Preview Arab Saudi vs Uruguay Piala Dunia 2026: The Green Falcons Siap Bikin Kejutan

Penulis -

Senin, 15 Juni 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemain Arab Saudi melakukan selebrasi usai mencetak gol. (Foto: FIFA.com)

Pemain Arab Saudi melakukan selebrasi usai mencetak gol. (Foto: FIFA.com)

Javanusa.com—Arab Saudi menghadapi ujian berat pada laga pembuka Grup H Piala Dunia FIFA 2026 saat berhadapan dengan Uruguay di Miami Stadium, Selasa (16/6/2026) pukul 05.00 WIB.

Meski berstatus underdog, The Green Falcons datang dengan ambisi besar untuk kembali menciptakan kejutan di panggung sepak bola dunia.

Tim asuhan Herve Renard memasuki turnamen dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil impresif sepanjang kualifikasi zona Asia.

Arab Saudi bahkan berhasil keluar sebagai juara Grup B pada putaran keempat kualifikasi AFC dan memastikan tiket ke putaran final untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Sementara itu, Uruguay mengusung target meraih kemenangan pada laga perdana guna memperbesar peluang lolos ke fase gugur.

La Celeste tetap menjadi salah satu kekuatan utama Amerika Selatan dengan pengalaman panjang di ajang Piala Dunia.

Arab Saudi Ingin Mengulang Kejutan Bersejarah

Nama Arab Saudi masih lekat dengan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Pada edisi 2022 di Qatar, mereka sukses menumbangkan juara bertahan Argentina dengan skor 2-1 pada pertandingan pembuka fase grup.

Hasil tersebut menjadi bukti bahwa The Green Falcons mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia. Kini, menghadapi Uruguay, Arab Saudi berharap dapat kembali menghadirkan kejutan yang mampu mengubah peta persaingan Grup H.

Selain memiliki momentum positif dari babak kualifikasi, skuad Arab Saudi juga mendapat keuntungan dari pengalaman pelatih Herve Renard yang sudah beberapa kali membawa tim nasional tampil kompetitif di turnamen besar.

Uruguay Andalkan Pengalaman dan Konsistensi

Di kubu lawan, Uruguay datang dengan modal yang tidak kalah meyakinkan. Tim besutan Marcelo Bielsa memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah finis di posisi keempat kualifikasi zona CONMEBOL.

Baca Juga :  Festival Seni Budaya Nias IKBM 2023, Ekos Albar : Kota Padang Multi Etnis dan Multi Event

Keberhasilan tersebut memperpanjang catatan konsistensi Uruguay yang kini tampil dalam lima edisi Piala Dunia secara beruntun. Pengalaman bermain di level tertinggi menjadi salah satu kekuatan utama La Celeste saat menghadapi Arab Saudi.

Uruguay juga memiliki tradisi kuat dalam turnamen internasional. Karena itu, mereka diprediksi akan berusaha mengendalikan permainan sejak menit awal untuk mengamankan tiga poin penting.

Misi Balas Dendam Setelah Delapan Tahun

Pertemuan kali ini mengingatkan publik pada duel kedua tim di Piala Dunia 2018 Rusia. Saat itu, Uruguay berhasil menang tipis 1-0 atas Arab Saudi pada fase grup.

Gol tunggal kemenangan Uruguay dicetak Luis Suarez melalui penyelesaian kaki kiri setelah memanfaatkan situasi sepak pojok di babak pertama.

Kemenangan tersebut mengantar Uruguay ke babak 16 besar, sedangkan Arab Saudi harus mengakhiri langkahnya di fase grup.

Hampir delapan tahun kemudian, The Green Falcons mendapat kesempatan untuk membalas kekalahan sekaligus membuktikan perkembangan mereka di level internasional.

Sebaliknya, Uruguay tentu ingin mempertahankan dominasi atas wakil Asia tersebut dan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil maksimal.

Jadwal Arab Saudi vs Uruguay

Pertandingan: Arab Saudi vs Uruguay
Grup: H
Stadion: Miami Stadium
Hari/Tanggal: Selasa, 16 Juni 2026

Kick-off:

    • 00.00 waktu Riyadh
    • 19.00 waktu Montevideo
    • 18.00 waktu Miami
    • 05.00 WIB

Head to Head Piala Dunia

    • Uruguay 1-0 Arab Saudi (Piala Dunia 2018)
    • Pencetak gol: Luis Suarez

Dengan ambisi besar dari Arab Saudi dan pengalaman panjang yang dimiliki Uruguay, pertandingan Grup H ini berpotensi menjadi salah satu duel paling menarik pada fase awal Piala Dunia FIFA 2026.

Berita Terkait

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Kuasai Tiga Besar
Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain
Maigus Nasir Lepas 12 Atlet SOIna ke Pesonas II 2026, Berharap Bawa Pulang Medali
Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026
Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026
Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  
Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026
Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru