Jadwal Lontar Jumrah Hari Tasyrik 11-13 Dzulhijjah 1447 H, Kemenhaj Siagakan Tim MCR di Jamarat

Penulis -

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenhaj menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat. (Foto: Kemenhaj)

Kemenhaj menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat. (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat layanan pelindungan bagi jemaah haji Indonesia selama fase Mina dengan menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat.

Tim tersebut bertugas memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat. Serta membantu mengurai kepadatan jemaah saat pelaksanaan lontar jumrah pada hari Tasyrik.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan MCR menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat layanan di titik-titik krusial pergerakan jemaah.

“MCR adalah tim khusus dan posko dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji yang disiagakan di kawasan Jamarat, Mina. Tim ini bertugas memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat dan membantu mengurai kepadatan jemaah selama puncak ibadah haji,” ujar Maria di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Posko MCR Siaga di Jalur Pergerakan Jemaah

Maria menjelaskan, posko MCR ditempatkan di sejumlah titik strategis di area Jamarat dan jalur perlintasan jemaah. Penempatan itu memungkinkan petugas memantau situasi secara langsung dan merespons kondisi darurat dengan cepat.

Petugas juga memberikan bantuan kepada jemaah yang membutuhkan penanganan segera.

“MCR dibentuk khusus untuk merespons kondisi darurat, termasuk memberikan penanganan bagi jemaah yang pingsan, tersesat, mengalami kelelahan ekstrem, hingga melakukan evakuasi bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas,” jelasnya.

Menurut Maria, keberadaan MCR menjadi bagian dari upaya Kemenhaj memastikan seluruh situasi di lapangan tertangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah menghadirkan penyelenggaraan haji yang aman, tertib, ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan.

“Pelindungan jemaah adalah prioritas. Karena itu, petugas tidak hanya berada di tenda-tenda jemaah, tetapi juga disiagakan di jalur pergerakan, pos pantau, dan titik yang berpotensi terjadi kepadatan. Setiap jemaah yang membutuhkan bantuan harus bisa segera ditangani,” tegas Maria.

Baca Juga :  Hari ke-10 Haji 2026: 54.604 Jemaah Sudah Diberangkatkan, Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas untuk Pelanggaran KBIHU
Jadwal Lontar Jumrah Hari Tasyrik 1447 H

Pada 11 Dzulhijjah 1447 H, jemaah haji Indonesia mulai melaksanakan lontar tiga jamarah, yakni Ula, Wustha, dan Aqabah.

Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah mengikuti jadwal lontar yang telah ditetapkan bagi masing-masing kloter dan tidak melaksanakan lontar di luar jadwal resmi.

Adapun jadwal lontar jumrah pada hari Tasyrik sebagai berikut:

11 Dzulhijjah 1447 H
  • Sesi pertama: pukul 17.00–24.00 waktu Arab Saudi
  • Sesi kedua: pukul 00.00–04.00 waktu Arab Saudi pada 12 Dzulhijjah

Waktu larangan melontar berlaku pukul 11.00–18.00 waktu Arab Saudi.

12 Dzulhijjah 1447 H
  • Sesi pertama: pukul 05.00–10.30 waktu Arab Saudi
  • Sesi kedua: pukul 18.00–24.00 waktu Arab Saudi

Waktu larangan melontar berlaku pukul 11.00–14.00 waktu Arab Saudi.

13 Dzulhijjah 1447 H
  • Pelaksanaan lontar jumrah berlangsung pukul 05.00–12.00 waktu Arab Saudi

Pada 13 Dzulhijjah tidak terdapat waktu larangan khusus sebagaimana tercantum dalam jadwal resmi.

Jemaah Diminta Tidak Berangkat Sendiri ke Jamarat

Maria kembali mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri dan tidak berangkat sendiri menuju Jamarat.

Seluruh pergerakan jemaah harus dilakukan secara berkelompok, didampingi petugas, serta mengikuti arahan ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, sektor, dan pembimbing ibadah.

“Kami mengimbau jemaah untuk tidak terburu-buru dan tidak memaksakan diri. Ikuti jadwal, gunakan jalur resmi, dan jangan memisahkan diri dari rombongan. Keselamatan jemaah harus menjadi perhatian bersama,” kata Maria.

Kemenhaj juga meminta jemaah memperhatikan waktu larangan melontar untuk menghindari cuaca panas dan potensi kepadatan di kawasan Jamarat.

Pada waktu larangan, jemaah diminta tetap berada di tenda, menjaga kondisi fisik, memperbanyak minum air putih, dan menunggu arahan petugas.

Kemenhaj Siagakan 1.356 Petugas Satgas Mina

Untuk memperkuat layanan selama fase Mina, Kemenhaj menyiagakan 1.356 Petugas Satgas Mina.

Baca Juga :  175 Jemaah Haji Indonesia Wafat, Mayoritas Karena Penyakit Jantung

Petugas tersebut ditempatkan di sejumlah titik pantau, jalur pergerakan jemaah, pos rute Jamarat, pos MCR bawah dan atas, serta pos koordinator tanazul.

Pos pantau Satgas Mina berada di sejumlah titik strategis, seperti Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, gawang Terowongan Muaisim Turki, depan syarikah, serta sejumlah pos pengarah pergerakan jemaah menuju Jamarat.

Selain itu, petugas juga berjaga di pos pemantauan arus kepulangan jemaah dari lontar jumrah.

Pos-pos tersebut bertugas mengarahkan pejalan kaki jemaah menuju Jamarat, membantu pengaturan arus saat lontar jumrah, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan jemaah kembali melalui jalur aman dan tidak mengambil jalan pintas berisiko.

Jemaah Diimbau Menjaga Kesehatan Selama di Mina

Maria menambahkan, cuaca di Mina pada siang hari masih cukup panas. Karena itu, jemaah diminta menjaga kesehatan dan membatasi aktivitas fisik yang tidak diperlukan.

Jemaah juga diimbau mengonsumsi makanan secara teratur serta menggunakan pelindung kepala saat berada di luar tenda.

“Kami meminta keluarga kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan sesama jemaah untuk memberikan perhatian lebih kepada jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Jika ada jemaah yang terlihat kelelahan, kebingungan, terpisah dari rombongan, atau mengalami gangguan kesehatan, segera laporkan kepada petugas terdekat,” ujar Maria.

Kemenhaj memastikan seluruh layanan selama fase Mina, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah terus diperkuat sampai seluruh rangkaian Armuzna selesai.

“Kami mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kekompakan, saling membantu, saling mengingatkan, dan saling menjaga. Semangat gotong royong dan ukhuwah menjadi bagian penting dalam mewujudkan ibadah haji yang aman, tertib, nyaman, dan penuh keberkahan,” tutup Maria. (*/red)

Baca Juga :  Operasional Haji Hari ke-12 Lancar, Kemenhaj Tegaskan Pembayaran Dam Wajib Lewat Adhahi

Berita Terkait

Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan
Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tetap Aman
Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK
368 ASN Lulus Seleksi Mutasi Karier Batch II, Mulai Bergabung 1 November 2026
189 Pengaduan Travel Haji dan Umrah Masuk hingga September 2026, Kemenhaj Perketat Pengawasan
Kemenhaj Sumbar Ingatkan Travel Umrah Gunakan Identitas Sesuai Izin, ID Card Wajib Diberikan H-1
Perkuat Perlindungan Jemaah, Kemenhaj Sumbar Bentuk Satgas Awasi Travel Umrah di Bandara
Sidak Travel Umrah di BIM, Kemenhaj Sumbar Temukan Jemaah Batal Berangkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru