Javanusa.com—Ikan dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani yang kaya manfaat bagi kesehatan. Namun, banyak yang bertanya-tanya, apakah ikan laut lebih bergizi dibandingkan ikan air tawar, atau sebaliknya?
Di pasaran, masyarakat dapat dengan mudah menemukan berbagai jenis ikan. Ikan laut seperti tuna, cakalang, tenggiri, tongkol, dan kakap cukup populer. Sementara itu, ikan air tawar seperti lele, nila, gurame, dan patin juga banyak dikonsumsi karena harganya relatif lebih terjangkau.
Meski sama-sama sehat, kedua jenis ikan ini memiliki perbedaan kandungan gizi yang dipengaruhi oleh habitat hidupnya. Dikutip dari laman Hello Sehat, ikan laut hidup di perairan dengan kadar garam tinggi serta kaya mineral seperti magnesium, kalium, dan yodium. Kondisi ini membuat ikan laut umumnya memiliki kandungan mineral yang lebih beragam.
Sebaliknya, ikan air tawar hidup di sungai, danau, atau kolam dengan kadar garam rendah. Karena itu, kandungan mineralnya cenderung lebih sedikit dibandingkan ikan laut, meskipun tetap bermanfaat bagi tubuh.
Namun demikian, tidak semua ikan mengikuti pola yang sama. Beberapa ikan air tawar justru memiliki kandungan mineral tertentu yang lebih tinggi. Misalnya, ikan gurame diketahui mengandung kalsium lebih tinggi dibandingkan salmon.
Kandungan protein dan omega-3 berbeda
Perbedaan juga terlihat pada kandungan protein dan asam lemak omega-3. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ikan laut seperti salmon, kod, dan makarel memiliki kandungan omega-3 yang lebih tinggi dibandingkan ikan air tawar seperti ikan mas.
Omega-3 berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, mendukung fungsi otak, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, ikan laut umumnya juga memiliki kandungan protein yang tinggi. Nutrisi ini berperan dalam memperbaiki jaringan tubuh, membentuk antibodi, serta mendukung produksi sel darah merah.
Efek samping
Baik ikan laut maupun ikan air tawar tetap memiliki potensi risiko tertentu. Pada sebagian orang, keduanya dapat memicu reaksi alergi, terutama karena kandungan protein di dalamnya. Ikan laut berlemak seperti tuna dan salmon bahkan lebih sering dikaitkan dengan reaksi alergi pada individu sensitif.
Di sisi lain, ikan laut berpotensi mengandung logam berat seperti merkuri. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang dan berlebihan, paparan merkuri dapat berdampak pada sistem saraf, terutama pada janin dan anak-anak.
Sementara itu, ikan air tawar juga tidak sepenuhnya bebas risiko. Beberapa jenis dapat terpapar bakteri seperti Salmonella, terutama jika tidak diolah dengan benar atau dikonsumsi dalam keadaan kurang matang.
Karena itu, pengolahan yang tepat menjadi faktor penting untuk menjaga keamanan konsumsi ikan.
Kesimpulan: sama-sama bergizi, tinggal pilih kebutuhan
Secara umum, ikan laut dan ikan air tawar sama-sama memiliki nilai gizi yang baik bagi tubuh. Perbedaannya terletak pada komposisi nutrisi tertentu, di mana ikan laut cenderung lebih tinggi omega-3, protein, dan mineral, sementara beberapa ikan air tawar unggul pada kandungan mineral tertentu seperti kalsium.
Dengan kata lain, tidak ada yang sepenuhnya lebih unggul. Keduanya bisa menjadi sumber protein sehat yang baik, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan diolah dengan benar. (*/red)






