalam menghadirkan produk kosmetik yang berkualitas,” ujar Reni dalam Grand Opening Prioritas Wellness Indonesia di Tangerang.

Baca Juga :  Telkomsel Umumkan 7 Top Scorer Ilmupedia Tryout UTBK 2025, Salah Satunya Pelajar SMAN 2 Payakumbuh
Fasilitas Modern Perkuat Struktur Industri

Reni menilai keberadaan fasilitas manufaktur modern menjadi faktor penting dalam penguatan industri nasional. Fasilitas tersebut juga menjadi acuan peningkatan kualitas produksi IKM agar mampu bersaing.

Ia menambahkan, pembukaan fasilitas produksi baru menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri kosmetik, parfum, dan wellness di Indonesia.

Nilai Pasar dan Ekspor Terus Tumbuh

Reni mengungkapkan nilai pasar industri kosmetik Indonesia pada 2025 mencapai sekitar USD 9,74 miliar.
Pertumbuhan tahunan sektor ini diproyeksikan berada di kisaran 4,33 hingga 4,37 persen.

Kinerja ekspor juga meningkat dari USD 416,8 ribu pada 2024 menjadi USD 473,8 ribu pada 2025. Capaian ini memperkuat posisi Indonesia di pasar global kosmetik.

Penguatan Produksi dan Kualitas Jadi Fokus

“Dengan nilai pasar dan kinerja ekspor yang positif, industri kosmetik Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi di pasar global. Hal ini perlu didukung dengan penguatan kapasitas produksi dalam negeri serta peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing secara berkelanjutan,” jelas Reni.

Program Pembinaan dan Ekspansi Pasar

Kementerian Perindustrian melalui Ditjen IKMA terus menjalankan berbagai program pembinaan industri.
Program tersebut meliputi peningkatan SDM, sertifikasi, restrukturisasi mesin, kemitraan rantai pasok, hingga perluasan pasar. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat merek lokal agar mampu bersaing di tingkat global.

Optimisme Industri Kosmetik Indonesia

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menilai fasilitas Prioritas Wellness Indonesia menjadi simbol optimisme industri nasional. Ia menyebut sektor ini memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di industri global.

“Fasilitas ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas produksi nasional, memperkuat kemitraan dengan IKM, serta membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru. Selain itu, penggunaan bahan baku lokal juga perlu terus didorong untuk meningkatkan nilai tambah industri nasional,” tutupnya. (*/red)

Baca Juga :  Menperin Targetkan RI Masuk 10 Besar Produsen Crude Steel di Dunia

Berita Terkait

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terbaru