Neymar Kembali Setelah 981 Hari, Ancelotti Sebut Kehadirannya Jadi Suntikan Semangat Brasil

Penulis -

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerang Timnas Barasil Neymar. (Foto: FIFA.com)

Penyerang Timnas Barasil Neymar. (Foto: FIFA.com)

Javanusa.com—Brasil mendapat suntikan semangat baru menjelang fase gugur Piala Dunia FIFA 2026. Setelah absen selama 981 hari dari tim nasional, Neymar akhirnya kembali mengenakan seragam Selecao saat Brasil menang telak 3-0 atas Skotlandia sekaligus memastikan diri sebagai juara Grup C.

Momen paling emosional di Miami Stadium justru bukan ketika Brasil mencetak gol. Sorakan terbesar pecah saat papan pergantian pemain menampilkan nomor 10 milik Neymar.

Matheus Cunha langsung memeluk sang penyerang sebelum Neymar melangkah masuk ke lapangan. Pemain Santos itu lebih dulu menginjak rumput dengan kaki kanan, menunjuk ke langit menggunakan kedua telunjuknya, lalu menerima sambutan meriah dari puluhan ribu pendukung Brasil.

Kembalinya Neymar menjadi simbol harapan baru bagi Selecao yang terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang turnamen.

Tampil Sekitar 20 Menit, Neymar Beri Sinyal Positif

Pelatih Carlo Ancelotti memasukkan Neymar pada penghujung pertandingan ketika Brasil sudah menguasai laga. Meski hanya bermain sekitar 20 menit tanpa mencetak gol, penampilan sang penyerang dinilai cukup menjanjikan menjelang babak gugur.

“Saya senang bisa kembali mengenakan seragam Brasil setelah tiga tahun,” kata Neymar usai pertandingan.

“Secara fisik saya merasa baik, syukur kepada Tuhan. Sulit berada jauh dari lapangan selama ini, tetapi saya tidak sepenuhnya tidak beraktivitas,” tutur Neymar.

“Saya telah berlatih keras selama 25 hari agar berada dalam kondisi yang baik untuk pertandingan-pertandingan ini. Jadi saya sangat senang, sangat puas. Saya merasakan campuran berbagai emosi saat masuk ke lapangan. Sudah lama sejak terakhir kali saya mengenakan seragam ini, sudah lama sejak terakhir kali saya bermain untuk tim nasional, tetapi syukur kepada Tuhan semuanya berjalan baik dan saya berhasil kembali,” tambahnya.

Baca Juga :  Tinjau Bendungan Batang Kuranji, Menteri PU Pastikan Rehab Rekon Tetap Berjalan dan Bangun 53 Sumur Bor
Cedera Panjang Akhirnya Berakhir

Neymar terakhir kali membela Brasil pada Oktober 2023 saat menghadapi Uruguay di babak kualifikasi Amerika Selatan. Dalam pertandingan itu, ia mengalami cedera serius yang membuatnya harus menepi hampir satu tahun.

Belum lama ini, Neymar juga sempat mengalami cedera otot betis kanan tingkat dua ketika membela Santos melawan Coritiba pada 17 Mei, sehari setelah skuad Brasil untuk Piala Dunia diumumkan.

Cedera tersebut membuatnya melewatkan laga pembuka kontra Maroko yang berakhir 1-1 serta kemenangan 3-0 atas Haiti.

Ancelotti Puji Dampak Neymar bagi Tim

Carlo Ancelotti menilai seluruh pemain berkontribusi dalam kemenangan atas Skotlandia. Namun, ia mengakui kehadiran Neymar memberi dorongan moral yang besar bagi skuadnya.

“Saya pikir semua pemain memainkan peran penting. Kami bekerja sebagai sebuah tim, dan itu hal yang baik. Ada banyak hal positif, dan masuknya Neymar benar-benar menjadi dorongan besar bagi kami,” ujar Ancelotti.

Brasil sendiri tampil dominan sepanjang pertandingan. Tekanan tinggi yang diterapkan sejak awal membuat Skotlandia kesulitan mengembangkan permainan. Strategi tersebut bahkan menghasilkan gol pembuka setelah Selecao berhasil merebut bola di area lawan.

Vinicius dan Lini Tengah Jadi Motor Permainan Brasil

Selain kembalinya Neymar, performa Brasil juga ditopang penampilan impresif Vinicius Junior yang kembali menjadi ancaman utama di lini depan.

Duet Bruno Guimaraes dan Lucas Paqueta tampil solid mengatur ritme permainan sekaligus membantu transisi menyerang. Sementara itu, Matheus Cunha bersama Rayan bekerja tanpa lelah menekan pertahanan lawan sehingga Skotlandia kesulitan membangun serangan.

Neymar Nyaris Cetak Assist

Selama berada di lapangan, Neymar lebih banyak bergerak di ruang antara lini tengah dan pertahanan lawan. Rekan-rekannya pun beberapa kali berusaha memberinya bola.

Baca Juga :  MotoGP 2027: Valencia Jadi Seri Penutup, Buriram Buka Musim

Ia hampir menciptakan assist lewat umpan menggunakan bagian luar kaki kepada Vinicius. Namun, peluang tersebut berhasil digagalkan penjaga gawang Angus Gunn.

Neymar juga sempat mencoba mencetak gol langsung dari tendangan sudut serta melepaskan tembakan keras yang memaksa Gunn melakukan penyelamatan.

Walau belum menunjukkan performa terbaiknya, kehadiran sang nomor 10 memperlihatkan kualitasnya sebagai penghubung antara lini tengah dan lini depan Brasil.

Vinicius Sambut Kembalinya Sang Idola

Vinicius Jr. mengaku bahagia melihat Neymar kembali bermain bersama tim nasional setelah melalui masa pemulihan yang panjang.

“Ini adalah momen besar bagi semua orang karena idola kami telah kembali, seseorang yang berjuang keras untuk bisa berada di sini bersama kami,” kata Vinicius Jr.

“Dia telah pulih dari cedera dan saya berharap dia bisa terus berkembang serta membantu kami seiring berjalannya turnamen,” tambahnya.

Fokus Brasil Kini Menuju Babak Gugur

Seusai pertandingan, Neymar terlihat memeluk Vinicius, berjabat tangan dengan Carlo Ancelotti, ofisial pertandingan, serta beberapa pemain Skotlandia. Setelah itu, ia bergabung dengan pasangan dan anaknya di sisi lapangan.

Neymar optimistis Brasil mampu terus melangkah jauh dalam turnamen. Ia juga memberikan pujian khusus kepada Vinicius yang tampil konsisten sepanjang kompetisi.

“Vini adalah pemain terbaik kami saat ini dan dia sedang berada dalam performa luar biasa. Dia telah banyak membantu kami, menentukan hasil pertandingan, dan itu sangat penting bagi kami,” ujar Neymar.

“Seperti yang saya katakan, saya sangat senang dan sekarang kami sudah lolos, kami harus terus meraih kemenangan untuk mencapai tujuan utama kami,” tambahnya. (*/red)

Berita Terkait

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Kuasai Tiga Besar
Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain
Maigus Nasir Lepas 12 Atlet SOIna ke Pesonas II 2026, Berharap Bawa Pulang Medali
Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026
Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026
Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  
Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026
Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru