Sering Terbangun Saat Tidur? Coba Atur Suhu Kamar di 19 Derajat Celsius

Penulis -

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tidur nyenyak. (Foto: Pexels)

Ilustrasi tidur nyenyak. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Tidur berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kasur yang nyaman atau suasana kamar yang tenang. Suhu ruangan ternyata menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kualitas istirahat.

Sejumlah ahli tidur merekomendasikan suhu kamar sekitar 19 derajat Celsius karena dinilai mampu membantu tubuh lebih cepat terlelap dan mempertahankan tidur yang lebih nyenyak sepanjang malam.

Dilansir dari Medium.com, suhu tersebut dianggap ideal bagi sebagian besar orang dewasa karena mendukung proses alami tubuh saat memasuki waktu istirahat. Kondisi kamar yang sejuk membantu menjaga ritme biologis tetap stabil sekaligus meningkatkan kenyamanan selama tidur.

Mengapa Suhu Kamar Berpengaruh pada Kualitas Tidur?

Tubuh memiliki mekanisme alami yang mengatur siklus tidur melalui ritme sirkadian atau jam biologis. Menjelang malam, suhu inti tubuh akan menurun secara bertahap sebagai sinyal bahwa waktu istirahat telah tiba.

Ketika suhu kamar terlalu panas, proses pendinginan alami tersebut dapat terganggu. Akibatnya, tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk menyesuaikan diri sehingga seseorang lebih sulit merasa rileks dan cepat tertidur.

Sebaliknya, lingkungan yang lebih sejuk membantu tubuh mencapai kondisi ideal untuk beristirahat. Karena itu, banyak orang merasa tidur lebih nyaman saat berada di ruangan dengan temperatur yang terkontrol.

Membantu Tubuh Memasuki Fase Tidur Dalam

Salah satu manfaat utama suhu kamar 19 derajat Celsius adalah membantu tubuh memasuki fase deep sleep atau tidur dalam. Fase ini memiliki peran penting dalam proses pemulihan fisik dan mental.

Saat tidur dalam, tubuh memperbaiki jaringan yang rusak, memulihkan energi, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh. Jika suhu kamar terlalu hangat, kualitas fase tidur ini dapat menurun karena tubuh lebih mudah gelisah dan sering terbangun.

Baca Juga :  Ubi Goreng Ternyata Punya Sejumlah Manfaat, Ini Kandungan dan Cara Konsumsinya

Dengan suhu yang lebih sejuk, tubuh mampu mempertahankan kondisi stabil sehingga proses pemulihan berlangsung lebih optimal sepanjang malam.

Suhu Sejuk Dukung Produksi Melatonin

Selain memengaruhi kenyamanan, temperatur kamar juga berkaitan dengan produksi melatonin. Hormon ini berperan mengatur rasa kantuk dan membantu tubuh mengenali waktu tidur.

Ketika suhu tubuh mulai menurun, otak akan meningkatkan produksi melatonin. Kondisi tersebut membuat rasa kantuk muncul secara alami tanpa perlu bantuan stimulasi tambahan.

Karena itu, kamar yang sejuk dapat membantu seseorang tertidur lebih cepat dan bangun dengan kondisi yang lebih segar pada pagi hari.

Mengurangi Risiko Terbangun di Tengah Malam

Banyak orang mengalami gangguan tidur karena sering terbangun tanpa penyebab yang jelas. Salah satu pemicunya adalah suhu ruangan yang terlalu panas sehingga menimbulkan rasa gerah dan berkeringat saat tidur.

Menjaga suhu kamar tetap stabil di kisaran 19 derajat Celsius dapat membantu tubuh mempertahankan kenyamanan selama beristirahat. Kondisi ini berpotensi mengurangi frekuensi terbangun mendadak dan membantu tidur berlangsung lebih konsisten.

Cara Menjaga Kamar Tetap Nyaman Saat Tidur

Menciptakan suhu ideal tidak selalu harus menggunakan pendingin ruangan pada tingkat yang sangat rendah. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kenyamanan kamar tidur.

Gunakan sprei berbahan katun atau material yang mudah menyerap keringat. Pastikan sirkulasi udara berjalan baik melalui ventilasi yang memadai atau bantuan kipas angin.

Selain itu, sesuaikan penggunaan selimut dengan kondisi cuaca agar tubuh tidak mengalami panas berlebih selama tidur. Menjaga kelembapan udara juga penting untuk mengurangi rasa pengap di dalam ruangan.

Lingkungan Tidur yang Tepat Berpengaruh pada Kesehatan

Banyak orang berfokus pada kebiasaan sebelum tidur, seperti mengurangi konsumsi kafein atau membatasi penggunaan gawai. Namun, faktor lingkungan, termasuk suhu kamar, memiliki peran yang tidak kalah penting dalam menentukan kualitas istirahat.

Baca Juga :  Padang Skateland 2025 Resmi Dibuka, Fadly Amran Dorong Sinergi Wisata dan Olahraga Anak Muda

Menjaga kamar tetap sejuk dapat menjadi langkah sederhana yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Dengan tidur yang lebih berkualitas, tubuh memiliki kesempatan lebih baik untuk memulihkan energi dan menjaga kebugaran sepanjang hari. (*/red)

Berita Terkait

9 Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit, Efektif dan Aman Dilakukan
Sebelum Lari, Jangan Asal Makan! Ini 8 Makanan dan Minuman yang Bantu Jaga Stamina
Mengapa Pria Sering Buncit Setelah Menikah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jangan Asal Makan, Ini Waktu yang Tepat untuk Sarapan hingga Makan Malam
Orang yang Jarang Aktif di Media Sosial Punya 9 Hobi yang Membuat Hidup Lebih Bahagia
7 Kebiasaan Malam yang Bikin Hidup Lebih Tenang bagi Orang yang Suka Tidur Sebelum Jam 9
5 Karier yang Cocok untuk Leo, dari Pengusaha hingga CEO
Ciri Parfum yang Bikin Baju Kuning dan Cara Mencegah Nodanya

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru