12 Olahraga yang Harus Dihindari Saat Hamil Muda agar Janin Tetap Aman

Penulis -

Senin, 29 Juni 2026 - 04:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ibu hamil sedang berolahraga. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi ibu hamil sedang berolahraga. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Kehamilan trimester pertama menjadi fase paling penting dalam perkembangan janin. Pada masa ini, organ-organ vital mulai terbentuk sehingga ibu hamil perlu lebih berhati-hati, termasuk saat memilih aktivitas fisik.

Meski olahraga tetap dianjurkan selama kehamilan, beberapa jenis olahraga justru berisiko meningkatkan cedera, kontraksi dini, perdarahan, hingga keguguran. Berikut jenis olahraga yang sebaiknya dihindari saat hamil muda beserta alasannya.

1. Angkat Beban

Latihan angkat beban memberikan tekanan besar pada otot perut, punggung, dan panggul. Jika dilakukan dengan teknik yang kurang tepat atau menggunakan beban terlalu berat, aktivitas ini dapat memicu kontraksi rahim lebih awal serta meningkatkan risiko perdarahan bahkan keguguran.

2. Lari Jarak Jauh

Lari jarak jauh menuntut daya tahan tubuh yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan suhu tubuh, memicu dehidrasi, dan menyebabkan kelelahan berlebihan. Kondisi tersebut dapat mengurangi suplai oksigen dan nutrisi bagi janin. Selain itu, ibu hamil juga lebih berisiko mengalami pusing, kehilangan keseimbangan, hingga terjatuh.

3. Lompat Tali

Gerakan melompat secara berulang memberi tekanan pada panggul dan rahim. Aktivitas ini juga meningkatkan kemungkinan kehilangan keseimbangan sehingga berisiko menyebabkan kontraksi dini maupun perdarahan pada awal kehamilan.

4. Bersepeda Intensitas Tinggi

Bersepeda sebenarnya masih dapat dilakukan saat trimester pertama dalam kondisi tertentu. Namun, durasi yang terlalu lama dengan intensitas tinggi tidak disarankan. Tekanan berkepanjangan pada panggul, kelelahan, serta risiko terjatuh akibat kehilangan keseimbangan dapat membahayakan ibu maupun janin.

5. Bela Diri

Karate, taekwondo, muay thai, hingga judo melibatkan tendangan, pukulan, bantingan, dan kontak fisik yang berisiko menimbulkan benturan pada perut maupun cedera pada panggul dan sendi. Gerakan yang intens juga dapat menyebabkan tubuh cepat lelah.

Baca Juga :  Wako Fadly Amran Hadiri Halalbihalal PWS, Dorong Kolaborasi untuk Pembangunan Kota
6. Zumba

Zumba merupakan olahraga kardio dengan gerakan cepat seperti melompat, berputar, dan membungkuk. Pada sebagian ibu hamil, terutama yang memiliki kondisi kehamilan tertentu, aktivitas ini dapat memicu kelelahan, pusing, nyeri perut, hingga kontraksi. Karena itu, konsultasi dengan dokter kandungan sangat dianjurkan sebelum mengikuti kelas zumba.

7. Bulu Tangkis

Permainan bulu tangkis membutuhkan perubahan arah yang cepat, lompatan, dan gerakan spontan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kehilangan keseimbangan sehingga ibu hamil lebih mudah terjatuh.

8. Basket

Basket termasuk olahraga berintensitas tinggi yang dipenuhi gerakan berlari, melompat, berputar, dan kontak antarpemain. Risiko benturan maupun jatuh cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan kemungkinan perdarahan, cedera rahim, bahkan keguguran. Selain itu, olahraga ini memberi beban besar pada sendi dan panggul.

9. Voli

Voli juga melibatkan lompatan, gerakan cepat, serta potensi benturan dengan pemain lain maupun bola. Aktivitas tersebut dapat meningkatkan risiko cedera pada ibu hamil dan membahayakan janin.

10. Mendaki Gunung

Medan yang terjal, licin, dan menanjak membuat pendakian berisiko menyebabkan terpeleset atau terjatuh. Selain itu, aktivitas ini dapat memicu kelelahan ekstrem dan kekurangan oksigen akibat ketinggian, sehingga berpotensi mengganggu perkembangan janin.

11. Scuba Diving

Menyelam menggunakan scuba tidak dianjurkan bagi ibu hamil karena perubahan tekanan udara di bawah air dapat meningkatkan risiko gangguan dekompresi yang membahayakan ibu dan janin.

12. Berkuda

Berkuda menghasilkan guncangan berulang yang memberi tekanan pada area perut dan panggul. Aktivitas ini juga memiliki risiko jatuh yang cukup tinggi sehingga dapat memicu perdarahan, kontraksi, maupun keguguran.

Pilih Olahraga yang Aman Selama Kehamilan

Menghindari olahraga berisiko merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan ibu dan perkembangan janin pada trimester pertama.

Baca Juga :  Jerman Lolos ke Perempat Final Euro 2024 Setelah Drama Badai Petir dan VAR

Sebelum memulai aktivitas fisik, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan agar dapat memilih jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi kehamilan. Dengan cara tersebut, manfaat olahraga tetap dapat diperoleh tanpa meningkatkan risiko komplikasi. (*/red)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Gavendri Rilis Album Kedua Sympathy/Empathy, Rekam Pergulatan Hidup sebagai Orang Dewasa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB